Lawan Kanker Otak, Pentingnya Deteksi Dini untuk Kesempatan Hidup yang Lebih Baik
AKURAT.CO Kanker otak adalah pertumbuhan sel abnormal di jaringan otak yang membentuk tumor.
Tumor dapat bersifat jinak (tidak menyebar) atau ganas (kanker) dan dapat mengganggu fungsi otak, seperti gerakan, pikiran dan emosi.
Kanker ini bisa berasal dari otak itu sendiri (tumor primer) atau menyebar dari organ lain (tumor metastatik).
Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi faktor genetik, mutasi sel dan paparan radiasi dapat meningkatkan risikonya.
Baca Juga: Intip Tips Mencegah Kanker Otak Sejak Dini
Secara umum, kanker otak terbagi menjadi dua jenis:
1. Tumor otak primer
Berasal dari jaringan otak atau sekitarnya, seperti glioma, meningioma atau medulloblastoma. Dan bisa bersifat jinak atau ganas tergantung jenisnya.
2. Tumor otak sekunder (metastatik)
Kanker yang menyebar ke otak dari organ lain, seperti paru-paru, payudara atau kulit (melanoma) dan selalu bersifat ganas.
Kanker otak terjadi karena pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam jaringan otak.
Namun penyebab pasti dari kanker otak masih belum sepenuhnya dipahami.
Berdasarkan penelitian medis, beberapa faktor yang diyakini berperan dalam risiko terkena kanker otak meliputi faktor genetik, mutasi DNA, paparan radiasi serta pengaruh lingkungan tertentu.
"Penting untuk mengenali gejala awal kanker otak dan segera melakukan konsultasi medis. Kombinasi deteksi dini dan pendekatan pengobatan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan," kata Dokter Spesialis Bedah Saraf Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Wienorman Gunawan, melalui keterangannya, Rabu (20/11/2024).
Baca Juga: 10 Potret Transformasi Agung Hecules, dari Bertubuh Kekar hingga Idap Kanker Otak
Faktor genetik memainkan peran penting dalam risiko kanker otak.
Beberapa orang memiliki mutasi genetik atau riwayat keluarga yang meningkatkan risiko tumor otak.
Sebagai contoh:
1. Sindrom genetik tertentu
Seperti neurofibromatosis tipe 1 dan 2, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Turcot dan sindrom Gorlin.
Semuanya terkait dengan peningkatan risiko tumor otak.
Individu dengan kondisi ini memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker otak dibandingkan populasi umum.
2. Riwayat keluarga
Meskipun hanya sekitar 5-10 persen, keberadaan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko.
Faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko kanker otak meliputi:
1. Paparan radiasi
Radiasi ionisasi, telah terbukti meningkatkan risiko tumor otak primer seperti glioma.
Misalnya, individu yang menjalani radiasi terapi kepala memiliki risiko lebih tinggi terkena glioma dan meningioma.
2. Paparan bahan kimia
Meskipun penelitian belum memberikan bukti konklusif, beberapa bahan kimia tertentu seperti pestisida, bahan pelarut dan bahan kimia industri diduga berperan dalam meningkatkan risiko tumor otak.
3. Faktor lain
Beberapa studi mencoba menghubungkan polusi udara dan paparan radiasi elektromagnetik dari perangkat seperti ponsel dengan risiko kanker otak, tetapi bukti masih terbatas dan tidak konklusif.
Baca Juga: Peraih Grammy, James Ingram Meninggal Dunia Akibat Kanker Otak
Mendiagnosis Kanker Otak
Sebagian besar tumor otak biasanya baru terdeteksi setelah gejala muncul.
Sebagai langkah awal, dokter akan menanyakan secara rinci gejala yang dirasakan serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya.
Jika ada kecurigaan terhadap kanker otak, dokter akan merekomendasikan beberapa tes khusus untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan penyebab gejala lainnya.
Di Bethsaida Hospital, deteksi dini kanker otak dapat dilakukan dengan beberapa rangkaian tes, yaitu:
- Pencitraan (MRI & CT Scan)
Pemindaian untuk mendapatkan gambaran otak yang mendetail dan mendeteksi tumor.
- EEG
Digunakan jika pasien mengalami kejang untuk merekam aktivitas otak melalui elektroda di kulit kepala.
- Angiografi Serebral
Pencitraan menggunakan sinar-X dan pewarna kontras untuk memeriksa aliran darah ke tumor.
- Fungsi Lumbal
Pengambilan sampel cairan serebrospinal untuk menguji penanda tumor.
- Biopsi Jarum Stereotaktik
Untuk tumor di area sensitif atau sulit dijangkau guna mengumpulkan sampel jaringan.
Penanganan kanker otak bergantung pada jenis, lokasi, ukuran tumor serta kondisi kesehatan pasien.
Pendekatan utama yang dapat dilakukan meliputi:
1. Pembedahan
Mengangkat sebanyak mungkin tumor tanpa merusak jaringan otak sehat.
2. Terapi radiasi
Menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker.
3. Kemoterapi
Pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau memperlambat pertumbuhannya.
4. Terapi target
Menggunakan obat yang secara khusus menargetkan sel kanker dengan efek minimal pada sel normal.
5. Terapi umun
Merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Pitono, mengatakan bahwa setiap pasien akan menerima perawatan yang disesuaikan dengan kondisi spesifik mereka.
Dengan tujuan memperlambat perkembangan kanker, meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
"Bethsaida Hospital Gading Serpong memiliki klinik bedah saraf dengan fasilitas dan layanan yang dirancang khusus untuk menangani berbagai kondisi saraf, termasuk kanker otak. Kami berkomitmen untuk menyediakan perawatan berkualitas tinggi, mulai dari diagnosis hingga pengobatan, dengan pendekatan yang holistik dan didukung oleh tim ahli untuk mendukung proses penyembuhan dan memberikan kenyamanan maksimal bagi pasien kami," katanya menjelaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









