Apakah Speech Delay Bisa Sembuh? Kenali Penyebab, Tanda-Tanda dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Speech delay merupakan keterlambatan kemampuan anak dalam menyampaikan sesuatu atau berbicara.
Dalam kondisi tersebut anak kesulitan dalam menyampaikan isi pikirannya sehingga kesusahan memahami kata-kata.
Dalam kondisi speech delay, anak mampu mengucapkan kata hanya kesulitan dalam merangkainya. Kondisi ini sering diabaikan orang tua sebab dianggap bisa hilang dengan sendirinya.
Maka dari itu orang tua diminta untuk selalu mengamati tumbuh kembang anak sehingga mengetahui apabila ada kelainan dalam diri anak.
Baca Juga: Trik Presenter Yuanita Christiani Agar Anak Tak Alami Speech Delay
Saat ini banyak orang tua yang memberikan waktu layar pada anak sejak usia dini. Pola pengasuhan dengan memberikan gagdet atau tab pada anak dinilai dapat menghambat perkembangan bahasa sebab anak di bawah usia 2 tahun masih belum bisa mencerna bahasa yang diperoleh dari menonton.
Mereka hanya mampu mengenali gambar dan suara yang menarik perhatiannya. Sehingga anak kurang mendapatkan stimulasi bahasa dari orang tua karena lebih banyak mengahabiskan waktu dengan gadget atau tab.
Selain itu ada beberapa penyebab terjadinya speech delay pada anak mengutip dari berbagai sumber:
1. Kondisi Medis
Salah satu penyebab terjadinya speech delay adalah kondisi medis seperti cedera otak traumatis, kondisi otot kurang sempurna dan celebral palsy. Apabila anak mengidap ADHD atau autis ada kemungkinan juga mengalami speech delay.
2. Struktur Mulut Kurang Sempurna
Struktur mulut yang kurang sempurna bisa menjadi penyebab terjadinya speech delay pada anak.
Jika anak memiliki kelainan seperti bibir sumbing dan frenulum atau tali lidah terlalu pendek segera temui dokter untuk melakukan terapi lebih lanjut.
3. Gangguan Pendengaran
Anak dengan gangguan pendengaran menyebabkan dirinya sulit mengenali pembicaraan orang sekitar hingga suaranya sendiri. Hal ini dikarenakan adanya infeksi telinga atau bawaan lahir sehingga menyebabkan speech delay.
4. Riwayat Keluarga
Speech delay merupakan kondisi yang bisa berasal dari turunan keluarga. Jika terindikasi riwayat keluarga mengalami masalah berbahasa seperti disleksia, gagap akan meningkatkan resiko anak mengalami speech delay.
Pada umumnya anak usia 2 tahun mampu menguasai 50 kosakata dan menghubungkan 2 kata menjadi kalimat sederhana.
Jika anak tidak dapat melakukan hal tersebut ada kemungkinan anak mengalami speech delay. Berikut tanda-tanda kondisi speech delay pada anak yang perlu orang tua ketahui:
- Memilih berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh
- Hanya bisa meniru ucapan dan tindakan yang tidak memiliki kata atau frasa secara langsung
- Sulit merespon ketika diajak berbicara
- Menghindari kontak mata dengan lawan bicara
Apabila telah mengetahui penyebab dan tanda-tanda anak mengalami speech delay maka lakukan cara ini untuk mengatasinya:
- Sering berbicara dengan anak
- Kenalkan kosakata pada anak agar terus bertambah
- Hindari waktu layar sementara
- Membacakan cerita untuk anak
- Merespon perkataan anak
- Rutin periksa anak ke dokter
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









