Akurat

Perokok Lebih Rentan Penyakit Penyerta hingga Tiga Kali Lipat

Mukodah | 10 Juni 2024, 19:00 WIB
Perokok Lebih Rentan Penyakit Penyerta hingga Tiga Kali Lipat

AKURAT.CO Kebiasaan merokok dapat menimbulkan masalah kesehatan dan penyakit penyerta hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Demikian disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Kardiovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Ika Prasetya Wijaya Sp.PD KKV dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (10/4/2024).

"Penderita darah tinggi pasti penyakit jantung koronernya akan bertambah naik tiga kali lipat. Begitu punya kencing manis, ditambah tiga kali lipat jadi sembilan kali lipat, sudah itu merokok dikali tiga lagi. Jadi, berkali-kali lipat dibanding orang yang tidak merokok," jelasnya.

Menurut Dokter Ika, merokok juga dapat mempengaruhi kualitas hidup dan pekerjaan seseorang.

Pasalnya, perokok aktif juga menyebarkan penyakit kepada perokok pasif yang dapat menimbulkan kondisi lebih berat.

Baca Juga: Pelajaran untuk Indonesia, Swedia Bagikan Cara Mengurangi Prevalensi Perokok

Jika seorang perokok sudah terkena penyakit, pemulihannya bisa lebih lambat dibandingkan yang masih menjalankan pola hidup sehat.

Selain itu, apabila sudah terkena penyakit jantung maka harus meminum obat yang beberapa di antaranya harus diminum seumur hidup, tergantung kondisi jantungnya.

Selain merokok, faktor risiko yang patut diwaspadai pada penyakit jantung adalah riwayat keluarga dengan penyakit serupa, serangan stroke hingga keguguran di usia muda.

"Akan ada genetiknya berperan di situ. Satu lagi penyakit tambahan yang mempercepat penyakit jantung koroner yaitu antifosfolipid syndrome pada wanita yang bisa mengalami keguguran di usia muda atau yang stroke di usia muda, itu mesti waspada juga," ujarnya.

Untuk itu, Dokter Ika menyarankan rutin melakukan cek kondisi kesehatan mulai usia 20-an.

Baca Juga: Penelitian: Mereka yang Kecanduan Medsos Biasanya Juga Perokok

Medical check up dilakukan satu tahun sekali jika ada riwayat penyakit jantung pada keluarga serta rajin melakukan aktivitas fisik untuk deteksi dini gangguan pada fungsi jantung.

"Hindari juga stres, karena perasaan tidak tenang akan menaikkan nadi dan mempercepat kerusakan dinding pembuluh darah hingga berisiko mengalami penyempitan," demikian Dokter Ika.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK