Mengenal Kanker Sarkoma yang Diderita Artis Alice Norin

AKURAT.CO Artis Alice Norin membagikan kabar kurang baik bahwa dirinya didiagnosis kanker sarkoma.
Kabar tersebut diumumkan Alice Norin melalui Instagram dan Tiktok pribadinya pada Jumat (16/2/2024).
Alice Norin divonis menderita kanker sarkoma sejak Desember 2023. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan di salah satu rumah sakit Indonesia, ia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Singapura.
Lantas, apa itu kanker sarkoma yang termasuk dalam salah satu jenis kanker langka yang diidap Alice Norin?
Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, sarkoma adalah kanker langka yang berkembang di tulang dan jaringan lunak seperti lemak, otot, pembuluh darah, saraf, jaringan kulit dalam dan jaringan fibrosa.
Menurut National Cancer Institute, terdapat sekitar 12.000 kasus sarkoma jaringan lunak dan 3.000 kasus sarkoma tulang yang didiagnosis di AS setiap tahunnya.
Sarkoma tulang lebih sering terjadi pada anak-anak sedangkan sarkoma jaringan lunak kerap terjadi pada orang dewasa. Sarkoma dikategorikan sebagai sarkoma jaringan lunak dan tulang tergantung dimana mereka berkembang dalam tubuh.
Baca Juga: Alice Norin Bagikan Kabar Tak Menyenangkan, Idap Kanker Sarkoma
Jenis-jenis Sarkoma
- Sarkoma jaringan lunak
Sarkoma jaringan lunak berasal dari jaringan lunak tubuh dan paling sering ditemukan di lengan, kaki, dada dan perut. Tumor jaringan lunak dapat terjadi pada anak-anak maupun orang tua.
- Sarkoma tulang
Sarkoma tulang adalah tumor tulang primer yang berkembang di tulang. Jenis ini sering didiagnosis pada anak-anak. Selain, osteosarcoma, bentuk kanker tulang primer paling umum terdapat beberapa jenis tumor tulang lainnya.
Faktor Risiko Sarkoma
Kebanyakan sarkoma belum diketahui penyebabnya, meski terdapat beberapa fdaktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena sarkoma. Faktor risiko sarkoma yang paling umum adalah berikut ini:
- Sejarah terapi radiasi. Pasien yang telah menerima terapi radiasi untuk penyakit kanker sebelumnya mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena sarkoma.
- Kelainan genetik. Pasien dengan riwayat keluarga dengan kelainan bawaan, seperti penyakit Von Recklinghausen (neurofibromatosis), sindrom Gardner, sindrom Werner, tuberous sclerosis, sindrom karsinoma sel basal nevoid, sindrom Li-Fraumeni, atau retinoblastoma, memiliki risiko lebih tinggi terkena sarkoma.
- Paparan bahan kimia. Paparan monomer vinil klorida (zat yang digunakan untuk membuat beberapa jenis plastik), dioksin, atau arsenik dapat meningkatkan risiko sarkoma. Namun, sebagian besar sarkoma tidak diketahui berhubungan dengan bahaya lingkungan tertentu.
- Pembengkakan jangka panjang. Mengalami limfedema, atau pembengkakan, di lengan atau kaki dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terkena sarkoma.
Baca Juga: 10 Potret Alice Norin dan Putrinya Kompakan Pakai Outfit Kembaran
Gejala Sarkoma
Tanda-tanda awal sarkoma jaringan lunak dapat berupa benjolan atau pembengkakan yang tidak menimbulkan rasa sakit. Beberapa sarkoma tidak menimbulkan gejala apa pun sampai tumbuh dan menekan saraf, organ, atau otot di sekitarnya. Pertumbuhannya dapat menyebabkan rasa sakit, rasa kenyang, atau masalah pernapasan.
Gejala sarkoma tulang yang paling umum adalah sebagai berikut:
- Nyeri dan/atau bengkak pada lengan atau tungkai, batang tubuh, panggul atau punggung; pembengkakan mungkin terasa hangat atau tidak saat disentuh
- Rentang gerak terbatas pada suatu sendi
- Demam yang tidak diketahui asalnya
- Tulang yang patah tanpa sebab yang jelas
Gejala-gejala ini bisa jadi merupakan tanda dari banyak kondisi medis lainnya. Selalu periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Pengobatan Sarkoma
Sarkoma diobati dengan kombinasi kemoterapi, terapi radiasi, dan pembedahan. Rekonstruksi area bedah biasanya dilakukan bersamaan dengan pengangkatan tumor.
Rencana perawatan dan pemulihan bergantung pada berbagai faktor, termasuk yang berikut:
- Jenis sarkoma
- Lokasi, tingkat dan ukuran tumor
- Usia
- Apakah kanker tersebut baru atau kambuh.
Untuk tumor primer, radiasi digunakan bersamaan dengan pembedahan (sebelum atau sesudahnya) untuk mengurangi risiko kekambuhan tumor. Pasien dengan penyakit metastatik (kanker yang telah menyebar ke area lain di tubuh), bedah radio stereotaktik menawarkan alternatif non-invasif selain pembedahan.
Pasien dengan metastasis terisolasi mungkin diobati dengan radiasi bersamaan dengan kemoterapi serta bedah radio stereotaktik. Radiasi adalah bagian penting dalam pengobatan sebagian besar tumor tingkat tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









