Akurat

Strategi Penuhi Kebutuhan Cairan Saat Berpuasa

Yusuf | 16 Maret 2025, 21:54 WIB
Strategi Penuhi Kebutuhan Cairan Saat Berpuasa

AKURAT.CO Selama bulan puasa, waktu untuk makan dan minum sangat terbatas, namun kebutuhan cairan harian tetap harus dipenuhi agar tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal.

Meski tantangannya cukup besar, terutama karena tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman lebih dari 12 jam, ada beberapa strategi efektif untuk menjaga kecukupan cairan.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Buka Puasa Hari Ini, 16 Maret 2025 Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

Risiko Kekurangan Cairan

Kekurangan cairan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi, sakit kepala, kelelahan, hingga gangguan metabolisme.

Selain itu, kurang minum juga bisa berdampak pada fungsi otak, menyebabkan kesulitan berpikir, konsentrasi menurun, serta gangguan fungsi otot.

Strategi Pemenuhan Cairan

1. Membagi Waktu Minum Secara Merata. Salah satu strategi yang efektif adalah dengan membagi waktu minum dari saat berbuka hingga imsak. Berikut jadwal minum yang disarankan:

  • 1 gelas saat berbuka puasa
  • 1 gelas setelah salat magrib
  • 1 gelas setelah salat isya atau makan malam
  • 1 gelas setelah tarawih
  • 1 gelas sebelum tidur
  • 1 gelas saat bangun sahur
  • 1 gelas setelah makan sahur
  • 1 gelas menjelang imsak

2. Rumus 2-4-2 untuk Pemenuhan Cairan. Metode lain yang bisa diterapkan adalah rumus 2-4-2:

  • 2 Gelas Saat Berbuka:1 gelas saat berbuka dan 1 gelas setelah salat magrib.
  • 4 Gelas di Malam Hari:2 gelas saat makan malam dan 2 gelas sebelum tidur.
  • 2 Gelas Saat Sahur:1 gelas saat bangun tidur dan 1 gelas setelah makan sahur.

3. Mengonsumsi Makanan yang Kaya Air. Selain minum air putih, mengonsumsi makanan dengan kandungan air tinggi juga membantu menjaga hidrasi. Pilihan yang disarankan meliputi:

  • Buah-buahan:Semangka, melon, jeruk, stroberi, dan nanas.
  • Sayuran:Bayam, tomat, wortel, dan brokoli.
  • Produk Susu:Yogurt dan susu memiliki kandungan air yang tinggi serta dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.

4. Hindari Minuman Berkafein. Kurangi konsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi karena bersifat diuretik, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan.

5. Mandi dengan Air Dingin. Suhu panas dapat mempercepat kehilangan cairan melalui keringat. Mandi dengan air dingin dapat membantu mengurangi pengeluaran cairan dan memberikan efek menyegarkan.

Baca Juga: Kebutuhan Cairan Ibu Menyusui Harus Terpenuhi Selama Berpuasa, Simak Caranya

Dengan menerapkan strategi di atas, kebutuhan cairan harian tetap bisa dipenuhi meski sedang berpuasa. Hal ini penting untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi, segar, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R