Akurat

Bagaimana Telinga Menangkap Suara? Begini Cara Kerjanya

Wahyu SK | 18 September 2025, 06:35 WIB
Bagaimana Telinga Menangkap Suara? Begini Cara Kerjanya

AKURAT.CO Telinga merupakan sumber indera pendengaran yang begitu penting bagi kehidupan manusia. Melalui telinga, manusia dapat berkomunikasi, menikmati musik, dan merespons lingkungan sekitarnya.

Fungsi telinga tidak hanya sekadar menangkap suara, tetapi juga memprosesnya sehingga otak dapat memahami dan menafsirkan bunyi dengan tepat.

Lalu, bagaimana telinga mampu menangkap suara dan mengubahnya menjadi sinyal yang dipahami otak?

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap bagaimana telinga menerima dan memproses suara, fungsi telinga selain sebagai indera pendengaran, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan telinga.

Baca Juga: Ini Arti Telinga Kiri Berdenging Menurut Islam

Proses Telinga Menangkap Suara

Pendengaran manusia terjadi melalui proses yang sistematis dan kompleks. Suara yang kita dengar berasal dari gelombang di sekitar kita, namun untuk bisa dipahami oleh otak, suara tersebut harus melewati beberapa tahapan di telinga.

Berikut beberapa tahapan bagaimana telinga menangkap suara:

1. Gelombang Suara Ditangkap Telinga Luar

Proses pendengaran dimulai ketika suara mencapai telinga luar, terutama daun telinga atau pinna. Bentuk pinna yang menyerupai corong berfungsi menangkap dan memfokuskan gelombang suara ke saluran telinga. Di sini, gelombang suara disaring dan diperkuat sebelum mencapai gendang telinga.

2. Suara Diteruskan Melalui Telinga Tengah

Setelah melewati gendang telinga, gelombang suara masuk ke telinga tengah yang berisi tiga tulang kecil, yaitu malleus (martil), incus (landasan), dan stapes (sanggurdi). Tulang-tulang ini bergetar sebagai respons terhadap suara dan memperkuat getaran agar bisa diteruskan ke telinga bagian dalam melalui jendela oval, yaitu membran yang memisahkan telinga tengah dan telinga dalam.

3. Transformasi Gelombang Suara di Telinga Dalam

Gelombang suara kemudian memasuki koklea atau rumah siput di telinga dalam. Di dalam koklea terdapat organ corti yang memiliki sel rambut (stereosilia). Stereosilia mengubah getaran suara menjadi impuls listrik yang siap dikirim ke otak. Fungsi koklea adalah mengubah energi mekanis gelombang suara menjadi sinyal listrik, sehingga suara bisa diproses oleh sistem saraf.

4. Pengiriman Sinyal dan Pengenalan Suara oleh Otak

Impuls listrik dari koklea dikirim melalui saraf pendengaran ke berbagai bagian otak, termasuk talamus, lobus temporal, dan korteks pendengaran. Neuron sensorik di otak memproses impuls ini, sehingga telinga bisa mengenali suara, menentukan arah sumber suara, dan menafsirkan maknanya.

Baca Juga: Pusat Kesehatan Pendengaran Jakarta Resmi Dibuka, Dorong Kesadaran Kesehatan Telinga Sejak Dini

Fungsi Lain Telinga

Selain sebagai indera pendengaran, telinga juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Keseimbangan ini terbagi menjadi dua jenis:

1. Keseimbangan statis: kemampuan tubuh untuk tetap seimbang saat diam atau berdiri;
2. Keseimbangan dinamis: kemampuan tubuh untuk tetap stabil saat bergerak.

Bagian telinga yang berperan dalam keseimbangan adalah tiga kanal semisirkular yang dipenuhi cairan dan ribuan rambut kecil. Saat kepala bergerak, cairan di dalam kanal ikut bergerak, menggerakkan rambut-rambut kecil tersebut.

Rambut-rambut ini kemudian mengirimkan sinyal ke otak. Setelah itu, otak akan memproses informasi tersebut dan mengatur otot-otot tubuh untuk menjaga keseimbangan.

Penting Jaga Kebersihan dan Kesehatan Telinga

Menjaga telinga tetap bersih dan sehat sangat penting agar fungsi pendengaran dan keseimbangan tubuh tetap optimal. Hindari kebiasaan yang dapat merusak fungsi telinga, seperti mendengarkan musik dengan volume terlalu keras, mengorek telinga menggunakan benda-benda keras, serta pastikan telinga selalu dalam kondisi kering.

Baca Juga: Temukan Dirimu! Tes Kepribadian Berdasarkan Bentuk Telinga Mengungkap Sifat Tersembunyi Kamu

Mendengarkan musik dengan volume terlalu keras dapat merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam yang berperan penting dalam menangkap suara. Selain itu, mengorek telinga dengan benda keras juga dapat melukai saluran telinga atau gendang telinga.

Begitu pun dengan kondisi telinga yang lembap juga rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur. Dengan menjaga kebersihan dan kondisi telinga, risiko gangguan pendengaran dan infeksi dapat diminimalkan, sehingga telinga tetap berfungsi dengan baik.

Jika mengalami gangguan pada telinga, seperti kesulitan mendengar, rasa nyeri, atau keluarnya cairan dari telinga, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan medis akan membantu mengetahui penyebab masalah dan memberikan penanganan yang tepat.

Telinga bukan hanya alat untuk menangkap suara, tetapi juga berperan penting dalam memproses suara hingga otak dapat mengenali, menafsirkan, dan merespons bunyi di sekitar kita.
Proses pendengaran melibatkan beberapa tahapan, mulai dari telinga luar yang menangkap gelombang suara, telinga tengah yang memperkuat getaran, hingga telinga dalam yang mengubah getaran menjadi impuls listrik untuk dikirim ke otak.

Baca Juga: 10 Fakta Telinga Kucing Yang Belum Banyak Diketahui

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK