Akurat

Pingsan dalam Dunia Medis: Mengenal Sinkop, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Naufal Lanten | 12 September 2025, 01:12 WIB
Pingsan dalam Dunia Medis: Mengenal Sinkop, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

 

AKURAT.CO Pingsan bukan sekadar jatuh tiba-tiba karena kelelahan atau syok. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah sinkop, yaitu hilangnya kesadaran secara mendadak namun bersifat sementara. Biasanya, pingsan berlangsung hanya beberapa detik hingga menit sebelum penderita kembali sadar dengan sendirinya.

Sinkop termasuk dalam kategori transient loss of consciousness (TLOC) atau hilangnya kesadaran sementara. Kondisi ini terjadi karena otak tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, sehingga fungsi kesadaran terganggu sejenak. Meski sering dianggap sepele, pingsan bisa menjadi tanda adanya masalah serius, terutama jika berhubungan dengan penyakit jantung.


Kenapa Seseorang Bisa Pingsan?

Otak manusia sangat bergantung pada aliran darah yang membawa oksigen dan glukosa. Begitu suplai darah berkurang, tubuh akan merespons dengan kehilangan kesadaran. Menurut pedoman European Society of Cardiology (ESC) dan American Heart Association (AHA), penyebab pingsan dapat dibagi menjadi beberapa kategori utama.

Sinkop Refleks (Vasovagal)

Inilah jenis pingsan yang paling banyak terjadi, sekitar 60–70 persen dari kasus. Kondisi ini dipicu oleh reaksi berlebihan sistem saraf otonom yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah atau melambatnya denyut jantung. Akibatnya, tekanan darah turun drastis dan suplai darah ke otak berkurang. Situasi yang sering memicu antara lain rasa takut berlebihan, nyeri mendadak, berdiri terlalu lama, atau berada di tempat panas.

Sinkop Kardiogenik

Kategori ini perlu mendapat perhatian khusus karena bisa berhubungan langsung dengan risiko kematian mendadak. Sinkop kardiogenik terjadi akibat gangguan irama jantung (aritmia), kelainan struktural pada jantung seperti penyempitan katup aorta, atau serangan jantung. Jika pingsan muncul saat berolahraga atau disertai nyeri dada, perlu segera pemeriksaan medis mendalam.

Sinkop Ortostatik

Jenis ini biasanya muncul saat seseorang berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring. Perubahan posisi mendadak menyebabkan tekanan darah turun sehingga otak kekurangan aliran darah sesaat. Dehidrasi, efek samping obat seperti diuretik atau antihipertensi, serta gangguan sistem saraf otonom juga bisa memperburuk kondisi ini.

Kondisi Lain yang Menyerupai Pingsan

Tidak semua hilangnya kesadaran termasuk sinkop. Beberapa kondisi lain kerap disangka pingsan, misalnya hipoglikemia (gula darah terlalu rendah), kejang epilepsi, keracunan alkohol atau obat, hingga stroke ringan. Perbedaannya, pingsan biasanya berakhir dengan pemulihan cepat tanpa kebingungan berkepanjangan.


Gejala yang Sering Muncul Sebelum Pingsan

Banyak orang sebenarnya bisa merasakan tanda-tanda tubuhnya akan pingsan. Beberapa gejala awal yang sering muncul antara lain:

  • Kepala terasa ringan dan pusing.

  • Pandangan kabur atau berkunang-kunang.

  • Telinga berdenging.

  • Mual dan keringat dingin.

Jika gejala ini diabaikan, hilangnya kesadaran bisa terjadi mendadak dan menyebabkan penderita jatuh. Untungnya, sebagian besar kasus akan pulih spontan dalam hitungan detik atau menit.


Pertolongan Pertama Saat Pingsan

Mengetahui langkah sederhana pertolongan pertama bisa sangat membantu. Ketika seseorang pingsan, posisikan tubuhnya berbaring dengan kaki sedikit ditinggikan agar aliran darah kembali lancar ke otak. Longgarkan pakaian yang terlalu ketat, pastikan sirkulasi udara baik, dan jangan memaksa penderita bangun dengan cara disiram air atau dipukul.

Jika penderita tidak kunjung sadar lebih dari satu menit, segera periksa napas dan denyut nadinya. Bila perlu, lakukan resusitasi jantung paru (CPR) dan hubungi layanan darurat.


Penanganan Medis dan Pencegahan

Setelah seseorang mengalami pingsan, dokter biasanya akan mengevaluasi penyebabnya melalui pemeriksaan tekanan darah, EKG, ekokardiografi, hingga tes darah. Perawatan kemudian disesuaikan dengan jenis sinkop yang dialami.

  • Pada sinkop vasovagal, biasanya cukup dengan edukasi, menjaga hidrasi, dan menghindari pemicu.

  • Sinkop ortostatik bisa dicegah dengan minum air cukup, mengatur posisi tubuh saat berdiri, serta menggunakan stoking khusus bila perlu.

  • Untuk sinkop kardiogenik, perawatan lebih serius seperti pemasangan pacemaker, terapi aritmia, atau operasi jantung mungkin diperlukan.


Kapan Harus Segera ke Dokter?

Tidak semua kasus pingsan berbahaya, tapi ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai. Segera cari bantuan medis jika pingsan terjadi berulang tanpa penyebab jelas, muncul saat berolahraga, disertai nyeri dada atau jantung berdebar, berlangsung lebih dari satu hingga dua menit, atau jika ada riwayat keluarga dengan kematian mendadak.


Kesimpulan

Pingsan atau sinkop memang sering dianggap masalah sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya gangguan serius terutama pada jantung. Mengenali penyebab, memahami gejala awal, serta tahu cara memberikan pertolongan pertama sangat penting untuk mengurangi risiko.

Kalau kamu ingin terus mendapatkan informasi kesehatan yang relevan dan mudah dipahami, jangan lewatkan update terbaru hanya di Akurat.co.


Baca Juga: Apa Itu Hipotermia? Kenali Gejalanya, Penyebab, dan Penanganan Pertama

Baca Juga: Tips Olahraga Ringan untuk Lansia: Tetap Bugar Tanpa Cepat Lelah

FAQ

1. Apa istilah medis untuk pingsan?
Istilah medis untuk pingsan adalah sinkop, yaitu hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan sementara akibat aliran darah ke otak berkurang.

2. Apa penyebab utama seseorang bisa pingsan?
Pingsan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari sinkop vasovagal (karena stres, nyeri, atau panas), sinkop ortostatik (perubahan posisi mendadak), hingga sinkop kardiogenik (masalah pada jantung).

3. Apa bedanya pingsan dengan kejang epilepsi?
Pingsan biasanya berlangsung singkat dan penderita cepat sadar kembali tanpa kebingungan panjang. Sementara itu, kejang epilepsi sering disertai gerakan tubuh tak terkendali, lidah tergigit, dan pemulihan lebih lama dengan kebingungan setelahnya.

4. Apakah pingsan berbahaya?
Sebagian besar pingsan tidak berbahaya, misalnya yang disebabkan vasovagal. Namun, pingsan bisa berbahaya bila dipicu gangguan jantung, terutama jika terjadi saat aktivitas fisik atau disertai nyeri dada dan jantung berdebar.

5. Bagaimana cara menolong orang yang pingsan?
Baringkan penderita, angkat kakinya sedikit lebih tinggi dari kepala, longgarkan pakaian, dan pastikan udara cukup. Jika tidak sadar lebih dari satu menit, segera periksa pernapasan dan denyut nadi, lalu hubungi tenaga medis.

6. Kapan pingsan harus diperiksakan ke dokter?
Segera periksa ke dokter jika pingsan terjadi berulang, muncul saat olahraga, berlangsung lama, atau disertai gejala serius seperti nyeri dada, sesak napas, atau riwayat keluarga dengan kematian mendadak.

7. Bisakah pingsan dicegah?
Pencegahan tergantung penyebabnya. Minum cukup air, hindari berdiri terlalu lama, kelola stres, dan periksa kesehatan jantung secara rutin adalah langkah yang bisa membantu mencegah pingsan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.