Kupas Tuntas Rahasia Sukses Personal Branding Dokter di ISWAM 2025

AKURAT.CO Indonesia kembali menegaskan pengaruhnya di panggung estetika internasional melalui penyelenggaraan 3rd ISAM Annual Meeting 2025 dan 16th International Symposium & Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM) di ICE BSD, Tangerang.
Ajang ilmiah yang dihimpun International Society of Aesthetic Medicine (ISAM) ini menarik perhatian publik setelah Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), hadir langsung meninjau rangkaian kegiatan.
Salah satu sesi yang paling banyak menyita perhatian peserta adalah kolaborasi antara dr. Teguh Tanuwidjaja, Presiden ISAM, dengan publik figur Atta Halilintar dalam membahas personal branding dokter di era digital.
Dalam paparannya, dr. Teguh menekankan pentingnya peran dokter sebagai komunikator publik yang terpercaya.
"Tugas dokter saat ini bukan hanya memberikan tindakan, tetapi juga menghadirkan edukasi yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat," ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga: Cara Bangun Personal Branding di Media Sosial
Sementara itu. Atta Halilintar menambahkan bahwa kesuksesan citra profesional tidak ditentukan oleh viralitas semata.
"Branding itu tentang konsistensi dan manfaat. Publik akan percaya jika dokter mampu berbagi informasi yang autentik, beretika dan relevan," jelasnya.
Sesi ini menjadi salah satu titik penting ISWAM 2025, memperlihatkan bagaimana integritas ilmiah dapat berjalan berdampingan dengan komunikasi digital yang modern.
Sinyal Dukungan Pemerintah
Kehadiran Wamenkes di lokasi acara menjadi penanda kuat bahwa pemerintah memberi dukungan pada penguatan standar kompetensi dan keamanan layanan estetika nasional.
Wemenkes meninjau berbagai sesi ilmiah serta booth industri estetika, termasuk teknologi perangkat medis, skincare dan inovasi anti-aging.
Baca Juga: Tips Membangun Portofolio Karier dalam Era Digital, Perkuat Personal Branding di Dunia Kerja
ISWAM 2025 diikuti lebih dari 200 pakar internasional dan delegasi dari 44 negara, menjadikannya salah satu forum estetika medis terbesar di Asia.
Sebagai Presiden ISAM, dr. Teguh Tanuwidjaja menyebut tahun 2025 sebagai momentum paling progresif, ditandai bertambahnya negara Presidency menjadi 44.
Di bawah arahannya, ISAM menetapkan empat agenda strategi yaitu Implementasi ISWAM di seluruh negara Presidency, Penyetaraan Credit Units setara standar CME/CPD, Program pertukaran profesor internasional, Ekspansi National Chapters ISAM hingga tingkat regional.
Langkah-langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak standar estetika dan anti-aging global.
Program unggulan seperti Cadaver Dissection, Anatomy Lab, dan Live Injection Demo kembali menjadi magnet utama peserta.
Baca Juga: Bosan Username Instagram Itu-itu Aja, Berikut Nama Sansekerta Keren Buat Personal Branding
ISWAM 2025 turut menjadi ajang diplomasi ilmu pengetahuan. Sejumlah duta besar negara sahabat hadir, termasuk Dubes Malaysia, Duber Serbia, Dubes Ekuador dan Dubes Uruguay.
Kehadiran para diplomat ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kapasitas akademik dan klinis ISAM di bawah kepemimpinan Indonesia.
Forum ini membuka kesempatan kolaborasi riset, pendidikan medis, hingga industri estetika lintas negara.
Dalam sesi ilmiah, dr. Teguh juga menyampaikan peluang besar Indonesia untuk memimpin sektor health-aesthetic tourism di Asia.
"Undonesia siap bersaing dengan Korea, Thailand dan Vietnam karena kita punya keunggulan medis, budaya dan kekuatan riset," katanya.
Baca Juga: Tips Jitu, Cara Mudah Bangun Personal Branding
Untuk memperkuat posisinya secara global, ISAM dan PERDESTI juga menetapkan tiga langkah lanjutan, yaitu Penyelenggaraan ISWAM nasional di seluruh negara Presidency, Implementasi International Credit Point System dan Pembentukan lembaga pengampu Aesthetic & Anti-Aging Medicine berbasis kurikulum global.
Dengan dukungan pemerintah, kepemimpinan ilmiah dr. Teguh Tanuwidjaja serta keterlibatan para duta besar, Indonesia semakin mantap membangun diri sebagai salah satu poros estetika dan anti-aging paling berpengaruh di Asia Pasifik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









