Hari Kesehatan Mental, Ini Tantangan Dan Cara Mengatasinya Di Era Digital

AKURAT.CO Hari Kesehatan Mental yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober menjadi momen penting untuk merenungkan tantangan yang dihadapi, terutama di era yang semakin terhubung dengan media sosial.
Dalam era yang semakin terhubung dengan platform-platform digital, media sosial menjadi yang memberikan manfaat besar dalam kesehatan mental, seperti membuat koneksi dengan teman-teman, akses ke informasi, dan peluang berbagi kisah hidup.
Namun, muncul juga tantangan yang signifikan dalam perkembangan kesehatan mental di media sosial. Salah satu tantangan utama adalah perbandingan sosial. Media sosial seringkali menjadi panggung untuk menampilkan versi yang disempurnakan dari diri sendiri.
Baca Juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini Rekomendasi Novel Tentang Mental Health
Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang dikarenakan adanya perasaan rendah diri dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri sehingga sering kali membandingkan kehidupan mereka dengan gambaran di dunia maya.
Selain itu, kecanduan media sosial adalah masalah serius yang dapat mengganggu produktivitas dan kesehatan mental.
Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di media sosial dapat mengganggu jam tidur dan mengurangi interaksi sosial kepada orang lain.
Dengan demikian, akan mempengaruhi kesehatan mental seseorang karena mereka akan mudah stres dan cemas.
Tidak hanya itu, paparan berlebihan berita negatif di media sosial dapat meningkatkan kecemasan dan mengganggu kesehatan mental.
Dalam menghadapi semua tantangan ini, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Pertama, penting untuk menetapkan batasan waktu untuk penggunaan media sosial dan menghindari kecanduan.
Baca Juga: 20 Link Twibbon Serta Ucapan Hari Kesehatan Mental Sedunia Bahasa Indonesia Dan Inggris
Selanjutnya, tidak membandingkan diri dengan orang lain di media sosial dan fokus pada pencapaian dan kebahagiaan pribadi.
Jika menjadi korban atau menyaksikan cyberbullying, penting untuk melaporkannya atau memblokir pelaku.
Jangan sampai itu mengganggu ketentraman jiwa dan merusak kesehatan mental.
Sesekali seseorang juga perlu menjauh dari media sosial untuk menjauhkan dirinya dari pikiran negatif.
Terakhir, mampu untuk memilih sumber berita yang dapat dipercaya dan membatasi paparan berita negatif.
Selain itu, mencari dukungan dari teman, keluarga atau seorang profesional jika merasa kesulitan mengatasi masalah kesehatan mental.
Dengan kesadaran akan tantangan ini dan tindakan yang tepat, seseorang dapat menjaga kesehatan mental diri sendiri dan membantu orang lain melakukannya juga.
Semoga Hari Kesehatan Mental menjadi waktu yang bermanfaat untuk merenungkan peran media sosial dalam hidup seseorang dan untuk merayakan langkah-langkah menuju kesehatan mental yang lebih baik. (Dani Zahra Anjaswari)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









