Akurat

Bahaya Tersembunyi Merokok: Bukan Hanya Fisik, Kesehatan Mental Juga Terancam

Herry Supriyatna | 23 Maret 2025, 23:30 WIB
Bahaya Tersembunyi Merokok: Bukan Hanya Fisik, Kesehatan Mental Juga Terancam

AKURAT.CO Kebiasaan merokok selama ini dikenal sebagai pemicu berbagai penyakit fisik serius seperti gangguan jantung dan kerusakan paru-paru.

Namun, efek buruknya ternyata jauh lebih luas, mencakup kesehatan mental yang ikut terancam.

Direktur Senior dan Kepala Departemen Kesehatan Mental dan Ilmu Perilaku di Max Super Specialty Hospital, Saket, Dr. Sameer Malhotra, mengatakan, nikotin dalam rokok yang bertindak sebagai stimulan dapat mempersempit pembuluh darah.

Hal ini mengganggu aliran darah tidak hanya ke bagian perifer tubuh, tetapi juga ke otak. Akibatnya, fungsi otak terhambat dan dapat menyebabkan kerusakan serius dalam jangka panjang.

Merokok juga berhubungan erat dengan risiko aterosklerosis, yakni penumpukan plak di pembuluh darah yang menghalangi aliran darah ke berbagai bagian tubuh.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah dampaknya terhadap kesehatan mental. Berikut adalah sejumlah risiko yang perlu diwaspadai:

Baca Juga: OpenAI Luncurkan O1-Pro, Model AI Termahal dengan Performa Baru

1. Kecemasan dan Stres

Nikotin memicu gangguan neurokimia di otak, seperti terganggunya kadar dopamin dan norepinefrin.

Hal ini menyebabkan kecemasan, tremor, serta berbagai gangguan terkait stres yang semakin parah seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada rokok.

2. Gangguan Suasana Hati

Peradangan kronis akibat merokok dapat merusak sawar darah otak yang berfungsi melindungi jaringan otak dari zat-zat berbahaya.

Peradangan ini meningkatkan risiko gangguan suasana hati, penurunan fungsi kognitif, dan bahkan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Baca Juga: Peluncuran Google Pixel 9a Ditunda hingga April Akibat Masalah Kualitas Komponen

3. Gangguan Tidur

Nikotin sebagai stimulan mengganggu pola tidur, menyebabkan insomnia dan gangguan tidur lainnya seperti parasomnia yang dapat mengurangi kualitas istirahat dan memperburuk kesehatan mental.

4. Disfungsi Memori

Peningkatan kadar karbon monoksida dalam darah akibat merokok mengurangi kadar oksigen yang mencapai otak.

Dampaknya, fungsi memori terganggu dan rentan terhadap kerusakan permanen.

Selain itu, para penderita skizofrenia yang mengalami gangguan mental berat cenderung lebih sering merokok dibandingkan dengan populasi umum, yang mengindikasikan kaitan antara merokok dengan kerentanan terhadap masalah kesehatan mental.

Mitos yang mengatakan bahwa merokok dapat meningkatkan konsentrasi juga perlu diluruskan. Justru, kecanduan merokok dapat memperburuk kemampuan untuk berkonsentrasi dan mengelola stres.

Bahaya merokok tidak hanya tentang ancaman fisik, tetapi juga mental. Saatnya berhenti dan menjaga kesehatan tubuh serta pikiran secara keseluruhan.

Baca Juga: Instagram Tambahkan Fitur Kirim Lagu di DM, Begini Cara Menggunakannya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.