Memahami Histopatologi, Diagnosis Penyakit Penting dan Akurat

AKURAT.CO Histopatologi adalah cabang ilmu patologi yang sangat penting di dunia medis. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit dengan melihat jaringan tubuh di bawah mikroskop.
Lalu, apa sebenarnya Histopatologi dan kenapa pemeriksaan ini begitu penting untuk mengetahui jenis penyakit?
Histopatologi menggabungkan ilmu tentang jaringan (histologi) dan ilmu penyakit (patologi) untuk melihat perubahan sel dan struktur jaringan yang bisa menunjukkan adanya penyakit.
Baca Juga: Waspada AGEs, Senyawa Tersembunyi Pemicu Penyakit dan Penuaan Dini pada Makanan
Peran Penting Histopatologi dalam Diagnosis Medis
Dikutip dari Halodoc, pemeriksaan histopatologi merupakan salah satu metode utama yang digunakan dokter untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita pasien.
Bukan hanya untuk mendiagnosis kanker, pemeriksaan ini juga digunakan untuk mendeteksi infeksi, gangguan jaringan, penyakit autoimun serta penyakit pada organ penting seperti ginjal dan hati.
Hasil dari pemeriksaan ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan penyakit dan memilih pengobatan yang paling tepat.
Baca Juga: Fenomena Aphelion Bikin Udara Dingin? Ini Amalan Islam Agar Selamat dari Penyakit
Prosedur Pemeriksaan Histopatologi di Laboratorium
Proses pemeriksaan histopatologi dilakukan dengan beberapa tahapan penting agar hasilnya akurat.
Menurut Infolabmed, berikut langkah-langkah utamanya:
1. Penerimaan Sampel
Sampel jaringan dikirim dari pasien dalam wadah steril, lengkap dengan data pasien dan riwayat medis.
Baca Juga: Gibran Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Puskemas untuk Deteksi Dini Penyakit
Jaringan langsung diawetkan dengan cairan formalin 10 persen (kecuali untuk cryostat yang menggunakan jaringan segar). Setiap sampel diberi kode unik.
2. Pemrosesan Jaringan
Jaringan melalui tahap dehidrasi dengan alkohol bertingkat untuk menghilangkan air kemudian tahap clearing dengan xylene agar jaringan siap diproses dan terakhir dimasukkan ke dalam blok parafin.
3. Sectioning (Pemotongan)
Blok parafin yang berisi jaringan dipotong sangat tipis (sekitar 3-4 mikrometer) menggunakan alat mikrotom.
Baca Juga: Pekan Imunisasi 2025, IDAI dan Dinkes Jabar Ajak Masyarakat Waspadai Penyakit yang dapat Dicegah
Sebelum dipotong, blok biasanya didinginkan di atas es agar irisan lebih baik.
4. Staining (Pewarnaan)
Potongan jaringan yang tipis ditempelkan pada kaca objek, lalu diberi warna.
Pewarna standar adalah Hematoxylin dan Eosin (H&E), yang membuat inti sel tampak biru dan sitoplasma berwarna merah.
Ada juga pewarna khusus untuk mendeteksi kondisi tertentu, seperti pewarnaan AB dan PAS untuk jamur atau Giemsa untuk bakteri H. pylori pada lambung.
Baca Juga: Donny Fattah Bassist God Bless Harus Konsumsi 32 Obat Sehari karena Tiga Penyakit
5. Cryostat
Untuk kasus gawat darurat yang butuh hasil cepat (STAT), digunakan metode cryostat.
Jaringan segar langsung dipotong pada suhu di bawah 21°C tanpa difiksasi sehingga hasil bisa diperoleh lebih cepat.
Perbedaan Histopatologi dan Sitopatologi
Selain histopatologi, dikenal juga istilah sitopatologi. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sampel yang diperiksa.
Baca Juga: 7 Ramuan Herbal Ampuh Obati Penyakit Tenggorokan Secara Alami
Histopatologi melihat jaringan secara utuh sehingga hubungan antar sel dan struktur jaringan terlihat jelas.
Sementara itu, sitopatologi hanya melihat sel-sel secara individu atau kelompok kecil tanpa memperhatikan struktur jaringan di sekitarnya.
Kedua jenis pemeriksaan ini dianalisis oleh Dokter Spesialis Patologi Anatomi untuk menilai penyakit seperti tumor, stadium kanker, penyebaran, infeksi atau gangguan lainnya.
Baca Juga: Etana Perkuat Inovasi Pengobatan Penyakit Ginjal di Indonesia
Secara singkat, Histopatologi adalah metode penting dalam dunia medis yang membantu mengungkap penyakit lewat analisis jaringan tubuh.
Dari proses pengambilan sampel hingga interpretasi oleh dokter ahli, pemeriksaan ini sangat membantu dalam memastikan diagnosis yang tepat dan memilih pengobatan terbaik untuk pasien.
Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









