Hati-hati! Ini 9 Makanan yang Banyak Terkontaminasi Mikroplastik

AKURAT.CO Masih banyak yang harus dipelajari tentang mikroplastik dan dampaknya bagi kesehatan. Meski sulit diterima bahwa mikroplastik ada di banyak makanan, jangan biarkan hal ini menghalangi Anda makan sehat.
Pola makan seimbang tetap penting agar tubuh berfungsi optimal, dengan atau tanpa mikroplastik. Menurut FDA AS, bukti saat ini tidak menunjukkan bahwa tingkat mikroplastik dalam makanan berisiko bagi kita.
Namun, Anda mungkin tetap ingin meminimalkan konsumsi mikroplastik secara pasif. Berikut adalah makanan yang paling umum mengandung mikroplastik, dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk menguranginya :
1. Makanan Laut
Salah satu cara utama partikel plastik masuk ke makanan adalah melalui plastik sekali pakai yang terurai dan masuk ke perairan dan tanah. Ketika sampai ke laut, akhirnya masuk ke makanan laut kita.
"Mikroplastik kemudian diserap oleh plankton dan disangka makanan oleh ikan dan kerang," kata Dr. Joseph Mercola, dokter osteopati bersertifikat. "Partikel kecil ini terakumulasi di daging, lalu berakhir di piring kita."
Sebuah studi dari Portland State University menemukan berbagai mikroplastik di 180 dari 182 sampel makanan laut yang diuji. Mikroserat adalah jenis mikroplastik yang paling umum ditemukan.
2. Kantong Teh
Polipropilena sering digunakan untuk membuat kantong teh, dan bahkan jika Anda memilih kantong teh kertas, tetap bisa mengandung mikroplastik. Saat kantong teh terkena air panas, mikroplastik dapat terlepas ke dalam teh Anda.
Peneliti di Autonomous University of Barcelona menemukan bahwa kantong teh polipropilena dapat melepaskan partikel plastik hingga miliaran, dan kantong teh nilon serta selulosa hingga jutaan.
Cara menghindari: Gunakan teh daun lepas dan saringan stainless steel.
3. Beras
Beras juga menjadi tempat berkumpulnya mikroplastik. Studi dari University of Queensland menemukan bahwa setiap setengah cangkir beras mengandung 3-4 mg plastik. Jika menggunakan beras instan, angkanya empat kali lipat, yaitu 13 mg.
Cara menghindari: Mencuci beras dapat mengurangi kontaminasi plastik sebesar 20-40% (menggunakan air yang sudah disaring).
4. Garam dan Gula
Sebuah studi menemukan bahwa 90% dari 39 merek garam di seluruh dunia mengandung mikroplastik. Ini kemungkinan akibat kontaminasi lingkungan dan proses produksi serta pengemasan yang menggunakan plastik. Mikroplastik juga ditemukan dalam gula.
Cara menghindari: Pilih garam dan gula yang dikemas dalam kaca atau karton.
5. Air Dalam Botol
Air kemasan adalah salah satu sumber mikroplastik dan nanoplastik paling terkenal. Satu studi memperkirakan ada sekitar 240.000 partikel plastik dalam satu liter air botolan.
Cara menghindari: Minum air keran dari wadah stainless steel atau kaca.
6. Madu
Madu juga bisa mengandung mikroplastik, bahkan jika dikemas dalam toples kaca. Serat mikroplastik dapat berasal dari lebah dan polusi lingkungan.
Cara menghindari: Beli madu dari peternak lokal yang biasanya menggunakan metode panen lebih alami dan berkelanjutan.
7. Buah dan Sayur
Buah dan sayur juga bisa mengandung mikroplastik. Studi menemukan apel adalah buah yang paling terkontaminasi, dan wortel adalah sayuran paling terkontaminasi.
"Tanaman dapat menyerap mikro- dan nanoplastik dari tanah melalui akar, sehingga bagian yang bisa dimakan ikut terkontaminasi," kata Mercola.
Cara menghindari: Cuci buah dan sayur dengan bersih, kupas jika memungkinkan, dan pilih produk lokal atau organik.
8. Protein
Studi dari Ocean Conservancy menemukan bahwa 88% protein nabati dan hewani mengandung mikroplastik. Protein yang sangat diproses, seperti nugget nabati, stik ikan, atau nugget ayam, mengandung mikroplastik paling banyak.
Cara menghindari: Penelitian lebih lanjut masih diperlukan, namun tubuh tetap membutuhkan protein dari sumber apa pun.
9. Permen Karet
Mikroplastik baru saja ditemukan dalam permen karet. Peneliti di UCLA menemukan bahwa mikroplastik dilepaskan langsung ke mulut kita setiap kali kita mengunyah permen karet. Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di Chemistry for Life, para ilmuwan menguji 10 merek permen karet berbeda dan menemukan mikroplastik di setiap merek.
Baik varian alami maupun sintetis terbukti melepaskan partikel plastik mikroskopis saat dikunyah. Rata-rata, setiap gram permen karet melepaskan sekitar 100 mikroplastik, dengan beberapa potongan mencapai 600. Ini menambah kekhawatiran tentang seberapa banyak plastik yang tanpa sadar kita konsumsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









