Akurat

Bos MU Jim Ratcliffe Sebut Inggris “Dikolonisasi Imigran”, Publik dan Politisi Bereaksi Keras

Fitra Iskandar | 13 Februari 2026, 08:36 WIB
Bos MU Jim Ratcliffe Sebut Inggris “Dikolonisasi Imigran”, Publik dan Politisi Bereaksi Keras

AKURAT.CO Salah satu pemilik klub raksasa Liga Inggris, Jim Ratcliffe, menyampaikan permintaan maaf setelah ucapannya soal imigrasi memicu gelombang kritik. Pengusaha yang juga pemilik grup industri INEOS dan pemegang sekitar sepertiga saham Manchester United itu sebelumnya menyebut Inggris “dikolonisasi oleh para imigran” dalam sebuah wawancara televisi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ratcliffe saat berbincang dengan editor ekonomi Sky News di sela forum industri Eropa di Antwerp, Belgia. Dalam potongan wawancara yang kemudian ramai dibagikan, Ratcliffe menyinggung beban ekonomi dan jumlah penduduk penerima bantuan sosial.

“Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan jutaan orang menerima tunjangan dan tingkat imigrasi yang sangat besar. Inggris sedang dikolonisasi. Biayanya terlalu mahal,” kata Ratcliffe.

Istilah “dikolonisasi” inilah yang memicu kritik luas, terutama mengingat sejarah kolonial Inggris. Sejumlah politisi di Westminster menilai pilihan kata tersebut provokatif dan tidak pantas.

Menanggapi polemik itu, Ratcliffe kemudian mengeluarkan pernyataan klarifikasi.

“Saya menyesal pilihan bahasa saya telah menyinggung sebagian orang di Inggris dan Eropa serta menimbulkan kekhawatiran. Namun penting untuk mengangkat isu imigrasi yang terkendali dan dikelola dengan baik demi mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu mengelola migrasi seiring dengan investasi pada keterampilan tenaga kerja dan sektor manufaktur, serta menjaga ruang debat terbuka.

Profil Singkat Ratcliffe dan Perannya di Manchester United

Jurnalis sepak bola BBC Sport, Simon Stone, menjelaskan bahwa Ratcliffe adalah miliarder Inggris yang membangun kekayaannya melalui perusahaan petrokimia INEOS. Ia dikenal sebagai penggemar Manchester United sejak kecil.

Menurut Stone, Ratcliffe sempat mencoba masuk ke kepemilikan klub lain sebelum akhirnya bernegosiasi dengan keluarga Glazer, pemilik lama Manchester United sejak 2005. Kesepakatan tercapai sekitar dua tahun lalu.

Secara efektif, kendali operasional klub kini dijalankan oleh tim yang ditunjuk Ratcliffe, meskipun keluarga Glazer masih memegang saham mayoritas.

Ratcliffe juga tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Inggris, dengan kekayaan belasan miliar pound menurut daftar orang terkaya terbaru. Di Skotlandia, ia juga dikenal sebagai pemilik fasilitas industri besar dan sempat menuai kontroversi terkait penutupan kilang.

Reaksi Politik: Kecaman dan Pembelaan

Komentar Ratcliffe langsung menuai respons keras dari pemerintah. Perdana Menteri Inggris mengecam pernyataan tersebut sebagai salah dan ofensif. Menteri Keuangan menyebutnya “menjijikkan”.

Juru bicara pemerintah menegaskan bahwa debat soal imigrasi sah untuk dilakukan, tetapi penggunaan bahasa yang memecah belah dinilai tidak dapat dibenarkan.

Di sisi lain, tokoh Reform UK, Nigel Farage, justru membela Ratcliffe.

“Inggris telah mengalami imigrasi massal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan itu mengubah karakter banyak wilayah. Partai lain boleh mengabaikan, tapi kami tidak,” kata Farage dalam pernyataan video di media sosial.

Farage mengakui kata “dikolonisasi” memang kontroversial, tetapi menilai substansi kekhawatiran Ratcliffe tetap relevan.

Sejumlah politisi oposisi juga mengambil posisi lebih moderat: tidak setuju dengan istilah yang dipakai, namun tetap mendorong agar diskusi soal tingkat imigrasi terus dibuka.

Respons Suporter dan Sikap Otoritas Sepak Bola

Menurut Simon Stone, reaksi pendukung Manchester United terbelah. Sebagian menganggap Ratcliffe menyuarakan kekhawatiran yang nyata, sementara yang lain menilai ucapannya berisiko merusak citra klub global yang inklusif.

“Tidak ada suara tunggal dari suporter. Tapi bagi klub global, ini jelas posisi yang tidak nyaman,” ujarnya.
“Pemilik klub membuat pernyataan yang dianggap menghasut dan berpotensi menjauhkan sebagian pendukung.”

Otoritas sepak bola Inggris, The Football Association, dikabarkan sedang menelaah pernyataan tersebut. FA memiliki aturan etik yang juga berlaku bagi pemilik klub.

Namun hingga kini belum ada dakwaan atau proses disipliner resmi. Biasanya, langkah awal jika dianggap melanggar adalah meminta klarifikasi dari pihak terkait.

Dampak ke Proyek Stadion Baru

Kontroversi ini juga bersinggungan dengan relasi Ratcliffe dan otoritas lokal terkait rencana stadion baru Manchester United berkapasitas 100 ribu penonton di area sekitar Old Trafford.

Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, dan pimpinan Dewan Trafford termasuk di antara pejabat yang mengkritik pernyataan Ratcliffe. Padahal, keduanya merupakan tokoh kunci dalam proyek regenerasi kawasan yang melibatkan rencana stadion baru tersebut.

Hingga kini, proyek stadion masih dalam tahap diskusi dan belum masuk proses perizinan resmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.