Akurat

Bukan Sekadar Lelah, Inilah Bahaya Burnout yang Sering Terabaikan

Eko Krisyanto | 21 September 2025, 23:55 WIB
Bukan Sekadar Lelah, Inilah Bahaya Burnout yang Sering Terabaikan

AKURAT.CO Kelelahan yang terus-menerus tidak hanya membuat tubuh terasa lemas, tetapi juga bisa merusak kesehatan mental dan emosional.

Kondisi ini dikenal sebagai burnout, fenomena yang semakin sering dialami banyak orang di berbagai kalangan.

Burnout bukan sekadar lelah biasa, ia adalah tanda bahwa tubuh dan pikiran sedang berada di titik jenuhnya.

Burnout merupakan keadaan kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat tekanan yang berkepanjangan.

Dikutip dari HelpGuide, kondisi ini bisa menguras energi, menurunkan produktivitas, hingga memadamkan motivasi.

Siapa pun bisa mengalaminya, pekerja kantoran, pelajar, orang tua, hingga caregiver yang merawat orang lain.

Biasanya, burnout muncul ketika beban kerja menumpuk, waktu istirahat minim, dan dukungan sosial tidak memadai.

Jika tidak segera disadari, dampaknya dapat meluas hingga merusak kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Sumpah Pemuda, Api Persatuan yang Menyalakan Indonesia

Penyebab Burnout

Beberapa faktor yang memicu burnout antara lain:

  • Beban kerja berlebihan: deadline menumpuk, jam kerja panjang, atau target yang tidak realistis.

  • Lingkungan kerja yang kacau: tuntutan berlebihan, konflik, atau pekerjaan monoton.

  • Ekspektasi tinggi: baik dari diri sendiri maupun orang lain.

  • Minim dukungan sosial: kurangnya tempat berbagi atau sistem pendukung.

  • Kepribadian tertentu: perfeksionis, terlalu mengontrol, atau cenderung mengabaikan kebutuhan diri.

  • Gaya hidup tidak seimbang: kurang tidur, jarang olahraga, serta minim relaksasi.

Ciri-Ciri Burnout

Waspadai tanda-tanda berikut yang sering muncul:

  • Merasa lelah hampir setiap hari dan kehilangan energi.

  • Sulit fokus, mudah lupa, dan konsentrasi menurun.

  • Hilang motivasi, bahkan muncul rasa sinis terhadap pekerjaan.

  • Menarik diri dari lingkungan sosial.

  • Pola tidur dan makan berantakan.

  • Mudah sakit akibat daya tahan tubuh melemah.

  • Perasaan gagal, putus asa, hingga depresi.

Cara Mengatasi Burnout

Baca Juga: Konservasi Flora dan Fauna: Kunci Menyelamatkan Kekayaan Hayati Indonesia

Burnout bisa ditangani jika dikenali sejak awal. Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

  1. Sadari dan terima kondisi – mengakui bahwa burnout nyata adalah langkah pertama pemulihan.

  2. Atur batasan – belajar berkata “tidak” pada hal-hal yang tidak penting.

  3. Istirahat sejenak – ambil cuti atau waktu luang untuk memulihkan energi.

  4. Cari dukungan sosial – berbicara dengan keluarga, teman, atau profesional.

  5. Perbaiki gaya hidup – tidur cukup, olahraga teratur, dan makan sehat.

  6. Latih relaksasi – meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam.

  7. Temukan kembali makna – ingat tujuan awal dalam pekerjaan maupun kehidupan.

Burnout adalah alarm tubuh yang tidak boleh diabaikan. Dengan mengenali penyebab, memahami gejala, dan mengambil langkah tepat, siapa pun bisa bangkit kembali.

Ingat, kesehatan mental dan fisik sama pentingnya. Menjaga keduanya bukan hanya kunci untuk bertahan, tetapi juga untuk benar-benar hidup dengan penuh kualitas.

Baca Juga: Mutasi Genetik, Saat Cetak Biru Kehidupan Mengalami Perubahan

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.