Akurat

Peran Kualitas Udara Terhadap Radang Tenggorokan

Eko Krisyanto | 25 September 2023, 12:00 WIB
Peran Kualitas Udara Terhadap Radang Tenggorokan

 

AKURAT.CO Udara adalah salah satu elemen paling penting bagi keberlangsungan hidup manusia.

Namun, apakah kualitas udara yang dihirup setiap hari memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan?

Karena dalam dunia yang semakin urban dan padat penduduk, polusi udara telah menjadi masalah yang serius. Dan berdampak pada manusia itu sendiri, salah satunya adalah radang tenggorokan.

Baca Juga: Perbedaan Amandel Dan Radang Tenggorokan Serta Cara Mengatasinya

Apa Itu Radang Tenggorokan?

Radang tenggorokan adalah kondisi medis yang umum dan sering kali dianggap sepele. Hal ini terjadi di mana jaringan tenggorokan menjadi meradang dan teriritasi.

Dikutip dari Halodoc, Senin (25/9/2023), umumnya gejala yang muncul ketika individu mengalami sakit radang tenggorokan adalah:

  • Tenggorokan terasa gatal
  • Nyeri ketika menelan
  • Suara menjadi serak
  • Tubuh demam
  • Hidung tersumbat
  • Batuk dan bersin
  • Jika terjadi pada anak, niasanya diikuti dengan amandel yang berwarna kemerahan.

Radang tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus atau bakteri, paparan alergen atau kondisi medis tertentu. Beberapa individu juga mengalami radang tenggorokan karena kualitas udara yang buruk.

Baca Juga: Ketahui 10 Cara Mengatasi Radang Tenggorokan Secara Alami!

Kualitas Udara dan Radang Tenggorokan

Polusi udara, termasuk partikulat, zat kimia berbahaya, dan gas-gas beracun dapat menjadi penyebab utama radang tenggorokan. Dilansir dari beberapa sumber, Senin (25/9/2023), berikut adalah beberapa hal dari kualitas udara yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan tenggorokan:

  1. Partikulat udara: Partikel -partikel kecil yang terdapat dalam polusi udara seperti debu, asap, dan serbuk dapat dengan mudah terhirup dan menempel pada jaringan tenggorokan. Ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan, yang pada gilirannya menyebabkan radang tenggorokan.
  2. Zat kimia berbahaya: Polusi udara sering kali mengandung berbagai zat kimia berbahaya seperti senyawa nitrogen oksida dan senyawa organik volatil. Paparan berulang terhadap zat-zat ini dapat merusak jaringan tenggorokan dan menyebabkan peradangan
  3. Gas beracun: Beberapa gas beracun seperti karbon monoksida (CO) atau sulfur dioksida (SO2) yang ditemukan dalam polusi udara dapat mengiritasi tenggorokan dan menyebabkan masalah pernapasan, termasuk radang tenggorokan.

Langkah-Langkah Perlindungan

Melindungi kesehatan tenggorokan dari dampak negatif polusi adalah suatu keharusan, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Pemantauan kualitas udara

Gunakan aplikasi atau situs web yang memantau kualitas udara. Ini akan membantu mengidentifikasi periode-periode ketika kualitas udara buruh sehingga dapat mengambil lankgah-langkah pencegahan yang sesusai.

2. Penggunaan masker

Saat beraktivitas di luar ruangan dan saat berada di daerah dengan polusi udara yang buruk, pertimbangkan untuk menggunakan masker yang dapat mengurangi paparan polutan udara.

3. Menghindari aktivitas luar saat polusi tinggi

Selama periode polusi udara tinggi, hindari aktivitas luar yang intens, terutama jika memiliki sensitivitas perubahan kualitas udara.

4. Merokok dan paparan asap rokok

Hindari merokok dan hindari paparan asap rokok karena asap dari rokok adalah penyebab utama radang tenggorokan.

5. Perbanyak minum air

Minum cukup air dapat membantu menjaga kelembaban tenggorokan, karena dari polusi udara dapat membuat tenggorokan lebih rentan terhadap iritasi.

Kualitas udara yang baik adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan tenggorokan dan sistem pernapasan secara keseluruhan.

Pemahaman tentang dampak polusi udara dan tindakan pencegahan yang tepat dapat membantu melindungi diri sendiri dari masalah kesehatan yang disebabkan oleh polusi udara. (Ami Fatimatuz Zahro')

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK