Akurat

Korea Utara Gelar Kongres Partai, Kim Jong Un Siapkan Arah Kebijakan Lima Tahun ke Depan

Fitra Iskandar | 20 Februari 2026, 09:13 WIB
Korea Utara Gelar Kongres Partai, Kim Jong Un Siapkan Arah Kebijakan Lima Tahun ke Depan

AKURAT.CO Korea Utara resmi membuka agenda politik terpentingnya, yakni Kongres Partai Buruh yang digelar di Pyongyang. Dalam forum ini, pemimpin tertinggi Kim Jong Un diperkirakan akan memaparkan arah kebijakan dalam dan luar negeri untuk lima tahun ke depan sekaligus memperkuat cengkeraman kekuasaan keluarganya.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat melaporkan kongres partai yang berkuasa itu dibuka sehari sebelumnya dengan pidato Kim yang menekankan fokus pada pembangunan ekonomi.

Dalam pidatonya, Kim menyatakan negaranya telah mencatat kemajuan signifikan sejak kongres sebelumnya pada 2021, yang berlangsung di tengah guncangan pandemi COVID-19. Ia mengeklaim adanya peningkatan ekonomi dan posisi regional yang semakin kuat, yang disebutnya sebagai penguatan status negara yang “tidak dapat diputarbalikkan”.

“Hal ini menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk mendorong pembangunan sosialis kita,” ujar Kim. Ia menambahkan partainya menghadapi tugas sejarah yang berat dan mendesak untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, memperbaiki taraf hidup rakyat, serta mentransformasi berbagai aspek kehidupan negara dan sosial.

Media pemerintah tidak secara langsung menyinggung apakah Kim membahas isu kebuntuan diplomatik dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan maupun program senjata nuklirnya.

Perkuat Aliansi dengan Rusia dan China

Dalam beberapa tahun terakhir, Kim memanfaatkan perang Rusia-Ukraina untuk memperkuat kemampuan nuklir dan misilnya serta mempererat hubungan dengan Moskow. Pyongyang dilaporkan mengirim ribuan personel dan perlengkapan militer untuk membantu Rusia, yang diduga ditukar dengan bantuan ekonomi dan teknologi militer.

Selain itu, Korea Utara juga meningkatkan hubungan dengan China, sekutu tradisional dan mitra ekonomi utamanya. Kim diketahui melakukan kunjungan ke Beijing tahun lalu dalam rangka peringatan Perang Dunia II dan menggelar pertemuan puncak pertamanya dalam enam tahun terakhir.

Meski kondisi ekonomi Korea Utara sulit diverifikasi akibat ketatnya kontrol informasi, sejumlah pengamat luar menilai terjadi pemulihan bertahap, didorong oleh peningkatan kembali perdagangan dengan China pascapandemi serta ekspor senjata ke Rusia.

Sorotan pada Ekonomi dan Militer

Kongres yang diperkirakan berlangsung beberapa hari ini digelar setelah rangkaian kegiatan publik Kim dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kunjungan ke fasilitas militer dan proyek industri serta perumahan untuk menonjolkan capaian lima tahun terakhir.

Sekitar 5.000 delegasi mengikuti kongres tersebut, termasuk 224 anggota kepemimpinan pusat partai.

Pengamat menilai Kim kemungkinan akan memanfaatkan forum ini untuk menetapkan target ekonomi baru sekaligus memperluas pengembangan militer bersenjata nuklirnya, yang kini dilengkapi berbagai sistem persenjataan yang menargetkan sekutu AS di Asia dan rudal jarak jauh yang berpotensi menjangkau daratan Amerika Serikat.

Isu Suksesi dan Kebuntuan Diplomasi

Badan intelijen Korea Selatan pekan lalu menyampaikan kepada parlemen bahwa pihaknya memantau kemungkinan Kim menggunakan kongres ini untuk memunculkan putrinya yang masih remaja, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus. Langkah itu dinilai dapat mempertegas suksesi kekuasaan generasi keempat dalam rezim Kim.

Hubungan diplomatik antara Pyongyang dan Washington membeku sejak 2019, setelah pertemuan puncak antara Kim dan Presiden AS Donald Trump gagal mencapai kesepakatan terkait pencabutan sanksi atas program nuklir Korea Utara. Sejak Trump memulai masa jabatan keduanya, Pyongyang menolak tawaran dialog kecuali AS menghentikan tuntutan denuklirisasi sebagai prasyarat perundingan.

Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan juga memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Kim meninggalkan agenda lama reunifikasi damai dan menyatakan sistem “dua negara” yang saling bermusuhan di Semenanjung Korea. Sejumlah analis menilai sikap tersebut bisa saja dilembagakan lebih jauh dalam konstitusi Partai Buruh melalui kongres kali ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.