AKURAT.CO Pertanyaan tentang berapa durasi tidur yang dibutuhkan anak-anak masih menjadi pertanyaan bagi banyak orang tua. Ya, pertanyaan ini kerap kali muncul kala orang tua merasa anak kurang tidur.
Tentu, Mom tahu bahwa tidur sangat penting untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Tetapi apakah mereka benar-benar mendapatkan durasi istirahat yang tepat? Bagaimana Mom bisa tahu dengan pasti?
Sejujurnya setelah balita, anak-anak tidak akan bangun di malam hari. Mereka akan tidur lebih lama, dan tidak akan menolak istirahat. Tapi, pertempuran sebelum tidur bisa terjadi pada usia berapa pun.
Jika Mom pun bertanya-tanya tentang hal yang sama, berikut AKURAT.CO coba uraikan berapa durasi tidur anak dalam satu hari menurut para ahli, Kamis (5/8/2021):
Bayi
Carleara Weiss, Penasihat Ilmu Tidur di Aeroflow Healthcare, mengatakan bahwa menurut American Academy of Sleep Medicine, didukung oleh American Academy of Pediatrics, bayi usia 0 sampai 3 bulan membutuhkan sekitar 14 hingga 17 jam.
Pada dasarnya, banyak bayi sekitar usia 4 hingga 6 bulan yang secara perkembangan siap untuk tidur sepanjang malam. Namun, Mom perlu memahami bahwa tahapan setiap anak berbeda-beda. Jadi, Mom mungkin akan mengalami hal- yang berbeda pula.
Sementara, untuk tahun pertama kehidupannya, psikolog tidur Dr. Lynelle Schneeberg mengatakan bahwa kebanyakan bayi membutuhkan 12 hingga 15 jam tidur setiap hari, termasuk tidur siang.
Batita
Umumnya, anak dari usia 1 hingga 2 akan membutuhkan sekitar 11 hingga 14 jam tidur setiap hari. Ini juga bisa termasuk tidur siang, seperti yang dicatat Schneeberg. Balita dapat mengalami regresi tidur dan bahkan berjalan dalam tidur. Jadi, penting bagi orang tua untuk membangun dan menindaklanjuti kebiasaan tidur yang sehat selama tahap ini.
Konsultan tidur Christine Stevens merekomendasikan untuk melacak tidur anak untuk memastikan Si Kecil mendapatkan jumlah tidur yang cukup.
"Jika anak jauh di luar kisaran yang direkomendasikan, mereka kemungkinan tidak cukup tidur," kata Stevens.
“Mom juga dapat mengetahui apakah anak tidak tidur nyenyak jika mereka bangun pagi-pagi sekali — 4:00 hingga 5:00 pagi — atau bangun beberapa kali per malam dan membutuhkan banyak waktu untuk bisa kembali tidur," jelasnya.
Prasekolah
Untuk anak-anak antara usia 3 dan 5, ahli merekomendasikan tidur 10 sampai 13 jam setiap hari. Pada titik tertentu selama tahun-tahun prasekolah, kebanyakan anak akan siap untuk berhenti tidur siang, tetapi tahap ini berbeda untuk setiap anak.
Menurut Schneeberg, salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah anak-anak pada usia ini mendapatkan istirahat yang cukup adalah tentang bagun pagi. Ya, Mom hanya perlu memperhatikan appakah anak perlu dibangunkan atau tidak untuk sekolah.
“Jika Mom perlu membangunkan anak usia sekolah dasar untuk sekolah, kemungkinan besar dia tidak cukup tidur,” jelasnya.
“Anak-anak harus terbangun secara alami pada usia ini," tukasnya.
Anak usia sekolah
Para ahli mengatakan bahwa anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun harus tidur antara sembilan dan 12 jam setiap malam. Pada titik ini, Mom mungkin perlu menyesuaikan jam tidur dan rutinitas pagi anak, seperti jadwal sekolah dan kegiatan lainnya. Yang paling penting, anak mendapatkan istirahat yang cukup agar dapat beraktivitas dengan baik di siang hari.
“Seorang anak yang tidur nyenyak akan aktif, dalam suasana hati yang baik, mampu berkonsentrasi dalam aktivitas, dan memiliki perkembangan belajar yang sesuai dengan usia mereka,” Weiss.
“Sementara, anak yang kurang tidur akan mengalami masalah perilaku, sulit berkonsentrasi, dan belajar," ujarnya.
Seorang anak yang kurang tidur juga mungkin lebih sering sakit, lebih rentan terhadap kecemasan, lekas marah, dan menangis, dan berpotensi untuk makan terus-menerus dan penambahan berat badan.
Remaja
Rekomendasi tidur harian untuk remaja sebenarnya adalah antara delapan dan 10 jam.
"Ingat bahwa anak-anak kita bukan robot. Mereka belajar pada tahap yang berbeda dan pasti memiliki kebutuhan tidur yang berbeda. Dan beberapa membutuhkan lebih banyak tidur daripada yang lain," kata Stevens.
Jadi, jika anak remaja suka tidur lebih lama di akhir pekan atau begadang di sana-sini, tidak apa-apa untuk memberi mereka sedikit kelonggaran.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik




