Kenali Jenis Pewarna Makanan Yang Aman Digunakan
Eko Krisyanto | 29 September 2023, 16:33 WIB

AKURAT.CO Memberikan Pewarna pada makanan tertentu menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk memberikan hiasan dan kesan indah pada makanan.
Namun dalam hal ini ada banyak jenis pewarna yang memang bisa digunakan namun belum tentu aman untuk kesehatan.
Menggunakan pewarna pada makanan bisa jadi daya tarik untuk membuat kue atau makanan terlihat cantik dan estetik. Karena tak jarang orang membeli makanan hanya karena warnanya yang bagus.
Penggunaan pewarna makanan bukan hanya pada makanan cepat saji saja, tetapi juga digunakan pada makanan seperti kue kering, desert atau lainnya.
Ada banyak jenis pewarna yang bisa digunakan, baik itu jenis pewarna makanan yang terbuat dari campuran bahan kimia maupun dari bahan-bahan alami. Dan tentunya pewarna makanan yang terbuat dari campuran bahan kimia bisa berbahaya bagi kesehatan.
Untuk mengindari jenis pewarna makanan yang berbahaya, seseorang bisa menggunakan pewarna makanan yang terbuat dari bahan-bahan alami dan tentunya aman untuk dikonsumsi. Dikutip dari halodoc, berikut ini enam jenis pewarna yang aman untuk digunakan:
Jenis Pewarna Makanan yang Aman Digunakan
1. Antosianin; Jenis pewarna makanan yang terbuat dari buah stroberi, bluberi, anggur hitam dan buah delima. Jenis pewarna ini akan memberikan warna merah, ungu dan biru jika dilarutkan dalam air dikarenakan Antosianin merupakan bahwan pewarna yang peka terhadap perubahan pH.
2. Betalain; Pewarna makanan alami yang dapat memberikan warna merah gelap. Biasanya jenis pewarna makanan ini bisa terbuka dari sayuran seperti, ubi merah dan juga pada buah seperti buah naga. Selain digunakan sebagai pewarna makanan, betalain juga mengandung antioksidan sehingga banyak terdapat pada suplemen makanan.
3. Karotenoid; jenis pewarna makanan ini terbuat dari beberapa bahan alami seperti wortel, paprika merah, dan tomat. Karotenoid berasal dari pigmen tumbuhan yang bisa memberikan warna-warna hangat, misalnya warna merah, orange, dan kuning. Ada banyak jenis karotenoid yang salah satunya dapat diubah sebagai vitamin A dan dapat dicerna oleh tubuh.
4. Riboflavin. Atau vitamin B2 merupakan jenis pewarna alami yang dapat menghasilkan warna kuning cerah. Secara alami jenis pewarna makanan ini juga terdapat pada beberapa makanan, khususnya makanan hewani seperti telur, salmon, yoghurt, hati dan keju.
5. Klorofil; Klorofil dikenal sebagai jenis pewarna makanan yang bisa memberikan warna hijau. Jenis pewarna makanan ini terdapat pada sayuran atau buah-buahan seperti kiwi, parsley, dan juga bayam.
6. Karamel; karamel bukan saja terdapat pada makanan tetapi juga pada minuman. Dan cenderung memberikan warna kecokelatan. Tidak seperti bahan pewarna alami lainnya, Karamel tidak hanya bersumber pada bahan khusus, namun juga dari suatu proses yakni proses karamelisasi. Proses ini terjadi pada saat senyawa gula dipanaskan, sehingga bisa berubah menjadi warna kuning kecokelatan.
Baca Juga: Pewarna Makanan Tingkatkan Hiperaktif Anak
Jenis Pewarna yang Tidak Aman Digunakan
Selain mengetahui jenis-jenis pewarna alami yang aman digunakan, tentunya harus tahu juga jenis pewarna makanan yang tidak aman digunakan. Dikutip dari alodokter, berikut ini 2 jenis pewarna yang tidak aman digunakan:
• Metanil Yellow. Jenis pewarna makanan ini tidak aman digunakan dalam jangka dikarenakan dapat menyebabkan pengaruh pada sistem saraf pusat dan resiko kanker kemih.
Jenis pewarna makanan ini adalah sintesis berbentuk serbuk dan berwarna kuning kecokelatan serta dapat larut dalam air dan alkohol. Jenis pewarna ini pada umumnya digunakan untuk memberikan warna pada tekstil, kertas tinta, kulit, cat dan sebagainya.
Jika dikonsumsi jenis pewarna ini dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan, mual, sakit perut disertai diare, demam, lemah dan tekanan dara rendah.
• Rhodamin B. Merupakan pewarna sintetis yang berbentuk serbuk kristal serta berwarna hijau atau ungu kemerahan. Bisanya pewarna ini digunakan untuk mewarnai tekstil, kertas, dan produk kosmetik.
Pada saat membuat makanan atau minuman dan ingin menambahkan pewarna makanan, maka periksalah terlebih dahulu pewarna makanan apa yang digunakan, serta ceklah dahulu pewarna yang digunakan sudah terdaftar di BPOM atau tidak.
Untuk mengatasi hal ini, ibu-ibu atau orang yang berjualan bisa menggunakan pewarna makanan alami yang dibuat sendiri dengan menggunakan sayuran atau buah-buahan sebagai bahan pembuatan pewarna makanan atau minumannya. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









