Akurat

5 Cara Membedakan Info Herbal Hoax dan Valid: Panduan Lengkap untuk Kamu

Annisa Fadhilah | 27 April 2025, 13:13 WIB
5 Cara Membedakan Info Herbal Hoax dan Valid: Panduan Lengkap untuk Kamu

AKURAT.CO Di tengah maraknya informasi yang beredar di media sosial, tidak jarang kita menemui klaim-klaim kesehatan yang datangnya dari produk herbal. Namun, sayangnya, tidak semua informasi yang ada dapat dipercaya begitu saja.

Ada banyak info hoax yang beredar yang dapat membingungkan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara membedakan info herbal hoax dan valid agar bisa terhindar dari penipuan dan memilih produk herbal yang benar-benar bermanfaat.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Tentang Dosis Tepat Konsumsi Herbal untuk Pemula

Artikel yang disadur dari website pafipckotabanyuwangi.org ini akan memberikan panduan lengkap untuk membantumu mengenali mana informasi herbal yang valid dan mana yang hanya hoax.

1. Kenali Sumber Informasi yang Terpercaya

Langkah pertama yang harus Kamu lakukan adalah memeriksa sumber informasi yang menyebarkan klaim tersebut. Informasi yang valid biasanya berasal dari sumber yang terpercaya seperti universitas, lembaga kesehatan, atau organisasi medis yang terkemuka.

Di Indonesia, banyak perguruan tinggi dan lembaga kesehatan yang telah melakukan penelitian mendalam mengenai manfaat dan keamanan produk herbal. Misalnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) atau Universitas Airlangga (UNAIR) sering kali melakukan riset tentang tanaman herbal yang ada di Indonesia. Selain itu, lembaga seperti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) juga sangat kredibel dalam memberikan informasi terkait keamanan produk herbal.

Jadi, pastikan untuk mencari tahu apakah informasi tersebut berasal dari situs resmi atau lembaga yang memiliki reputasi baik. Jangan mudah terjebak dengan informasi yang bersumber dari akun media sosial atau blog yang tidak jelas asal-usulnya.

2. Perhatikan Bukti Ilmiah yang Disertakan

Info herbal yang valid harus disertai dengan bukti ilmiah yang jelas. Jika Kamu menemukan klaim kesehatan tentang suatu produk herbal, pastikan klaim tersebut didukung dengan penelitian yang dapat diakses publik. Sebuah artikel yang sah biasanya akan merujuk pada jurnal ilmiah atau hasil riset yang dipublikasikan oleh universitas atau lembaga medis.

Contohnya, penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran mengenai khasiat temulawak untuk meningkatkan daya tahan tubuh dapat dijadikan rujukan yang sah.

Jika informasi yang kamu temui tidak dilengkapi dengan sumber yang jelas atau hanya berupa klaim tanpa bukti, maka kemungkinan besar itu adalah hoax.

3. Teliti Kemungkinan Efek Samping

Salah satu cara untuk membedakan info herbal hoax dan valid adalah dengan mengecek apakah ada informasi mengenai efek samping penggunaan produk tersebut.

Produk herbal yang sah biasanya disertai dengan informasi lengkap mengenai dosis yang aman dan kemungkinan efek samping yang dapat terjadi. Dalam dunia kesehatan, tidak ada produk yang sepenuhnya bebas dari risiko. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa meskipun herbal memiliki banyak manfaat, penggunaannya tetap harus hati-hati.

Di Indonesia, penelitian tentang produk herbal sering dilakukan oleh lembaga seperti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang mengkaji efek samping dan interaksi herbal dengan obat-obatan lain. Jika informasi yang Kamu terima tidak menyebutkan efek samping atau justru memberikan klaim yang berlebihan tanpa dasar ilmiah, itu adalah tanda kuat bahwa informasi tersebut bisa jadi hoax.

4. Cek Reputasi Produk Herbal yang Dikenalkan

Produk herbal yang valid biasanya sudah terdaftar di BPOM dan mendapatkan izin edar yang sah. Kamu bisa mengecek status legalitas produk tersebut melalui situs resmi BPOM. Produk herbal yang tidak terdaftar di BPOM atau belum melalui uji keamanan dan kualitas sebaiknya dihindari.

Penggunaan produk yang tidak terjamin keamanannya bisa membawa risiko kesehatan yang lebih besar.

Perhatikan juga apakah produk tersebut telah teruji melalui uji klinis atau uji toksikologi.

Di Indonesia, banyak produk herbal yang sudah melalui pengujian di laboratorium resmi yang dapat memberikan jaminan bahwa produk tersebut aman digunakan. Produk yang mengklaim manfaat tertentu tanpa bukti uji klinis sangat berisiko.

5. Wasapadai Klaim yang Terlalu Menggiurkan

Salah satu ciri khas informasi herbal hoax adalah klaim yang terlalu menggiurkan atau tidak masuk akal. Misalnya, sebuah produk yang diklaim dapat menyembuhkan segala macam penyakit hanya dalam waktu singkat tanpa efek samping sama sekali. Klaim seperti ini harus sangat kamu waspadai. Herbal memang memiliki banyak manfaat, namun tidak ada satupun produk yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit dengan cepat dan tanpa efek samping.

Biasanya, penelitian yang dilakukan terhadap produk herbal memerlukan waktu yang cukup lama untuk membuktikan hasilnya.

Jadi, jika sebuah produk herbal mengklaim dapat menyembuhkan penyakit tertentu dalam waktu singkat, kemungkinan besar itu adalah informasi hoax.

Baca Juga: BPOM Bantah Tuduhan Penggunaan Merkuri di Pabrik Kosmetik Ratansha: Hoaks yang Merugikan!

Dalam memilih informasi tentang herbal, Kamu perlu lebih bijak dalam memverifikasi kebenarannya.

Pastikan untuk selalu mengutamakan sumber yang kredibel seperti lembaga kesehatan atau universitas yang sudah teruji kualitas penelitiannya.

Hindari informasi yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang jelas dan jangan mudah percaya pada klaim yang terdengar terlalu menggiurkan tanpa bukti yang valid.

Selalu ingat bahwa meskipun herbal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, penggunaannya tetap harus dilakukan dengan hati-hati.

Pastikan produk yang Kamu pilih sudah terdaftar di BPOM dan aman untuk digunakan. Jangan sampai terjebak dengan informasi hoax yang bisa membahayakan kesehatanmu. Menggunakan herbal dengan bijak dapat memberikan banyak manfaat, tetapi kamu harus tetap waspada agar tidak terjerumus pada klaim palsu yang dapat merugikan.

Dengan mengikuti panduan ini, Kamu dapat lebih cerdas dalam memilih informasi dan produk herbal yang tepat.

Jangan ragu untuk melakukan riset lebih lanjut dan selalu utamakan kesehatanmu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.