Akurat

Hari Kesehatan Mental, Ini 7 Mitos yang Sering Disalahpahami

Yohanes Antonius | 10 Oktober 2024, 12:08 WIB
Hari Kesehatan Mental, Ini 7 Mitos yang Sering Disalahpahami

AKURAT.CO Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan hidup seseorang.

Tiap tanggal 10 Oktober menjadi momen untuk selalu mengingat akan pentingnya menjaga kesehatan mental.

Namun, sering kali kesehatan mental dikelilingi oleh berbagai mitos dan stigma.

Memahami dan mengatasi mitos ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan mental.

Membongkar mitos seputar kesehatan mental berarti membantu memutus stigma dan membangun budaya yang mendorong semua orang, berapa pun usianya untuk mencari bantuan saat membutuhkan.

Mengutip dari UNICEF Indonesia (Kamis, 10/10/2024), berikut adalah mitos kesehatan mental yang sering disalahpahami:

1. Mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental pasti memiliki kecerdasan rendah.

Fakta: Gangguan kesehatan mental dapat dialami oleh siapapun, terlepas dari kecerdasan, status sosial atau pendapatan. Mirip dengan kondisi fisik yang memengaruhi seseorang.

Baca Juga: Viral Video Syur Pelajar SMP Martapura, Begini Hukuman Islam bagi Pelaku Perzinaan

2. Hanya orang dengan gangguan kesehatan mental yang perlu memperhatikan kesehatan mental.

Fakta: Mengambil langkah aktif untuk meningkatkan kesehatan mental bermanfaat bagi siapa saja, sama seperti upaya untuk menjalani gaya hidup sehat demi kesehatan fisik.

3. Kesehatan mental tidak menjadi masalah serius bagi remaja; perubahan suasana hati mereka hanya karena hormon dan ingin mencari perhatian.

Fakta: Meskipun suasana hati remaja mudah berubah, banyak dari mereka yang menghadapi masalah kesehatan mental.

Sekitar 14 persen remaja di seluruh dunia mengalami hal ini dan bunuh diri menjadi penyebab kematian tertinggi di kalangan remaja.

4. Tidak ada cara untuk mencegah seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.

Fakta: Banyak faktor pelindung yang dapat membantu, seperti keterampilan sosial, dukungan emosional, hubungan keluarga yang sehat, lingkungan sekolah yang positif dan pola tidur yang baik.

Kemampuan anak dalam menghadapi masalah dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Baca Juga: Kasus Korupsi Pemberian Kredit BPR Jepara Artha Sebabkan Kerugian Negara Rp220 Miliar

5. Mengalami gangguan kesehatan mental menunjukkan kelemahan pribadi; orang yang kuat tidak akan mengalaminya.

Fakta: Gangguan kesehatan mental tidak terkait dengan kekuatan karakter.

Mengakui kebutuhan akan bantuan merupakan tindakan yang membutuhkan keberanian luar biasa dan kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja.

6. Remaja yang sukses dan memiliki banyak teman tidak mungkin mengalami gangguan kesehatan mental karena hidup mereka tampak sempurna.

Fakta: Depresi dapat dialami oleh siapa saja, terlepas dari latar belakang sosial atau seberapa baik kehidupan mereka terlihat.

Remaja yang berprestasi sering merasa tertekan, yang dapat memicu kecemasan.

7. Gangguan kesehatan mental pada remaja disebabkan oleh pengasuhan yang buruk.

Fakta: Berbagai faktor, seperti kemiskinan, kekerasan, dan kondisi negatif lainnya, dapat memengaruhi kesehatan mental remaja.

Bahkan remaja dari lingkungan yang penuh kasih pun bisa menghadapi tantangan dan dukungan dari pengasuh sangat penting dalam mengatasi masalah yang ada. (Maulida Sahla Sabila)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
W
Editor
Wahyu SK