AKURAT.CO Untuk meningkatkan nafsu makan anak yang tak jarang sampai membuat orangtua kuwalahan, memberi warna-warni pada makanan sebagai daya tarik si kecil terkadang menjadi solusi yang ampuh.
Namun, dilansir dari Clevelandclinic, Julia Zumpano, RD, ahli diet terdaftar, menyoroti kemungkinan risiko terkait pewarna makanan.
Penelitian telah menghubungkan pewarna makanan buatan dengan hiperaktif, termasuk ADHD. Hiperaktif yang dimaksud seperti perubahan perilaku seperti cepat marah dan depresi, gatal-gatal dan asma, hingga pertumbuhan tumor pada tiga pewarna makanan utama yang mengandung benzena, zat yang dikenal sebagai penyebab kanker.
Yup, pada beberapa penelitian yang sudah ada, hasilnya sangat beragam. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara pewarna makanan dan peningkatan hiperaktif pada anak-anak.
Sebuah penelitian di Australia juga menemukan, 75 persen orangtua memerhatikan peningkatan perilaku dan perhatian setelah menghilangkan pewarna buatan.
Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan pertumbuhan tumor pada hewan yang mengonsumsi pewarna makanan dosis tinggi, meski sulit menerjemahkan artinya bagi anak-anak.
Tapi, ada juga beberapa penelitian mengungkap, sejumlah kecil bahan pewarna benzena tidak menimbulkan risiko yang tinggi. Saat ini, AS tidak melarang pewarna makanan buatan.
Namun beberapa negara menyebut, ada cukup bukti untuk membenarkan pelarangan terhadap pewarna makanan. Terkait pewarna makanan yang ada di mana saja, cobalah cari makanan yang menggunakan pewarna makanan alami seperti dari ekstrak buah atau sayuran.
Sebaiknya meminimalkan pewarna makanan dalam makanan anak-anak. Moms bisa lakukan membawakan anak bekal, karena moms punya kendali penuh mengontrol apa yang dimakan saat membuatkan bekal anak.
Walaupun belum ada penegasan tentang larangan konsumsi pewarna makanan, ataupun aman dikonsumsi dalam jumlah berapa. Perlu diingat, makanan dengan asupan gizi seimbang adalah asupan terbaik untuk semua orang tanpa batasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




