Ambroxol Obat Apa? Manfaat, Aturan Pakai, dan Efek Sampingnya

AKURAT.CO Ambroxol merupakan obat yang berfungsi sebagai mukolitik atau pengencer dahak. Obat ini umumnya digunakan untuk membantu penanganan gangguan pernapasan yang ditandai dengan batuk berdahak, seperti bronkitis maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Cara kerja ambroxol adalah dengan meningkatkan sekresi pada saluran pernapasan. Obat ini merangsang produksi surfaktan paru serta mengaktifkan silia, sehingga proses pembersihan mukosiliar lebih optimal.
Hasilnya, dahak menjadi lebih encer, mudah dikeluarkan, dan batuk terasa lebih ringan.
Baca Juga: 14 Cara Keluarkan Dahak Pada Bayi, Mudah Dan Ampuh
Manfaat Ambroxol
Ambroxol dikenal sebagai obat mukolitik yang berperan untuk mengencerkan dahak sekaligus melegakan saluran pernapasan. Efek ini membuat ambroxol bermanfaat dalam membantu meredakan berbagai gangguan pernapasan, di antaranya:
- Batuk berdahak atau batuk akibat pilek
- Radang paru-paru kronis
- Trakeobronkitis (radang pada trakea dan bronkus)
- Bronkospasme atau penyempitan saluran pernapasan
- Emfisema
- Bronkitis akibat pneumokoniosis
- Bronkiektasis
Aturan Pakai Ambroxol yang Dianjurkan
Penggunaan ambroxol harus sesuai dosis agar manfaatnya optimal dan terhindar dari efek samping. Dosis obat ini biasanya berbeda untuk orang dewasa dan anak-anak, tergantung bentuk sediaan obat (tablet atau sirup) serta usia pasien. Berikut panduan umum dosis ambroxol:
- Dosis Ambroxol untuk Dewasa
- Dosis harian berkisar antara 30 mg (1 tablet) hingga 120 mg (4 tablet).
- Pemberian obat biasanya dibagi menjadi 2 sampai 3 kali konsumsi per hari.
- Dosis Ambroxol untuk Anak-Anak
- Usia 2 tahun: ½ sendok teh sirup ambroxol, diminum 2 kali sehari.
- Usia 2–5 tahun: ½ sendok teh sirup ambroxol, diminum 3 kali sehari.
- Usia di atas 5 tahun: 1 sendok teh sirup ambroxol, diminum 2–3 kali sehari.
Baca Juga: Penyebab Dahak Berwarna Sebagai Tanda Penyakit, Mulai Dari Kuning Hingga Hitam
Efek Samping
Meskipun umumnya aman digunakan sesuai aturan, ambroxol tetap berpotensi menimbulkan efek samping. Efek samping ini bisa bersifat ringan maupun serius, meskipun kasus yang berat jarang terjadi.
- Efek Samping Serius (Jarang Terjadi)
Beberapa laporan medis menyebutkan adanya reaksi serius akibat penggunaan ambroxol, seperti:
- Sindrom Stevens-Johnson (SSJ)
- Toxic Epidermal Necrolysis (TEN)
- Eritema multiforme
Kondisi tersebut tergolong langka, tetapi membutuhkan perhatian medis segera jika muncul gejala seperti ruam kulit parah, lepuhan, atau reaksi kulit menyakitkan.
- Efek Samping Ringan yang Lebih Umum
Efek samping ringan ambroxol biasanya berhubungan dengan sistem pencernaan, seperti:
- Mual dan muntah
- Diare
- Dispepsia (gangguan pencernaan)
- Mulut kering
- Tenggorokan kering
- Nyeri perut
- Heartburn (rasa terbakar di dada)
- Hipoestesia faring (sensasi baal di tenggorokan)
- Disgeusia (perubahan rasa pada lidah)
- Reaksi Alergi
Selain efek pada saluran cerna, reaksi alergi terhadap ambroxol juga pernah dilaporkan meskipun jarang terjadi. Reaksi ini dapat berupa:
- Urtikaria (biduran)
- Ruam kulit
- Angioedema (pembengkakan di wajah, bibir, atau kelopak mata)
- Anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang berpotensi mengancam jiwa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









