Akurat

IDI Buntok Berikan Informasi Pengobatan Penyakit Sirosis Hati

Annisa Fadhilah | 7 Desember 2024, 11:29 WIB
IDI Buntok Berikan Informasi Pengobatan Penyakit Sirosis Hati

AKURAT.CO Berbicara tentang penyakit, salah satu penyakit yang dapat memberikan rasa sakit di bagian organ hati adalah sirosis hati.

Sirosis hati merupakan kondisi serius yang ditandai dengan pembentukan jaringan parut pada hati akibat kerusakan yang berkepanjangan. Sirosis hati juga dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B dan C. 

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Buntok dengan alamat website idibuntok.org menjelaskan bahwa penyakit sirosis hati sangat berbahaya jika terus dibiarkan tanpa ada penanganan dari dokter secara signifikan. 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buntok adalah dr. Adrian Wibowo. Di bawah kepemimpinannya, IDI Buntok berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Barito Selatan melalui berbagai program dan inisiatif.

IDI Buntok menjelaskan sirosis hati juga mengakibatkan kerusakan hati lebih parah, kemampuan hati dapat terhenti, menyebabkan penurunan fungsi hati yang signifikan dan mengarah pada gagal hati.

Sirosis hati memang menjadi penyakit yang berkembang di Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia membutuhkan edukasi lebih mendalam terkait pentingnya menjaga pola makan yang sehat disertai olahraga yang seimbang.

IDI selanjutnya melakukan penelitian terkait penyakit sirosis hati, apa saja faktor penyebab terjadinya penyakit sirosis hati serta pengobatan yang tepat bagi penderitanya.

Baca Juga: Tutup Usia, Musisi Andy Ayunir Meninggal Dunia Karena Sakit Sirosis Hati

Apa saja penyebab terjadinya penyakit sirosis hati?

IDI Buntok menjelaskan bahwa sirosis hati adalah kondisi serius yang ditandai dengan pembentukan jaringan parut pada hati akibat kerusakan yang berkepanjangan. Penyebab terjadinya sirosis hati sangat bervariasi, dan beberapa di antaranya meliputi:

1. Penyalahgunaan alkohol

Faktor utama terjadinya sirosis hati adalah terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Konsumsi alkohol dalam jumlah besar secara terus-menerus merupakan penyebab utama sirosis. Sekitar 10-15% peminum berat dapat mengembangkan sirosis hati.

2. Terinfeksi virus hepatitis

Faktor selanjutnya adalah infeksi virus hepatitis B dan C dapat menyebabkan peradangan kronis pada hati, yang berpotensi berlanjut menjadi sirosis.

Hepatitis C khususnya sering kali berlanjut ke tahap kronis dan dapat menyebabkan kerusakan hati yang signifikan.

3. Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD)

Sirosis hati juga dapat terjadi akibat karena adanya penumpukan lemak di hati tanpa adanya konsumsi alkohol yang berlebihan, dan dapat berkembang menjadi sirosis jika tidak ditangani.

4. Faktor keturunan dan kebersihan lingkungan yang buruk

Faktor terakhir adalah penyakit ini merupakan penyakit keturunan atau berasal dari riwayat keluarga. Selain itu, lingkungan yang buruk seperti mengonsumsi dan  menggunakan air yang kurang bersih dapat mempengaruhi kesehatan.

Baca Juga: Bocah Penderita Sirosis Hati yang Rumahnya Tenggelam Digendong Ayah ke Posko Kemanusiaan

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengobati sirosis hati?

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa pengobatan sirosis hati bertujuan untuk menghentikan progresi penyakit, mengatasi gejala, dan mencegah komplikasi. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk mengobati sirosis hati meliputi:

1. Obat Spironolactone

Spironolactone adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh dan membantu mengatasi asites (penumpukan cairan di rongga perut) yang sering terjadi pada pasien sirosis.

2. Obat Propranolol

Propranolol adalah beta-blocker yang digunakan untuk pencegahan pendarahan varises pada pasien sirosis. Sebagai beta-blocker, propranolol digunakan untuk menurunkan tekanan darah portal, yang dapat meningkat akibat sirosis dan menyebabkan varises esofagus.

3. Suplemen nutrisi

Selain mengonsumsi obat yang telah di jelaskan, mengonsumsi suplemen juga penting. Suplemen seperti vitamin B kompleks, silymarin, dan antioksidan lainnya dapat direkomendasikan untuk mendukung kesehatan hati dan mengatasi kekurangan nutrisi.

Sebelum memulai pengobatan atau terapi apa pun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat memilih pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan individu. Beberapa obat dapat memperberat kerja hati dan memperburuk gejala sirosis jika tidak digunakan dengan benar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.