Akurat

Rata-Rata Durasi Tidur di Setiap Negara, Indonesia Urutan Berapa?

Eko Krisyanto | 4 September 2025, 12:49 WIB
Rata-Rata Durasi Tidur di Setiap Negara, Indonesia Urutan Berapa?

AKURAT.CO Pola tidur masyarakat di berbagai belahan dunia ternyata sangat beragam. Variasi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari budaya, pola kerja, hingga perkembangan teknologi yang digunakan sehari-hari.

Di sejumlah negara, waktu istirahat menjadi prioritas utama sehingga rata-rata durasi tidur masyarakatnya cukup ideal.

Namun, ada juga negara-negara yang justru memiliki jam tidur lebih sedikit, termasuk Indonesia. 

Rata-rata durasi tidur masyarakat Indonesia masih berada di bawah rekomendasi standar kesehatan.

Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan kesehatan mental, serta mendukung produktivitas harian.

Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh tetap bugar, pikiran lebih fokus, dan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Durasi Tidur yang Dibutuhkan Anak Sesuai Tahapan usia

Durasi Tidur di Setiap Negara

Pola tidur masyarakat dunia ternyata sangat bervariasi.

Ada negara yang memiliki rata-rata jam tidur cukup panjang, sementara ada juga yang justru kurang dari rekomendasi ideal 7–9 jam per malam.

Berikut daftar negara dengan rata-rata durasi tidur terlama dan tersedikit di dunia:

10 Negara dengan Durasi Tidur Terlama

  1. Irlandia – 7 jam 37 menit

  2. Selandia Baru – 7 jam 27 menit

  3. Belanda – 7 jam 24 menit

  4. Finlandia – 7 jam 23 menit

  5. Inggris – 7 jam 22 menit

  6. Australia – 7 jam 20 menit

  7. Belgia – 7 jam 18 menit

  8. Swedia – 7 jam 15 menit

  9. Prancis – 7 jam 14 menit

  10. Denmark – 7 jam 14 menit

Negara-negara ini umumnya memiliki budaya yang menekankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sehingga masyarakatnya lebih memprioritaskan waktu istirahat.

10 Negara dengan Durasi Tidur Tersedikit

  1. Jepang – 5 jam 52 menit

  2. Arab Saudi – 6 jam 2 menit

  3. Korea Selatan – 6 jam 2 menit

  4. Filipina – 6 jam 8 menit

  5. Kuwait – 6 jam 15 menit

  6. Taiwan – 6 jam 21 menit

  7. Indonesia – 6 jam 25 menit

  8. Qatar – 6 jam 26 menit

  9. Malaysia – 6 jam 27 menit

  10. Singapura – 6 jam 34 menit

Beberapa faktor yang memengaruhi singkatnya durasi tidur di negara-negara tersebut antara lain gaya hidup yang padat, tuntutan pekerjaan, hingga tingginya penggunaan teknologi terutama gadget menjelang tidur.

Baca Juga: Bayi Susah Tidur? Coba 7 Cara agar Si Kecil Cepat Terlelap

7 Tips Memperbaiki Kualitas Tidur

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Jika kamu sering mengalami kesulitan tidur atau merasa tidak segar setelah bangun, berikut beberapa tips yang bisa membantu memperbaiki kualitas tidurmu:

1. Atur Jadwal Tidur yang Konsisten

Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari dapat membantu tubuh menyesuaikan jam biologisnya. Jika dilakukan secara rutin, tubuh akan terbiasa dan tidur menjadi lebih mudah.

2. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Ideal

Pastikan kamar tidur dalam kondisi nyaman yakni ruangan gelap, tenang, dengan kasur dan bantal yang mendukung postur tubuh. Lingkungan yang kondusif akan membuat tidur lebih nyenyak.

3. Batasi Penggunaan Handphone dan Gadget

Paparan cahaya biru dari ponsel, laptop, atau televisi dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur tidur. Usahakan berhenti menggunakan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.

4. Perhatikan Pola Makan dan Minum

Hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur. Idealnya, makan malam dilakukan minimal dua jam sebelum tidur. Selain itu, kurangi konsumsi kafein dan alkohol agar tubuh lebih rileks.

5. Lakukan Relaksasi Sebelum Tidur

Meditasi, membaca buku, atau mendengarkan musik tenang bisa membantu menenangkan pikiran setelah beraktivitas seharian. Relaksasi ini dapat membuat tubuh lebih siap untuk beristirahat.

6. Kelola Stres dan Kecemasan

Stres sering menjadi penyebab utama sulit tidur. Cobalah menulis jurnal (journaling) untuk menyalurkan pikiran dan perasaan sebelum tidur. Dengan begitu, pikiran terasa lebih ringan dan tidur lebih nyenyak.

7. Olahraga Secara Teratur

Aktivitas fisik membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur.

Lakukan olahraga ringan secara teratur, namun hindari olahraga berat menjelang waktu tidur agar tubuh tidak terlalu aktif.

Nadia Nur Anggraini (Magang) 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R