Perokok Lebih Rentan Penyakit Penyerta hingga Tiga Kali Lipat

AKURAT.CO Kebiasaan merokok dapat menimbulkan masalah kesehatan dan penyakit penyerta hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok.
Demikian disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Kardiovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Ika Prasetya Wijaya Sp.PD KKV dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (10/4/2024).
"Penderita darah tinggi pasti penyakit jantung koronernya akan bertambah naik tiga kali lipat. Begitu punya kencing manis, ditambah tiga kali lipat jadi sembilan kali lipat, sudah itu merokok dikali tiga lagi. Jadi, berkali-kali lipat dibanding orang yang tidak merokok," jelasnya.
Menurut Dokter Ika, merokok juga dapat mempengaruhi kualitas hidup dan pekerjaan seseorang.
Pasalnya, perokok aktif juga menyebarkan penyakit kepada perokok pasif yang dapat menimbulkan kondisi lebih berat.
Baca Juga: Pelajaran untuk Indonesia, Swedia Bagikan Cara Mengurangi Prevalensi Perokok
Jika seorang perokok sudah terkena penyakit, pemulihannya bisa lebih lambat dibandingkan yang masih menjalankan pola hidup sehat.
Selain itu, apabila sudah terkena penyakit jantung maka harus meminum obat yang beberapa di antaranya harus diminum seumur hidup, tergantung kondisi jantungnya.
Selain merokok, faktor risiko yang patut diwaspadai pada penyakit jantung adalah riwayat keluarga dengan penyakit serupa, serangan stroke hingga keguguran di usia muda.
"Akan ada genetiknya berperan di situ. Satu lagi penyakit tambahan yang mempercepat penyakit jantung koroner yaitu antifosfolipid syndrome pada wanita yang bisa mengalami keguguran di usia muda atau yang stroke di usia muda, itu mesti waspada juga," ujarnya.
Untuk itu, Dokter Ika menyarankan rutin melakukan cek kondisi kesehatan mulai usia 20-an.
Baca Juga: Penelitian: Mereka yang Kecanduan Medsos Biasanya Juga Perokok
Medical check up dilakukan satu tahun sekali jika ada riwayat penyakit jantung pada keluarga serta rajin melakukan aktivitas fisik untuk deteksi dini gangguan pada fungsi jantung.
"Hindari juga stres, karena perasaan tidak tenang akan menaikkan nadi dan mempercepat kerusakan dinding pembuluh darah hingga berisiko mengalami penyempitan," demikian Dokter Ika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina





