Akurat

PAFI Magelang Dorong Masyarakat Gunakan Obat dengan Benar

Annisa Fadhilah | 28 Oktober 2024, 18:49 WIB
PAFI Magelang Dorong Masyarakat Gunakan Obat dengan Benar

AKURAT.CO Obat-obatan apabila dikonsumsi dengan benar dan sesuai aturan akan mendukung proses penyembuhan seseorang dari penyakit yang dideritanya. Sebaliknya akan berdampak negatif jika digunakan dengan sembarangan.

Pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pemakaian obat sesuai aturan masih perlu ditingkatkan. Sebab, masih banyak warga yang tidak patuh dalam menjalankan prosedur pemakaian obat.

 Baca Juga: PAFI Buru Peran Apoteker dalam Program Pengendalian Diabetes Tipe 2 di Komunitas Maritim

Hal ini yang kemudian mendorong Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Magelang untuk menggalakkan sosialisasi tentang pentingnya penggunaan obat sesuai aturan agar efektivitas obat-obatan yang dikonsumsi pasien atau penderita penyakit dapat bekerja optimal dalam proses penyembuhan.

PAFI Magelang (pafimagelang.org) mengingatkan bahwa pemakaian obat-obatan secara sembarangan tidak akan memberikan kesembuhan kepada pasien. Namun justru akan menambah parah penyakit yang diderita atau malah memunculkan penyakit baru.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, obat merupakan bahan untuk mengurangi, menghilangkan penyakit, atau menyembuhkan seseorang dari penyakit. Obat merupakan zat kimia dimana struktur kimia dari obat tersebut diketahui dan ketika digunakan akan memberikan efek biologis. Dengan mengonsumsi obat-obatan, maka akan membantu daya tahan tubuh dalam menghadapi penyakit.

Mengonsumsi obat perlu dilakukan sesuai aturan yang diberikan. Hal ini agar tujuan dari penggunaan obat, yakni untuk membantu penyembuhan dari penyakit, dapat tercapai. Hanya saja, masih ada masyarakat yang abai dengan prinsip pemakaian obat-obatan secara baik dengan benar ini. Kondisi ini justru berimplikasi negatif terhadap keinginan untuk mencegah terkena penyakit atau untuk proses pengobatan.

PAFI Magelang mengingatkan konsumsi obat-obatan secara sembarangan atau tidak sesuai dengan dosis dan aturan yang ditetapkan tidak akan membawa manfaat bagi kesembuhan. Justru dapat menyebabkan bertambah parahnya penyakit yang diderita sehingga dapat menimbulkan kematian.

Hal ini disebabkan obat-obatan merupakan zat kimia yang jika digunakan dengan tepat dapat membawa efek positif, namun juga membawa dampak negatif jika salah pemakaian.

Untuk itu, PAFI Cabang Magelang secara berkala melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat-obatan secara baik dan tepat atau sesuai dengan aturan yang ada. Dari sosialisasi tersebut diharapkan pemahaman masyarakat tentang aturan pemakaian obat dapat tumbuh dan terus meningkat sehingga terhindar dari efek negatif.

Agar sosialisasi dan edukasi ini efektif dan efisien, selain mengerahkan anggota, PAFI Magelang turut menggandeng stakeholder masyarakat, seperti pemerintah melalui dinas kesehatan setempat, pihak rumah sakit dan puskesmas, klinik kesehatan, BPOM, dokter, perawat, aparat penegak hukum, industri farmasi dan stakeholder lainnya. Dengan menggandeng stakeholder ini, maka upaya PAFI Magelang dalam menyosialisasikan penggunaan obat dengan benar ini dapat menjangkau hingga pelosok daerah Magelang.

PAFI Magelang menggunakan menggunakan dua metode dalam melakukan sosialisasi ini, yakni secara langsung atau melalui komunikasi tatap muka dan secara tidak langsung, yakni dengan menggunakan sarana media massa, seperti media cetak, media elektronik dan internet.

PAFI Magelang mengungkapkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan informasi mengenai cara penggunaan obat yang benar. Cara tersebut mencakup minum sesuai dengan petunjuk/aturan yang terdapat dalam kemasan obat bebas dan bebas terbatas tersebut.

Jika penggunaan obat dirasa tidak memberi manfaat, segera ke dokter. Obat-obatan yang dikonsumsi tidak untuk digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu lama. Terakhir, berbagai jenis obat jangan dicampur dalam satu wadah untuk mencegah kekeliruan.

PAFI Magelang juga meminta masyarakat agar mengikuti anjuran dari Kementerian Kesehatan mengenai pemakaian obat yang benar, yakni dengan menerapkan  tagline “Tanya Lima O,” dimana masyarakat diajak untuk aktif mencari informasi tentang obat, baik kepada tenaga kesehatan khususnya tenaga farmasi, maupun dari sumber informasi lainnya yang valid dan terpercaya, seperti kemasan obat atau referensi resmi.

“Tanya Lima O” merupakan 5 pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum menggunakan obat, yaitu:

  1. Obat ini apa nama dan kandungannya?
  2. Obat ini apa khasiatnya?
  3. Obat ini berapa dosisnya?
  4. Obat ini bagaimana cara menggunakannya?
  5. Obat ini apa efek sampingnya?

Sikap kritis dan bijaksana dari masyarakat untuk mencari informasi mengenai obat yang dibutuhkan memang diperlukan. Hal ini guna mencegah masyarakat dari implikasi negatif pemakaian obat yang bisa menimbulkan banyak risiko, bahkan hingga menyebabkan kematian.

PAFI Magelang juga mengingatkan bahwa pemakaian obat yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan resistensi dimana kuman atau penyakit kebal terhadap obat-obatan. Sehingga hal ini akan mempersulit proses penyembuhan dan bahkan membuat obat-obatan yang ada tidak mampu lagi melawan kuman yang ada.

Banyak dampak negatif timbul dari  pemakaian obat yang tidak tepat, seperti sakit yang diderita tidak sembuh, keracunan obat, timbulnya reaksi alergi, ginjal dan hati rusak, serta kuman penyakit menjadi kebal dan bisa menimbulkan kematian.

Melalui sosialisasi ini diharapkan kesadaran mengenai obat-obatan akan semakin baik sehingga derajat kesehatan masyarakat juga meningkat.

 Baca Juga: Profil PAFI Papua Tengah: Wadah Pendorong Kemajuan dan Profesionalisme Dunia Farmasi

 

Keberadaan ahli farmasi Indonesia telah ada sejak Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Para ahli farmasi telah berjuang bahu membahu dengan semua golongan masyarakat, untuk melenyapkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, serta turut aktif mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian ikut serta dalam Pembangunan Masyarakat dan Negara.

Oleh karena itu, ahli farmasi Indonesia merupakan salah satu potensi pembangunan yang tidak pernah absen dalam perjuangan pembangunan negara. Sebagai salah satu potensi pembangunan, ahli farmasi Indonesia ikut serta mempertinggi taraf kesejahteraan umum, khususnya dibidang kesehatan masyarakat dan farmasi.

Kemudian pada tanggal 13 Februari 1946, di Yogyakarta dibentuklah suatu organisasi yang dinamakan “Persatuan Ahli Farmasi Indonesia“ sebagai wadah untuk menghimpun semua tenaga yang bakti karyanya di bidang farmasi, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia selanjutnya disingkat “PAFI."

PAFI dan Pengurus Pusat PAFI berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila. PAFI adalah organisasi profesi yang bersifat kekaryaan dan pengabdian.

Adapun tujuan PAFI adalah :

  1. Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Mewujudkan Derajat Kesehatan yang Optimal bagi Masyarakat Indonesia.
  3. Mengembangkan dan meningkatkan Pembangunan Farmasi Indonesia.
  4. Meningkatkan Kesejahteraan Anggota

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.