Bagaimana Polusi Udara Meningkatkan Risiko ISPA?

AKURAT.CO Polusi udara merupakan masalah global yang semakin meresahkan dan memengaruhi kesehatan serta kualitas hidup manusia di seluruh dunia.
Setiap hari, setiap individu terpapar oleh berbagai jenis polutan yang tersebar di atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia dan fenomena alam. Dalam beberapa bulan terakhir, tingkat polusi udara di Indonesia khususnya di Jakarta telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan, dan pemahaman akan dampak kesehatannya semakin mendalam.
Polusi udara terdiri dari berbagai zat kimia dan partikel kecil yang dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kendaraan bermotor, industri, pembakaran bahan bakar fosil dan proses alamiah seperti erupsi gunung berapi dan kebakaran hutan.
Selain menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti penyakit kardiovaskular dan kanker, polusi udara juga memainkan peran kunci dalam meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sumber dan Jenis Polusi Udara
Polusi udara adalah campuran dari berbagai zat kimia dan partikel kecil yang tersebar di atmosfer sebagai hasil dari aktivitas manusia dan alam. Beberapa sumber utama polusi udara meliputi kendaraan bermotor, industri, pembakaran bahan bakar fosil, dan aktivitas pertanian. Jenis polusi udara yang paling berbahaya bagi saluran pernapasan manusia adalah partikulat berukuran kecil (PM2.5 dan PM10), gas-gas beracun seperti nitrogen dioksida (NO2) dan ozon (O3), serta senyawa organik volatil (VOCs).
Cara Polusi Udara Meningkatkan Risiko ISPA
Dikutip dari beberapa sumber, Selasa (12/9/2023) berikut dampak polusi udara terhadap sistem pernapasan:
1. Iritasi pada saluran pernapasan
Partikel-partikel polusi udara dapat sangat kecil sehingga bisa masuk ke dalam paru-paru manusia ketika dihirup. Ketika partikel-partikel ini masuk ke dalam saluran pernapasan, mereka dapat merusak jaringan mukosa di hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Akibatnya, individu yang terpapar polusi udara cenderung mengalami iritasi saluran pernapasan, yang memungkinkan patogen penyebab infeksi lebih mudah masuk dan berkembang dalam tubuh.
2. Penurunan kekebalan tubuh
Paparan jangka panjang terhadap polusi udara telah terkait dengan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang melemah akan membuat tubuh kurang mampu melawan infeksi, termasuk infeksi saluran pernapasan akut seperti flu dan pneumonia.
3. Peradangan pada saluran pernapasan
Polusi udara juga dapat memicu peradangan pada saluran pernapasan. Ketika peradangan terjadi, tubuh melepaskan sitokin dan mediator inflamasi lainnya, yang dapat mempengaruhi keseimbangan dalam sistem kekebalan tubuh. Peradangan ini dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan akut, seiring dengan perubahan dalam fisiologi saluran pernapasan.
4. Transportasi virus dan bakteri
Partikel-partikel polusi udara yang mengandung zat kimia beracun atau senyawa organik volatil juga dapat bertindak sebagai vektor untuk mengangkut virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit. Ini berarti partikel polusi udara yang terkontaminasi dapat membawa mikroorganisme patogen ke dalam saluran pernapasan manusia, memungkinkan infeksi terjadi lebih mudah.
5. Penurunan kualitas udara dalam ruangan
Penting untuk diingat bahwa polusi udara tidak hanya terjadi di luar ruangan. Lingkungan dalam ruangan yang buruk, seperti kelembaban tinggi dan sirkulasi udara yang buruk, juga dapat menyebabkan penumpukan zat-zat berbahaya dan mikroorganisme di udara dalam ruangan. Ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut, terutama ketika banyak orang berbagi ruangan.
Pada intinya, polusi udara merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut. Partikel-partikel polusi udara yang berbahaya, gas-gas beracun, dan senyawa organik volatil dapat merusak saluran pernapasan, menurunkan sistem kekebalan tubuh, memicu peradangan dan bahkan membawa patogen penyebab infeksi.
Untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan, penting untuk mengurangi paparan polusi udara dengan menjaga lingkungan udara bersih dan mendukung upaya-upaya perlindungan lingkungan untuk mengurangi polusi udara secara keseluruhan.
Dengan langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut dan meningkatkan kualitas hidup. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









