Akurat

Teknologi Bantu Perangi Hepatitis: Momentum Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli

Petrus C. Vianney | 28 Juli 2025, 21:14 WIB
Teknologi Bantu Perangi Hepatitis: Momentum Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli

AKURAT.CO Setiap tanggal 28 Juli, dunia memperingati Hari Hepatitis Sedunia untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit hepatitis. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

Dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin (28/7/2025), lebih dari 1,3 juta orang meninggal setiap tahun akibat hepatitis, terutama tipe B dan C. Tahun ini, tema yang diangkat adalah 'Hepatitis Can’t Wait' sebagai ajakan bertindak lebih cepat.

Di era digital, teknologi kesehatan semakin berperan dalam pencegahan dan penanganan hepatitis. Salah satunya melalui aplikasi seperti Halodoc dan Alodokter yang memudahkan konsultasi medis secara daring.

Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa memeriksa gejala awal hepatitis tanpa perlu datang ke rumah sakit. Akses informasi seputar vaksinasi dan rujukan dokter juga lebih cepat diperoleh.

Rumah sakit kini juga memanfaatkan rekam medis elektronik untuk menyimpan riwayat imunisasi dan hasil tes hepatitis. Hal ini membuat proses diagnosis lebih efisien dan akurat.

Tak hanya itu, kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan dalam mendeteksi hepatitis melalui analisis data laboratorium. AI membantu dokter mengenali pola penyakit lebih cepat dan tepat.

Inovasi lain datang dari bioteknologi yang berhasil mengembangkan alat tes hepatitis portabel. Alat ini sangat berguna untuk wilayah terpencil yang sulit dijangkau layanan medis.

Kampanye digital juga makin gencar dilakukan di media sosial. Konten edukatif tentang bahaya hepatitis dan pentingnya vaksinasi terus dibagikan agar menjangkau generasi muda.

Teknologi turut membantu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Semakin banyak orang yang paham gejala hepatitis, semakin besar peluang untuk deteksi dini.

Momentum Hari Hepatitis Sedunia ini menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya soal alat, tapi juga soal akses dan edukasi. Dengan kolaborasi antara tenaga medis, teknologi dan masyarakat, pemberantasan hepatitis bisa lebih cepat tercapai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.