Dibilang Terancam Punah, Jajanan Khas Indonesia Ini Mulai Susah Dicari

AKURAT.CO Indonesia terkenal dengan ragam kuliner yang lezat dan menarik untuk dicoba.
Bahkan, setiap daerahnya pasti memiliki makanan dan jajanan yang khas dan unik. Tidak sedikit juga wisatawan mancanegara tertarik untuk mencoba cita rasa makanan lokal ini.
Hal ini dikarenakan makanan Indonesia memiliki rasa yang khas dan beragam dan pastinya sesuai cita rasa Nusantara. Namun, seiring berjalannya waktu terdapat jajanan khas Indonesia yang mulai susah untuk dicari, baik di pasar maupun di pusat perbelanjaan.
Penyebabnya karena jajanan tersebut kurang diminati oleh masyarakat atau bisa saja produsen yang mulai sulit membuat jajanan tersebut lantaran kesulitan bahan baku ataupun alat untuk memproduksi jajanan tersebut sudah tidak mumpuni.
Baca Juga: 7 Jajanan Pasar Yang Tersedia Di KTT ASEAN, Ada Kesukaanmu?
Lalu, apa saja jajanan khas Indonesia yang sudah terancam punah dan sulit dicari?
Mengutip dari berbagai sumber (Senin, 16/10/2023) berikut ini beberapa jajanan khas Indonesia yang mulai terancam punah dan sulit untuk dicari di tengah hiruk pikuk ibu kota.
- Dongkal/Dodongkal
Dongkal merupakan jajanan khas Betawi, biasanya bentuk dari dongkal berbentuk segitiga dengan lubang ditengahnya. dan rasanya mirip kue putu. Terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa dan gula merah sebagai isiannya.
Jajanan ini tentunya memiliki cita rasa yang lembut, gurih kelapa, dan manis isian gula arennya. Namun, seiring berjalannya waktu, kue dongkal jarang ditemui di Kota Jakarta. Hanya sedikit penjual yang membuatnya dengan cara tradisional. Meskipun begitu, jajanan ini menjadi makanan khas yang disukai banyak orang.
- Kue Clorot
Jajanan Clorot berasal dari Purworejo, Jawa Tengah. Jajan ini dibuat dengan cara dikukus dengan bahan-bahan, seperti tepung beras dan gula merah yang nantinya dibungkus dengan daun kelapa.
Cara makan kue clorot ini cukup unik, dengan mendorong ujung kerucut janur pembukusnya dan nantinya akan keluar kue manis di dalamnya yang bisa dinikmati. Sayangnya, jajanan ini mulai jarang dijual di pasaran dan hanya disajikan di acara-acara tertentu saja.
- Kue Rangi
Kue rangi merupakan jajanan khas Betawi yang memiliki cita rasa yang unik. Jajanan ini terbuat dari sagu rangi yang disajikan dengan tambahan gula merah kental. Proses penyajian pun cukup unik dengan menggunakan bara api dari kayu. Setelah itu adonan akan dimasukkan ke dalam cetakan besi yang mirip dengan cetakan pancong atau bandros. Sekarang keberadaan jajanan khas Indonesia ini semakin jarang ditemukan sebab terkalahkan oleh makanan junk food yang lebih modern.
Baca Juga: Bikin Nagih! Inilah Resep Cilung, Jajanan Khas Abang-abang
- Geblek
Jajanan khas Indonesia yang satu ini berasal dari Kulonprogo. Bentuk dari jajanan ini lebih mirip angka 8 dengan rasa gurih bawang putih yang membuat ketagihan. Geblek terbuat dari bahan yang cukup sederhana yakni tepung kanji, bawang putih dan garam.
Namun, dalam proses pembuatannya membutuhkan cukup ketelatenan agar hasilnya dapat sempurna. Jajanan ini sangat cocok disajikan bersama dengan kopi atau teh hangat. Tetapi, jajanan ini sudah mulai jarang ditemukan di daerah lain dan hanya dijumpai di wilayah Kulonprogo.
- Grontol
Jajanan khas Indonesia ini merupakan kudapan khas Jawa yang sangat populer di masyarakat Indonesia. Grontol sendiri terbuat dari jagung yang ditaburi dengan kelapa dan gula, sehingga menyajikan rasa yang gurih dan manis yang tentunya cocok di lidah masyarakat Indonesia.
Dahulu, jajanan ini sangat mudah ditemui di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, makanan tradisional ini menjadi susah untuk dicari.
Nah, itu dia beberapa jajanan yang mulai terancam punah dan tentunya sulit untuk ditemui. Tentunya sebagai masyarakat Indonesia harus lebih peduli terhadap makanan tradisional di era gempuran makanan cepat saji, sebab itu merupakan kekayaan Indonesia yang memiliki beragam jenis kuliner khas nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









