Kenali Penyebab Nyeri Dada pada Ibu Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan

AKURAT.CO Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya yang sering dialami adalah nyeri dada.
Pada sebagian ibu hamil, nyeri dada akan terasa seperti tekanan yang berat di bawah tulang dada. Nyeri ini biasanya terjadi pada masa kehamilan trimester kedua dan ketiga. Hal ini cukup berbahaya, karena dapat mengindikasikan adanya penyakit jantung sehingga membutuhkan pengobatan dengan segera.
PAFI dengan alamat website pafikotasibolga.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan profesionalisme mereka, terutama di bidang farmasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab nyeri dada pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Baca Juga: Kenali Penyebab Depresi Postpartum, PAFI Beri Solusi Pengobatan
Apa saja faktor penyebab terjadinya nyeri dada pada ibu hamil?
Secara umum, nyeri dada selama masa kehamilan merupakan sensasi tidak nyaman di daerah dada atau yang diperkirakan berasal dari struktur di dalam dada.
Karakteristik dan tingkat keparahan nyeri dada sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Nyeri dada pada ibu hamil bisa berupa rasa tertekan, nyeri tajam, sensasi terbakar, atau rasa tidak enak yang bisa menjalar ke bagian tubuh lain seperti lengan, rahang, atau punggung.
Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya nyeri dada pada ibu hamil yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Adanya pelebaran tulang rusuk dan dinding dada
Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan struktural untuk menyesuaikan pertumbuhan janin. Salah satunya adalah pelebaran tulang rusuk dan pengembangan dinding dada agar dapat menampung volume yang meningkat. Perubahan ini dapat menyebabkan ketegangan dan nyeri otot serta sendi di daerah dada.
2. Pembesaran rahim
Janin yang semakin besar memberi tekanan pada rongga dada dan diafragma. Tekanan ini bisa menyebabkan rasa nyeri, sesak napas, dan ketidaknyamanan di dada.
Selain itu, rahim yang membesar juga menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk lambung dan usus, yang dapat memicu gangguan pencernaan dan nyeri dada.
3. Peningkatan hormon progesteron dan estrogen
Hormon ini menyebabkan relaksasi otot-otot polos di tubuh, termasuk otot di saluran pencernaan dan di sekitar tulang rusuk.
Akibatnya, terjadi pelemahan katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus), yang memudahkan naiknya asam lambung ke kerongkongan (refluks asam). Refluks ini sering menyebabkan sensasi terbakar dan nyeri di dada, dikenal sebagai heartburn atau nyeri dada akibat refluks.
4. Adanya gangguan pencernaan
Pada sebagian ibu hamil, mungkin akan mengalami peningkatan asam lambung dan perlambatan proses pencernaan selama kehamilan menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk heartburn, mual, dan nyeri di dada.
Gas yang tertahan di saluran pencernaan juga dapat menimbulkan rasa kembung dan nyeri di dada.
5. Stres dan kecemasan
Faktor terakhir yang menyebabkan nyeri dada pada ibu hamil adalah stres dan cemas berlebihan.
Kehamilan seringkali disertai stres dan kecemasan yang dapat menyebabkan ketegangan otot di dada dan leher, memperparah rasa nyeri dan ketidaknyamanan.
Baca Juga: Istana Pastikan Ibu Hamil dan Menyusui Akan Terima Makan Bergizi Gratis Setiap Hari
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati nyeri dada pada ibu hamil?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari nyeri dada pada ibu hamil.
Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala nyeri dada pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Parasetamol
Parasetamol adalah obat paling aman untuk menghilangkan nyeri pada ibu hamil. Obat ini aman digunakan dalam mengatasi nyeri ringan, seperti nyeri otot atau sakit kepala. Namun, pastikan untuk tidak melebihi dosis yang disarankan dan konsultasikan dengan apoteker sebelum menggunakannya.
2. Antasida
Antasida adalah obat untuk mengatasi nyeri dada akibat refluks asam lambung, Beberapa obat tersebut seperti mylanta, promag, polysilane max peppermint, gastridin, lansoprazole hexpharm, sanmetidin, dan hufadine.
Antasida dapat membantu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi pada kerongkongan. Antasida dapat ditemukan di apotek terdekat.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi nyeri dada pada ibu hamil seperti mengubah pola makan serta menggunakan kompres air hangat. Menggunakan kompres air hangat dapat membantu meredakan nyeri otot di dada. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









