Akurat

Isu BPA Hanya Hoaks, Konsumen Tak Perlu Ragu Konsumsi AMDK Galon Polikarbonat

Wahyu SK | 1 Agustus 2024, 12:09 WIB
Isu BPA Hanya Hoaks, Konsumen Tak Perlu Ragu Konsumsi AMDK Galon Polikarbonat

AKURAT.CO Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan aturan terkait pelabelan Bisphenol A (BPA) terhadap galon polikarbonat (PC).

BPOM berdalih aturan tersebut dikeluarkan lantaran BPA berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Meski demikian, hal tersebut ditentang sejumlah praktisi kesehatan.

Mereka berpendapat bahwa penggunaan galon PC untuk air minum masih aman dan tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan apapun.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Abraham Dian Winarto, menjelaskan bahwa air di dalam AMDK (air minum dalam kemasan) dipastikan bukan penyebab kemandulan dan gangguan kesehatan lainnya.

Baca Juga: Jika Tuhan Maha Pengampun, Apakah Ada Dosa yang Tidak Bisa Diampuni?

Apalagi, semua kemasan pangan telah mendapatkan izin edar dari BPOM dan kementerian/lembaga lain sebelumnya.

"Intinya suatu air kemasan yang beredar, apalagi bermerek tentunya sudah melalui prosedur yang ketat dari BPOM sehingga pasti aman," katanya.

Anggota Perkumpulan Ginekologi Indonesia (POGI) ini mengaku belum pernah mendapat keluhan dari pasien yang mengaku mandul akibat meminum air dari galon PC.

Artinya, tidak ada korelasi antara meminum air galon yang dapat diisi ulang dengan kemandulan.

"Sampai sejauh ini yang dibilang kasus mandul karena kemasan galon, selama saya praktek selama 15 tahun ini sih enggak ada tuh," ujar Abraham, melalui keterangan yang diterima, Kamis (1/8/2024). 

Baca Juga: PSSI Pastikan Shin Tae-yong Pimpin Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2024

Dia berpendapat bahwa korelasi antara galon PC dan kemandulan masih butuh penelitian lebih lanjut.

Untuk itu, Abraham meminta masyarakat tidak mudah termakan dengan isu sumir dan tidak memiliki dasar yang jelas.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. Aru Wisaksono Sudoyo, mengatakan, belum ada bukti bahwa BPA yang terdapat dalam galon PC dapat mempengaruhi kesehatan dan menyebabkan penyakit kanker.

Bukti ilmiah mengungkapkan bahwa kanker lebih banyak disebabkan oleh obesitas, gaya hidup kurang olahraga dan pola makan tidak sehat.

"BPA belum bisa dikaitkan dengan kanker karena datanya belum ada, data belum cukup," katanya.

Baca Juga: Sinopsis All Access To Rossa 25 Shining Years, Film Dokumenter Sang Diva yang Penuh Perjuangan!

Menurut Prof. Aru, pengaruh zat kimiawi dari lingkungan sangat kecil dibandingkan ketiga faktor tersebut.

Dia mengatakan, hanya sekitar dua persen paparan zat kimia yang dapat menimbulkan kanker.

"Isu rokok lebih penting dikaitkan dengan kanker dibandingkan BPA. Sekali lagi, masih ada konflik data terkait BPA menyebabkan kanker," ujar Prof. Aru.

Dokter spesialis anak, Diatrie Anindyajati, juga membantah bahwa BPA bisa menyebabkan obesitas.

Dia menjelaskan, air kemasan tidak memiliki rasa manis yang mengandung kalori sebagai biang penyebab kegemukan.

Baca Juga: Film Horor Sakaratul Maut Tayang di Bioskop Mulai Hari Ini

Menurutnya, hingga saat ini belum ada studi empiris yang membuktikan bahwa air minum dalam galon PC bisa menyebabkan obesitas pada anak.

Diatrie menegaskan bahwa obesitas atau kegemukan disebabkan karena asupan kalori yang berlebih.

Artinya, mengonsumsi air dalam galon isi ulang tidak berbahaya sama sekali alias aman, karena sudah mendapatkan sertifikasi dari lembaga terkait, termasuk BPOM.

"Kalau kita bicara obesitas, itu kan surplus kalori. Nah air kan tidak ada kalorinya, (berpikir) secara logika saja dulu," kata Diatrie.

Sebelumnya, BPOM mengeluarkan Peraturan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

Baca Juga: Pemilik Daycare Wensen School Tengah Hamil Saat Ditangkap? Ini Kata Polisi

Tambahan pasal ini mengatur agar AMDK yang menggunakan kemasan PC harus mencantumkan label "Dalam kondisi tertentu, kemasan polikarbonat dapat melepaskan BPA pada air minum dalam kemasan".

Namun, peraturan itu dilahirkan dengan berbagai kontroversi.

Bukan hanya dokter, para pakar menyebut bahwa penggunaan galon PC sangat aman, sehingga tidak diperlukan pelabelan.

Pakar lainnya menilai bahwa aturan tersebut diciptakan tak lepas dari persaingan usaha tidak sehat dalam industri AMDK.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK