AKURAT.CO Intermittent fasting kini semakin populer sebagai metode pola makan yang dipercaya efektif menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Berbeda dengan diet konvensional yang membatasi jenis makanan.
Intermittent fasting lebih menekankan pada pengaturan waktu makan. Metode ini dinilai lebih fleksibel karena tidak mewajibkan pantangan tertentu sehingga cocok untuk pemula yang ingin memulai pola hidup sehat tanpa tekanan yang berlebihan.
Intermittent fasting atau puasa berselang adalah pola makan yang membagi waktu antara periode makan dan puasa. Berikut beberapa tips sederhana untuk pemula:
1. Pilih metode yang sesuai (metode paling umum adalah 16/8, Berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jendela waktu 8 jam).
2. Mulai perlahan, beri waktu tubuh beradaptasi.
3. Tetap terhidrasi (minum air mineral) saat berpuasa.
4. Pilih makanan bergizi saat waktu makan.
5. Hindari makan berlebihan setelah puasa selesai.
Meskipun siapa saja pada dasarnya bisa mencoba metode ini, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, terutama bagi penderita penyakit kronis, ibu hamil, atau mereka yang memiliki riwayat gangguan makan.
Metode ini menjadi populer karena dinilai tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga meningkatkan kesehatan metabolik, memperbaiki sensitivitas insulin, dan bahkan mendukung regenerasi sel.
Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, seorang ahli saraf bernama Dr. Mark Mattson mengatakan bahwa “intermittent fasting dapat meningkatkan kesehatan otak dan bahkan memperpanjang harapan hidup, bila dilakukan secara konsisten dan tepat.” Pernyataan ini diperkuat oleh hasil penelitian yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine, yang menunjukkan bahwa puasa berkala memiliki dampak positif terhadap tekanan darah, kadar gula darah, serta menurunkan risiko peradangan dalam tubuh.
Bagi pemula yang ingin memulai intermittent fasting, kunci keberhasilannya terletak pada konsistensi dan adaptasi bertahap. Tidak perlu langsung menerapkan metode 16/8 jika tubuh belum terbiasa. Sebaiknya mulai dengan metode yang ringan seperti 12/12, lalu tingkatkan secara perlahan.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi selama masa puasa dan hindari makan secara berlebihan setelah jendela makan dibuka. Konsumsi makanan bergizi seimbang tetap menjadi hal yang penting agar hasilnya optimal.
Intermittent fasting bukanlah solusi instan, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Jika dilakukan dengan benar, pola makan ini dapat membantu seseorang merasa lebih bugar, menjaga berat badan tetap ideal, dan menurunkan risiko penyakit kronis.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)