Trik Presenter Yuanita Christiani Agar Anak Tak Alami Speech Delay

AKURAT.CO, Teknologi yang terus berkembang menyebabkan media sebagai bagian dari perkembangannya juga ikut berkembang. Penggunaan gadget pada anak usia dini mengalami perubahan dari zaman dahulu dan sekarang.
Kini ada istilah yang disebut dengan screen time. Apa itu screen time?
Screen time adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan jumlah waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi dengan televisi, komputer, ponsel pintar, tablet digital, hingga permainan video.
Menurut pedoman World Health Organization (WHO) tersebut, bayi di bawah usia 1 tahun tidak boleh terpapar layar elektronik.
Sedangkan anak-anak antara usia 2 hingga 5 tahun tidak boleh melihat layar gawai selama lebih dari satu jam setiap harinya. Pedoman WHO ini juga dilakukan oleh Presenter Yuanita Christiani.
Saat ditemui di Thamrin Nine, Yuanita Christiani mengaku tidak memberikan screen time kepada anak dari bayi hingga 2 tahun.
Yuanita menambahkan bahwa dirinya baru memberikan anaknya screentime, saat umurnya sudah diatas dua tahun.
Hal ini dipilih Yuanita, karena dirinya tak ingin sang buah hati mengalami speech delay
Diketahui, Yuanita dikaruniai anak pertama berjenis kelamin perempuan, yang diberi nama Ariella Lenora Wiguna.
"Aku tipe orang tua yang di umur anak awal-awal, jangan dikenali gadget dulu. Aku berlakukan screen time dua tahun keatas, dia (Ariella) awal pegang gadget sebentar saja karena takut kena speech delay," ujar Yuanita, Selasa, 20 September 2022.
Diketahui, speech delay adalah kondisi seorang anak belum mampu mengucapkan sejumlah kosakata di usia tertentu, yang seharusnya dia sudah bisa.
Yuanita mengakui, memang anak perlu dikenalkan gadget saat ini terutama saat anaknya berusia dua tahun lebih.
Akan tetapi, bagi Yuanita, memperkenalkan gadget tetapi penting bagi anaknya, tapi ini tidak mudah baginya.
"Ok perkenalkan gadget perlu, tapi tidak semudah itu. Karena anak aku pintar berbicara, jika jatah screentime kurang, dia nggak terima dan merengek," katanya.
"Oleh karena itu, aku jelaskan soal batasan (screen time) aku lakukan adaptasi, menenangkan dia dan kasih pengertian," lanjutnya.
Meski, sudah diberikan screen time, Yuanita dan keluarganya masih mengawasi sang anak bahkan mengajak interaksi anak selama melakukan screen time.
"Meski sudah diberikan screen time, tidak dibiarkan begitu saja. Saya wajibkan orang di sebelahnya entah itu saya atau mbak untuk menemani sebagai pengawasan di samping, sambil diajak interaksi sama orang sebelahnya," ucapnya.
Menurut Yuanita itu pengawasan anak bermain gadget penting, agar anak bisa mengasah kemampuan berkomunikasi dua arah sang anak.
"Sekarang, anak saya paling pintar dalam komunikasi dua arah di kelasnya," jelasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




