Organisasi Kesehatan PAFI Bagikan Tips Mengobati Gejala Kolesterol Tinggi

AKURAT.CO Berbicara tentang penyakit, ada berbagai kondisi kesehatan dimana sangat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti asam urat, vertigo, tidak bisa tidur saat malam hari (insomnia), bahkan kolesterol tinggi.
Kolesterol tinggi, atau hiperkolesterolemia, adalah kondisi di mana kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Kolesterol sendiri merupakan lemak yang diperlukan tubuh untuk membangun sel, memproduksi hormon, dan menghasilkan vitamin D.
Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol dapat menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.
Salah satu cabang organisasi kesehatan yaitu PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) Kota Bangli, Provinsi Bali dengan alamat website pafipcbangli.org menjelaskan bahwa kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala.
Banyak orang baru menyadari bahwa mereka memiliki kadar kolesterol tinggi setelah mengalami komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin kadar kolesterol sangat dianjurkan.
Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih dalam tentang apa saja langkah awal dalam mengurangi adanya gangguan kolesterol tinggi, serta obat yang direkomendasikan untuk mengurangi kadar kolesterol tinggi.
Apa saja langkah awal yang dapat diterapkan untuk mengurangi kadar kolesterol tinggi dalam tubuh?
Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika kadar kolesterol di dalam darah melebihi batas normal. Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh hati dan dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel-sel sehat. Ada beberapa cara untuk mengurangi kadar kolesterol tinggi yang dapat Anda terapkan, meliputi:
1. Perbaiki pola makan
Cara pertama untuk mengurangi kadar kolesterol tinggi adalah memperbaiki pola makan. Pilih makanan yang kaya serat larut, seperti buah-buahan (apel, pir), sayuran (brokoli, wortel), dan biji-bijian utuh (gandum, oatmeal).
Serat membantu mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh. Kemudian gantilah konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan trans dengan lemak tak jenuh yang baik, seperti yang terdapat dalam minyak zaitun, alpukat, dan ikan berlemak (salmon, sarden) yang kaya akan omega-3.
2. Batasi konsumsi gula secara tepat
Kurangi konsumsi gula tambahan dan makanan olahan untuk mencegah peningkatan trigliserida yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol.
3. Cobalah olahraga secara teratur
Lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu. Olahraga membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida.
4. Hindari untuk merokok
Bagi pria, berhentilah untuk merokok yang dapat meningkatkan kadar HDL dan memperbaiki kesehatan jantung secara keseluruhan. Merokok berkontribusi pada penumpukan kolesterol jahat di dalam arteri.
5. Kurangi minuman berakohol
Batasi atau hentikan konsumsi alkohol karena dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol dalam darah. Tidak ada jumlah alkohol yang dianggap aman untuk semua orang.
6. Kelola stres dengan cara melakukan hobi Anda
Stres dapat mempengaruhi kadar kolesterol. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau hobi yang menyenangkan untuk mengurangi stres Anda.
7. Kontrol kelebihan berat badan
Menjaga berat badan ideal sangat penting untuk mengontrol kadar kolesterol. Obesitas berhubungan erat dengan peningkatan kadar kolesterol jahat.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, Anda dapat mulai menurunkan kadar kolesterol tinggi dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Apa saja rekomendasi obat untuk mengatasi adanya gejala kolesterol tinggi? Untuk mengatasi gejala kolesterol tinggi, Anda dapat menemukan obat yang direkomendasikan di apotek terdekat (berdasarkan resep dokter).
Berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang umum digunakan:
1. Obat Satin
Obat golongan ini bekerja dengan menghambat enzim di hati yang menghasilkan kolesterol. Statin juga dapat mengurangi peradangan di pembuluh darah dan menurunkan risiko serangan jantung. Contoh obat statin seperti Atorvastatin (Lipitor, Litorcom) dan Simvastatin (Cholestat, Simbado).
2. Obat Penghambat Penyerapan Kolesterol
Obat ini mencegah penyerapan kolesterol dari makanan di usus. Salah satu contohnya adalah Ezetimibe (Ezetrol, Vytorin), yang dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan statin.
3. Obat Pengikat Asam Empedu
Obat ini membantu membuang asam empedu dari tubuh, sehingga hati harus mengambil lebih banyak kolesterol dari darah untuk memproduksi asam empedu baru. Contoh obat pengikat asam empedu seperti Cholestyramine dan Colesevelam.
Penting untuk dicatat bahwa penggunaan obat-obatan ini harus sesuai dengan resep dokter dan disertai dengan perubahan gaya hidup sehat untuk hasil yang optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









