Akurat

Kanselir Jerman Friedrich Merz: Tatanan Dunia Berbasis Aturan Telah Runtuh, Eropa Harus Siap Berkorban

Fitra Iskandar | 14 Februari 2026, 10:36 WIB
Kanselir Jerman Friedrich Merz: Tatanan Dunia Berbasis Aturan Telah Runtuh, Eropa Harus Siap Berkorban

AKURAT.CO Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan sistem global berbasis aturan bersama kini telah runtuh. Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, ia memperingatkan bahwa kebebasan dan keamanan Eropa tidak lagi bisa dianggap terjamin di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar.

Berbicara dalam forum Munich Security Conference pada Jumat waktu setempat, Merz menilai tatanan pasca-Perang Dunia II tidak lagi berjalan dalam bentuk yang sama seperti sebelumnya.

“Secara blak-blakan harus dikatakan: tatanan ini, meski tidak sempurna bahkan di masa terbaiknya, sudah tidak lagi ada dalam bentuk tersebut,” kata Merz di hadapan para pemimpin global dan pejabat keamanan senior.

Ia menegaskan Eropa harus siap menghadapi konsekuensi dan pengorbanan dalam era politik yang didominasi persaingan negara-negara besar. “Kebebasan kita tidak dijamin,” ujarnya.

Retaknya Hubungan Eropa–Amerika Serikat

Merz juga menyoroti memburuknya hubungan trans-Atlantik. Menurut dia, telah muncul jurang perbedaan yang dalam antara Eropa dan Amerika Serikat.

“Ada keretakan, jurang yang dalam antara Eropa dan Amerika Serikat,” kata Merz, merujuk pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance di forum yang sama tahun lalu.

Ia mengkritik arah politik proteksionisme dan perang budaya di AS. Menurutnya, Eropa tetap berpegang pada perdagangan bebas dan pembatasan ujaran yang melanggar martabat manusia serta konstitusi.

Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan baru, termasuk ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland dan memberlakukan tarif atas impor dari Eropa.

Meski demikian, Merz menekankan pentingnya menjaga kerja sama. Ia menyebut AS tidak akan cukup kuat untuk berjalan sendiri dalam era persaingan kekuatan besar.

“Menjadi bagian dari NATO bukan hanya keunggulan kompetitif bagi Eropa, tetapi juga bagi Amerika Serikat. Mari kita perbaiki dan hidupkan kembali kepercayaan trans-Atlantik bersama,” ujarnya.

Merz mengakui ketergantungan Eropa terhadap Washington selama ini sebagian disebabkan oleh kebijakan Eropa sendiri. Namun, ia menegaskan Eropa kini mulai memperkuat pilar pertahanan mandiri di dalam aliansi.

Macron dan Rutte Dorong Peran Geopolitik Eropa

Presiden Prancis Emmanuel Macron turut menyerukan percepatan penguatan posisi Eropa sebagai kekuatan geopolitik, khususnya di bidang pertahanan dan teknologi.

“Ini saat yang tepat bagi Eropa yang kuat. Eropa akan menjadi sekutu dan mitra yang baik bagi Amerika Serikat karena ikut memikul beban secara adil dan dihormati,” kata Macron.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut telah terjadi pergeseran pola pikir di dalam aliansi, dengan Eropa mengambil peran kepemimpinan yang lebih besar serta meningkatkan tanggung jawab atas pertahanannya sendiri.

Di sela forum, Merz bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan sejumlah pemimpin Eropa lainnya juga bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Pertemuan itu berlangsung menjelang putaran baru perundingan yang dimediasi AS antara utusan Rusia dan Ukraina di Jenewa pekan depan.

Rubio: Dunia Lama Telah Berakhir

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelum bertolak ke Munich juga menyatakan lanskap global berubah cepat dan asumsi lama tentang aliansi serta kekuatan tidak lagi berlaku.

“Dunia lama sudah hilang — dunia tempat saya tumbuh besar. Kita hidup di era geopolitik yang baru,” ujarnya. Ia menyebut pertemuan di Munich sebagai momen penentu bagi hubungan trans-Atlantik.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.