10 Cara Menurunkan Darah Tinggi Menurut Sains: Mudah, Alami, dan Ampuh!

AKURAT.CO Tekanan darah tinggi bukan cuma urusan orang tua. Anak muda pun bisa kena tanpa sadar. Gaya hidup serba cepat, stres, dan pola makan sembarangan jadi pemicu utamanya. Kabar baiknya, kamu bisa menurunkan tekanan darah secara alami — dan semuanya didukung oleh riset ilmiah yang kredibel!
Artikel ini akan bantu kamu memahami apa saja kebiasaan dan perubahan kecil yang bisa turunkan darah tinggi, plus kenapa langkah-langkah ini terbukti manjur secara medis.
Apa Itu Darah Tinggi dan Siapa yang Harus Waspada?
Darah tinggi alias hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah dalam arteri terlalu tinggi (umumnya di atas 130/80 mmHg). WHO menyebutnya sebagai “silent killer” karena sering datang tanpa gejala, tapi bisa picu stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.
Usia muda pun rentan, apalagi kalau kamu:
-
Jarang olahraga
-
Sering makan makanan asin atau fast food
-
Terpapar stres berat
-
Kurang tidur
-
Sering konsumsi alkohol, rokok, atau kafein berlebih
10 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami dan Ilmiah
1. Kurangi Garam, Bukan Cuma MSG
Banyak orang salah kaprah: garam itu bukan cuma dari MSG, tapi juga dari saus, camilan, dan makanan kemasan.
???? Studi NEJM membuktikan, mengurangi asupan garam bisa menurunkan tekanan darah hingga 5–6 mmHg.
Target: Konsumsi maksimal 1 sendok teh garam per hari (1.500–2.300 mg natrium)
2. Ikuti Pola Makan DASH
DASH = Dietary Approaches to Stop Hypertension. Bukan diet aneh-aneh, ini justru disarankan oleh dokter di seluruh dunia.
Apa isinya?
-
Banyak buah & sayur
-
Gandum utuh, kacang-kacangan
-
Produk susu rendah lemak
-
Sedikit lemak jenuh dan daging olahan
Hasilnya? Bisa turunkan tekanan sistolik 8–14 mmHg.
3. Rajin Bergerak, Jangan Mager
Olahraga ringan kayak jalan cepat 30 menit aja sudah cukup bantu turunkan tekanan darah.
Menurut American Heart Association, olahraga rutin bisa turunkan tekanan darah 4–9 mmHg.
Rekomendasi: 5x seminggu, minimal 30 menit.
4. Turunkan Berat Badan Sedikit Demi Sedikit
Kelebihan berat badan bikin jantung kerja lebih keras.
Fakta: Turun 1 kg berat badan bisa bantu turunkan tekanan darah sekitar 1 mmHg.
Mulai dari langkah kecil, misalnya hindari minuman manis atau naik tangga tiap hari.
5. Kurangi Alkohol, Efeknya Langsung Terasa
Satu gelas anggur mungkin terasa classy, tapi sering minum bisa bikin tekanan darah naik.
WHO menyarankan: maksimal 1 gelas per hari untuk wanita, 2 gelas untuk pria.
Baca Juga: Rahasia Gaya Hidup Pro Anti-Aging: Belajar dari Mahathir dan Dalai Lama
Baca Juga: Memahami Histopatologi, Diagnosis Penyakit Penting dan Akurat
6. Kelola Stres dengan Cara Sehat
Stres bikin hormon adrenalin melonjak → tekanan darah ikut naik.
Solusinya?
-
Coba teknik napas dalam
-
Meditasi 10 menit
-
Dengarkan musik tenang
-
Coba journaling harian
Studi dari Journal of Hypertension 2020: teknik relaksasi bisa turunkan tekanan darah hingga 5 mmHg.
7. Stop Merokok
Setiap batang rokok menaikkan tekanan darah secara instan selama beberapa menit. Lama-lama, pembuluh darah rusak permanen.
Berhenti merokok bukan cuma turunkan tekanan darah, tapi juga turunkan risiko kematian dini.
8. Hati-Hati Kafein
Ngopi tiap hari nggak dilarang, tapi efek kafein bisa bikin tekanan darah naik sementara — apalagi buat yang jarang konsumsi.
Kalau kamu ngerasa deg-degan setelah ngopi, pertimbangkan untuk:
-
Ganti ke kopi decaf
-
Batasi 1–2 cangkir per hari
9. Makan Makanan Kaya Kalium
Kalium bantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Fungsinya kayak “penetral garam”.
Sumber kalium tinggi:
-
Pisang
-
Alpukat
-
Bayam
-
Kentang
WHO menyarankan asupan kalium harian sekitar 3.500–4.700 mg.
10. Cek Gula Darah dan Kolesterol Secara Berkala
Hipertensi sering “temenan” sama kolesterol tinggi dan diabetes. Kombinasi ini bikin pembuluh darah makin rusak.
Solusi:
-
Kurangi makanan olahan & manis
-
Pilih protein tanpa lemak
-
Rutin cek lab 6 bulan sekali
Kesimpulan: Perubahan Kecil, Dampak Besar
Menurunkan tekanan darah nggak harus dengan obat mahal. Banyak langkah alami yang terbukti efektif lewat riset medis. Yang penting konsisten — dan mulai dari yang paling mudah dilakukan.
Sudah siap ubah gaya hidup jadi lebih sehat?
Kalau kamu tertarik dengan informasi kesehatan berbasis sains seperti ini, pantau terus update lainnya di Akurat.co.
Baca Juga: Mengenal LDL dan HDL: Dua Wajah Kolesterol dalam Tubuh Manusia
Baca Juga: 23 Persen Balita Alami Anemia, Menteri PPPA Minta Orang Tua Perhatikan Asupan Zat Besi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








