Akurat

Mengapa Banyak Orang Gagal Berhenti Merokok? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 14 Desember 2025, 00:00 WIB
Mengapa Banyak Orang Gagal Berhenti Merokok? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Berhenti merokok sering terdengar sederhana, tetapi kenyataannya menjadi tantangan besar bagi banyak orang.

Meski sebagian besar perokok memahami risiko kesehatan yang mengintai, keinginan untuk lepas dari rokok kerap kandas di tengah jalan.

Faktor fisik, psikologis, hingga lingkungan sekitar menjadi penghalang utama yang membuat upaya berhenti merokok tidak mudah.

Agar berhasil, penting untuk mengenali penyebab umum kegagalan berhenti merokok sekaligus memahami cara mengatasinya.

1. Ketergantungan Nikotin: Musuh Utama Perokok

Nikotin merupakan zat adiktif yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat dan menciptakan rasa nyaman sesaat.

Efek inilah yang membuat tubuh dan pikiran terbiasa, lalu “menuntut” asupan nikotin secara berulang.

Ketika seseorang mencoba berhenti, tubuh akan bereaksi melalui gejala putus nikotin, seperti gelisah, sulit berkonsentrasi, mudah marah, hingga perubahan suasana hati yang drastis.

Kondisi ini sering membuat perokok kembali menyerah dan mengambil rokok sebagai jalan pintas.

Baca Juga: Bahaya Merokok bagi Ibu Menyusui: Dampaknya Bisa Mengancam Kesehatan Bayi

Untuk mengatasinya, diperlukan strategi bertahap, misalnya mengurangi jumlah rokok secara perlahan atau memanfaatkan terapi pengganti nikotin dengan pendampingan tenaga medis.

2. Faktor Psikologis dan Pengaruh Lingkungan

Bagi banyak orang, rokok bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga pelarian dari stres, kecemasan, atau tekanan pekerjaan.

Saat menghadapi masalah, rokok kerap dianggap sebagai cara cepat untuk menenangkan diri, meski hanya bersifat sementara.

Selain itu, lingkungan sosial yang dipenuhi perokok—baik di tempat kerja maupun keluarga—dapat menggoda seseorang untuk kembali merokok.

Tanpa dukungan yang memadai, komitmen berhenti merokok menjadi lebih sulit dipertahankan.

Karena itu, peran keluarga, teman, dan rekan kerja sangat penting dalam membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan positif.

3. Kurangnya Strategi dan Pendampingan Profesional

Banyak perokok mencoba berhenti secara spontan tanpa rencana yang matang.

Padahal, berhenti merokok membutuhkan strategi yang jelas dan konsisten. Tanpa arahan yang tepat, risiko kambuh menjadi lebih besar.

Pendekatan yang efektif biasanya melibatkan kombinasi motivasi pribadi, konseling, serta dukungan medis.

Perubahan gaya hidup juga berperan penting, seperti rutin berolahraga, tidur cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi untuk membantu mengurangi keinginan merokok.

Baca Juga: Hubungan Sehat Tak Sekadar Cinta, Ini Tanda-tandanya!

4. Kunci Sukses Berhenti Merokok

Berhenti merokok adalah proses, bukan hasil instan. Dengan pemahaman yang tepat, strategi yang terencana, serta dukungan dari lingkungan dan tenaga profesional, peluang untuk benar-benar lepas dari rokok akan jauh lebih besar.

Setiap langkah kecil menuju hidup tanpa rokok adalah investasi besar bagi kesehatan jangka panjang.

Laporan: Nora Niswatun Choirina/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.