Akurat

10 Alasan Gen Z Lebih Rentan Terkena Stres Dan Depresi

Jackobus Jack Newa | 7 November 2023, 22:25 WIB
10 Alasan Gen Z Lebih Rentan Terkena Stres Dan Depresi

AKURAT.CO - Stres pada generasi muda adalah kondisi ketika seseorang merasa tertekan, cemas, atau tidak mampu menghadapi tuntutan atau tantangan dalam hidup mereka.

Stres dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti tekanan dari pekerjaan, hubungan, pendidikan, atau lingkungan mereka.

Stres dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental generasi muda.

Stres fisik seperti sakit kepala, sakit perut, insomnia, dan masalah pencernaan; stres mental seperti kecemasan, depresi, dan gangguan makan.

Beberapa alasan mengapa generasi muda saat ini lebih rentan terhadap stres dan depresi adalah sebagai berikut:

  1. Tekanan dari pendidikan dan pekerjaan

Generasi muda berada di era persaingan yang semakin ketat saat ini. Mereka dituntut untuk memiliki prestasi yang tinggi di bidang pendidikan dan pekerjaan.

Hal ini dapat menimbulkan banyak tekanan, yang dapat menyebabkan stres dan depresi.

  1. Pengaruh media sosial

Generasi muda tumbuh dalam era media sosial dan teknologi yang terus memberikan gambaran kehidupan yang lengkap.

Kecemasan dan perasaan tidak kuat dapat meningkat karena tekanan untuk terlihat "sempurna" atau membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.

Media sosial dapat membuat generasi muda merasa stres dan depresi karena menampilkan kehidupan orang lain yang sempurna, yang dapat membuat mereka merasa tidak mampu dan tidak berharga.

  1. Perubahan gaya hidup

Tidak seperti generasi sebelumnya, generasi muda menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar digital, yang dapat mengganggu pola tidur dan kesehatan mental mereka.

  1. Ketidakpastian masa depan

Masa depan yang tidak pasti, seperti perubahan ekonomi, lingkungan, dan dunia kerja, dapat menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

  1. Masalah finansial

Stres finansial dapat meningkat karena beberapa generasi muda menghadapi masalah keuangan seperti hutang kuliah yang tinggi, biaya hidup yang mahal, dan kesulitan mencari pekerjaan yang layak setelah lulus.

  1. Faktor psikologis

Faktor psikologis, seperti kepribadian dan pola pikir, juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko stres dan depresi.

Orang yang memiliki kepribadian yang rentan terhadap stres, seperti orang yang perfeksionis atau yang memiliki kecemasan sosial, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami stres dan depresi.

  1. Kurangnya dukungan mental

Stigma terhadap masalah kesehatan mental terus ada, dan beberapa generasi muda mungkin enggan mencari bantuan atau dukungan psikologis karena khawatir mereka akan dianggap lemah atau penakut di masa depan.

  1. Pengaruh perubahan sosial

Generasi muda sekarang hidup di era yang penuh perubahan sosial.

Hal ini dapat menimbulkan ketidakpastian dan kecemasan, yang dapat berujung pada stres dan depresi.

  1. Pengaruh faktor genetik

Faktor genetik juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko stres dan depresi.

Jika seseorang memiliki riwayat keluarga yang mengalami stres atau depresi, maka mereka juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama.

  1. Pengaruh lingkungan

Generasi muda sekarang hidup di lingkungan yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

Hal ini dapat menimbulkan stres dan depresi, terutama bagi mereka yang memiliki kepribadian yang rentan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.