Akurat

Mengapa Senyawa Karbon Penting untuk Makanan dan Minuman?

Eko Krisyanto | 23 September 2025, 16:23 WIB
Mengapa Senyawa Karbon Penting untuk Makanan dan Minuman?

AKURAT.CO Karbon merupakan salah satu unsur kimia yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Hampir semua produk yang kita konsumsi, khususnya makanan dan minuman, mengandung senyawa berbasis karbon.

Kehadiran unsur ini bukan hanya membentuk struktur dasar senyawa organik tetapi juga menentukan rasa, aroma dan kualitas pangan yang kita konsumsi. Tak heran jika karbon sering disebut sebagai "tulang punggung" kehidupan.

Mengenal Karbon Aktif

Salah satu bentuk karbon yang banyak digunakan di industri pangan adalah karbon aktif. Karbon aktif memiliki pori-pori sangat kecil yang dapat menyerap zat kimia tertentu.

Dalam industri makanan, karbon aktif biasa digunakan untuk menyaring, memurnikan, dan menghilangkan bau atau warna yang tidak diinginkan. Misalnya, dalam proses pemurnian gula, karbon aktif membantu menghasilkan gula berwarna lebih putih.

Di bidang minuman, karbon aktif juga digunakan untuk menjernihkan air dan minuman ringan agar lebih enak dikonsumsi.

Baca Juga: STRK Gandeng Naoyoshi, Bidik Pasar Minuman Premium Jepang

Senyawa Karbon dalam Pangan

Selain karbon aktif, terdapat berbagai senyawa karbon lain yang berperan penting dalam makanan.

• Alkohol: senyawa yang sering ditemukan dalam proses fermentasi, misalnya pada pembuatan tape atau roti.
• Eter: walaupun jarang digunakan langsung sebagai bahan pangan, eter berperan dalam aroma buatan tertentu.
• Aldehid: terdapat secara alami dalam beberapa buah, memberikan aroma khas, misalnya benzaldehid pada kacang almond.
• Keton: memberikan aroma manis dan khas, misalnya asetofenon pada buah.
• Asam karboksilat: senyawa yang memberi rasa asam, seperti asam sitrat pada jeruk atau asam asetat pada cuka.
• Ester: senyawa yang banyak dipakai dalam perisa makanan karena memberikan aroma buah yang kuat, misalnya isoamil asetat yang beraroma pisang.

Contoh penerapan senyawa karbon dapat ditemukan di sekitar kita. Pada minuman ringan, terdapat ester yang memberi sensasi rasa buah buatan. Dalam gula pasir, karbon aktif dipakai untuk pemurnian agar hasilnya lebih jernih.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Matcha, Minuman Kekinian Favorit Gen Z!

Pada produk roti, alkohol terbentuk dari proses fermentasi ragi sehingga adonan bisa mengembang. Bahkan dalam permen rasa buah, aroma khas berasal dari senyawa ester yang dibuat menyerupai aroma alami.

Senyawa karbon tidak hanya memengaruhi rasa dan aroma tetapi juga berfungsi menjaga kualitas pangan. Misalnya, asam organik dapat memperlambat pertumbuhan mikroba sehingga makanan lebih tahan lama.

Senyawa karbon lain juga dipakai untuk memperbaiki tekstur atau memperkuat warna, sehingga produk terlihat lebih menarik dan konsisten.

Risiko dan Tantangan

Meski bermanfaat, penggunaan senyawa berbasis karbon juga memiliki tantangan. Beberapa bahan kimia yang mengandung karbon, seperti formalin, pernah disalahgunakan untuk mengawetkan makanan. Padahal, penggunaan bahan ini berbahaya bagi kesehatan.

Oleh karena itu, pengawasan dan regulasi dalam industri pangan sangat diperlukan agar senyawa karbon yang dipakai tetap aman.

Baca Juga: Apa Itu Minuman Hero pada Teka-teki MPLS? Ternyata Ini Jawabannya!

Laporan: Mutiara MY/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK