Obat Simvastatin: Kegunaan dan Efek Samping

AKURAT.CO Obat simvastatin termasuk ke dalam bagian obat statin untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) serta menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL dan trigliserida).
Konsumsi obat simvastatin juga dapat mencegah resiko serangan jantung dan stroke.
Simvastatin berbentuk tablet dan dapat diproduksi baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan obat kolesterol lainnya.
Obat ini dapat dikonsumsi jika pasien telah berusia lebih dari 10 tahun.
Walaupun begitu, konsumsi obat simvastatin tetap harus mengikuti dosis serta anjuran dokter.
Baca Juga: Waspada Kolesterol! Ini Mitos dan Fakta yang Perlu Kamu Ketahui
Orang-Orang yang Tidak Boleh Mengonsumsi Simvastatin
Berikut merupakan kelompok orang yang tidak disarankan untuk mengonsumsi obat simvastatin walaupun telah berusia lebih dari 10 tahun.
- Memiliki masalah hati atau ginjal.
- Ibu menyusui atau ibu hamil, karena akan mengganggu pertumbuhan janin.
- Pengidap penyakit paru-paru.
- Sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar.
- Memiliki tiroid yang kurang aktif.
- Pernah mengalami gangguan otot (termasuk fibromyalgia).
- Pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat simvastatin atau obat lain.
- Memiliki riwayat miastenia gravis atau miastenia okular.
Baca Juga: Simak! Inilah 5 Minuman Penurun Kolesterol, Bisa Diminum Saat Sarapan
Cara Simvastatin Bekerja
Obat simvastatin dapat disimpan di dalam suhu ruangan 20 hingga 25 derajat celcius, serta perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan agar obat tetap aman dan menghindari dari kejadian yang tidak menyenangkan.
Obat simvastatin bekerja dengan mengurangi produksi kolesterol di hati, sehingga kadar kolesterol dalam darah ikut turun. Biasanya selama 12 bulan pertama pemakaian, selanjutnya akan diminta untuk menjalani tes kesehatan secara rutin untuk memastikan fungsi hati tetap normal.
Cara Konsumsi Obat Simvastatin
Obat simvastatin dapat dikonsumsi pada malam hari atau sebelum tidur.
Usahakan untuk terus konsumsi obat simvastatin dalam waktu yang sama setiap hari dan jangan berhenti tanpa persetujuan dokter, meski tidak merasakan keluhan apapun.
Konsumsi obat simvastatin lebih baik ditelan secara utuh bersama dengan air putih, tanpa dibelah, dikunyah, atau digerus kecuali atas anjuran dokter.
Obat simvastatin juga dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
Efek Samping Simvastatin
Biasanya tidak semua orang mendapatkan efek samping dari simvastatin. Namun, efek samping serius dari konsumsi simvastatin dapat dialami oleh kurang dari 1 dari 1.000 orang.
Efek serius dari simvastatin, meliputi:
- Nyeri otot, pegal, lemas, atau kram tanpa sebab yang jelas menunjukkan kerusakan pada otot dan ginjal.
- Bagian putih mata dan kulit mulai menguning serta feses berwarna pucat menunjukkan gangguan pada organ hati.
- Muncul ruam dan bercak kemerahan, khususnya di telapak tangan atau kaki menunjukkan tanda reaksi kulit serius.
- Nyeri perut yang hebat mengindikasikan pankreatitis akut.
- Batuk terus-menerus, sesak napas, dan penurunan berat badan menunjukkan penyakit paru-paru.
- Kelemahan pada tangan atau kaki setelah beraktivitas, penglihatan ganda kelopak mata terkulai, kesulitan untuk menelan, atau sesak napas menjadi gejala miastenia gravis.
Pada kasus langka, simvastatin dapat memicu alergi berat (anafilaksis), meliputi:
- Bibir, mulut, lidah, atau tenggorokan tiba-tiba bengkak.
- Kesulitan bernapas, napas sangat cepat, terasa tercekik, atau mengikat.
- Tenggorokan terasa sempit atau sulit menelan.
- Kulit, lidah, atau bibir berubah warna menjadi biru, abu-abu, atau pucat (pada kulit gelap lebih mudah terlihat di telapak tangan atau kaki).
- Tiba-tiba merasa sangat bingung, mengantuk, pusing, atau bahkan pingsan dan sulit dibangunkan.
- Tampak lemas, tidak responsif, kesulitan mengangkat kepala dan fokus.
- Muncul ruam yang bengkak, gatal, melepuh, atau mengelupas.
Jika gejala-gejala dari reaksi alergi tersebut muncul setelah mengonsumsi obat simvastatin, lebih baik pasien segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Konsumsi obat simvastatin juga akan lebih efektif jika diimbangi dengan pola hidup sehat, seperti menghindari makanan tinggi lemak, menjaga berat badan ideal, serta rutin berolahraga.
Tidak hanya itu, kontrol sesuai jadwal dokter juga dianjurkan untuk memantau kondisi tubuh.
Dewi Triana R. (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









