IDI Bima Berikan Informasi Pengobatan Nyeri Dada, Kenali Penyebabnya

AKURAT.CO Angina pectoris atau nyeri dada adalah kondisi ketika dada terasa seperti
tertusuk, perih, atau tertekan. Nyeri ini dapat terjadi di dada sebelah kanan,
sebelah kiri, atau dada tengah. Nyeri dada tidak boleh diabaikan, karena bisa
jadi merupakan gejala dari serangan jantung, rasa sakit dan nyeri pada dada
membutuhkan penanganan awal yang tepat.
IDI Kota Bima dengan alamat website idibima.org adalah cabang dari Ikatan
Dokter Indonesia (IDI) yang berfungsi sebagai organisasi profesi bagi dokter di
Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.
Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mendukung pengembangan profesi kedokteran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bima adalah dr. H. Muhammad
Iqbal, Sp.OG. Di bawah kepemimpinannya, IDI Cabang Bima aktif dalam
melaksanakan berbagai program kesehatan, termasuk bakti sosial yang
bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat,
terutama di daerah terpencil.
Dr. Iqbal menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pencegahan penyakit, serta berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap individu mendapatkan hak atas kesehatan yang layak. IDI Kota Bima juga melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyakit nyeri dan
sakit pada dada atau dikenal sebagai Angina Pectoris, serta pengobatan yang
tepat bagi penderitanya.
Apa penyebab terjadinya nyeri pada dada?
IDI Kota Bima menjelaskan bahwa Angina pectoris adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke jantung. Nyeri pada dada dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang berkaitan dengan organ-organ di dalam dada maupun di sekitarnya.
Berikut adalah beberapa penyebab utama terjadinya nyeri dada meliputi:
1. Penyebab jantung koroner
Penyebab paling umum dari angina pectoris adalah penyakit jantung koroner,
yang terjadi akibat penumpukan plak (aterosklerosis) di arteri koroner.
Penumpukan ini menghambat aliran darah yang kaya oksigen ke jantung,
terutama saat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen, seperti saat
beraktivitas fisik atau mengalami stres emosional.
2. Mengalami anemia
Faktor selanjutnya adalah anemia. Anemia berat dapat menyebabkan kurangnya
hemoglobin dalam darah, sehingga mengurangi kapasitas darah untuk
mengangkut oksigen ke otot jantung, yang dapat memicu gejala angina.
3. Terbentuknya gumpalan darah pada jantung
Pembentukan gumpalan darah di arteri koroner dapat menyebabkan
penyumbatan mendadak dan menghambat aliran darah ke jantung, yang dapat
memicu angina pectoris.
4. Masalah katup jantung
Selain anemia dan terbentuknya gumpalan darah pada jantung, penyempitan
atau kerusakan pada katup jantung dapat mengganggu aliran darah dan
menyebabkan otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen.
Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengurangi gejala nyeri
pada dada?
IDI Kota Bima telah meneliti lebih lanjut tentang penyakit Angina Pectoris atau
nyeri pada dada. Untuk mengurangi gejala nyeri dan sakit pada dada, berikut
beberapa jenis obat yang umum direkomendasikan meliputi:
1. Obat Nitroglycerin
Obat nitroglycerin digunakan untuk melebarkan pembuluh darah dan sering
diresepkan untuk pengidap angina pektoris. Dosisnya biasanya 2-3 kali sehari,
sesuai anjuran dokter.
2. Obat Pengencer Darah
Salah satu obat pengencer darah terbaik adalah Aspirin. Obat ini digunakan
untuk mencegah agregasi trombosit dan mengurangi risiko serangan jantung.
Aspirin sering direkomendasikan bagi pasien dengan nyeri dada yang
berhubungan dengan penyakit jantung.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan
ini, terutama karena beberapa di antaranya memerlukan resep dan dosis yang
tepat sesuai kondisi kesehatan masing-masing individu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









