Rahasia Gaya Hidup Pro Anti-Aging: Belajar dari Mahathir dan Dalai Lama
AKURAT.CO Usia boleh menua, tetapi semangat hidup dan kejernihan pikiran bisa tetap menyala. Itu bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dibuktikan oleh para tokoh dunia seperti Dr. Mahathir Mohamad yang masih aktif berbicara di publik pada usia 99 tahun, dan Dalai Lama yang tetap bertenaga secara fisik dan spiritual di usia 90-an.
Lantas, apa rahasia mereka? Gaya hidup “pro anti-aging” tampaknya bukan semata soal kosmetik, melainkan seni hidup seimbang antara tubuh, pikiran, dan spiritualitas yang diperkuat oleh sains.
1. Tujuan Hidup: Vaksin Psikologis Terhadap Penuaan
Dr. Mahathir menyatakan dalam wawancaranya dengan The Oxford Union (2018), bahwa "seseorang tetap muda selama dia berpikir dan merasa bahwa dia berguna." Konsep ini sejalan dengan prinsip Ikigai dari Jepang, alasan untuk bangun pagi, yang menjadi kunci umur panjang masyarakat Okinawa.
Penelitian dari National Institutes of Health (NIH) pada 2019 menunjukkan bahwa memiliki tujuan hidup yang jelas secara signifikan menurunkan risiko kematian dini dan penyakit jantung.
2. Pola Makan Bersih: Nutrisi yang Melawan Penuaan Sel
Dan Buettner, peneliti Blue Zones, daerah dengan konsentrasi penduduk berumur panjang tertinggi, menemukan bahwa diet mereka cenderung berbasis nabati, rendah daging olahan, dan hampir tanpa makanan olahan modern.
Lebih lanjut, studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menegaskan bahwa diet tinggi polifenol, seperti yang ditemukan dalam buah beri, teh hijau, dan minyak zaitun extra virgin, membantu memperlambat penuaan sel melalui efek antioksidan dan antiinflamasi.
3. Aktivitas Fisik Rutin: Menolak Lemah Meski Menua
Dalai Lama memulai paginya dengan jalan kaki dan meditasi sejak pukul 3:30 pagi. “Jika Anda ingin hidup lebih lama, rawat tubuh Anda seperti Anda merawat mobil. Gunakan dan servis secara berkala,” ujarnya dalam dokumenter Dalai Lama Renaissance (2007).
WHO menyarankan latihan fisik 150 menit per minggu untuk orang dewasa, dengan kombinasi latihan aerobik dan penguatan otot. Aktivitas ringan seperti berjalan, berkebun, dan latihan pernapasan memiliki efek protektif terhadap penyakit degeneratif dan penuaan dini.
4. Tidur dan Autophagy: Pembersihan Sel Alami
Dr. Yoshinori Ohsumi, peraih Nobel Kedokteran 2016, membuktikan bahwa proses autophagy, yakni pemecahan dan daur ulang sel yang rusak, merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penuaan. Proses ini aktif saat puasa, tidur cukup, dan olahraga teratur.
Penelitian terbaru di Nature Aging (2021) menunjukkan bahwa gangguan tidur kronis mempercepat penuaan otak dan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.
5. Spiritualitas dan Hubungan Sosial: Imunitas Jiwa
Masyarakat Okinawa, Sardinia, dan Adventist Loma Linda punya satu kesamaan: ikatan sosial yang kuat dan ritual spiritual yang konsisten. Sebuah meta-analisis dari PLOS Medicine (2010) mencatat bahwa orang dengan hubungan sosial baik memiliki kemungkinan 50% lebih besar untuk hidup lebih lama (doi:10.1371/journal.pmed.1000316).
Dalai Lama menyebutkan dalam The Book of Joy (bersama Desmond Tutu) bahwa kasih sayang dan kedamaian batin adalah obat alami terhadap penderitaan fisik dan mental, dua faktor yang mempercepat penuaan.
6. Puasa Intermiten dan Kalori Terbatas: Strategi Molekuler
Penelitian oleh Dr. Valter Longo, profesor di USC dan penulis The Longevity Diet, menunjukkan bahwa pembatasan kalori dan puasa periodik dapat meningkatkan umur sel dan memperbaiki profil metabolik tubuh.
Dalam uji coba pada hewan dan manusia, Longo menemukan bahwa siklus diet rendah kalori selama 5 hari dalam sebulan memicu regenerasi sistem kekebalan tubuh dan memperlambat proses penuaan (Cell Metabolism, 2015; doi:10.1016/j.cmet.2015.05.012).
7. Suplemen & Teknologi: Opsi Modern Pendukung
Walau bukan solusi utama, suplemen seperti vitamin D3 + K2, omega-3, astaxanthin, dan NAD+ boosters (seperti NMN) terbukti memiliki potensi anti-aging menurut jurnal Nature Reviews Molecular Cell Biology (2018). Namun, dosis dan penggunaannya perlu pengawasan medis.
Gaya hidup anti-aging sejati bukanlah penolakan terhadap usia, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap amanah hidup. Dr. Mahathir menegaskan, “Kalau badan kita rusak, kita tidak bisa bekerja, berpikir, atau membantu orang lain.”
Mengikuti jejak mereka, siapa pun bisa memulai hari ini dengan tidur lebih baik, makan lebih bersih, bergerak lebih sering, dan hidup dengan niat yang bermakna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









