Siapa Jeffrey Epstein? Terpidana Seks yang Namanya Muncul Lagi di Epstein Files

AKURAT.CO Jeffrey Edward Epstein adalah seorang pemodal Amerika dan terpidana pelaku kejahatan seksual, yang dikenal karena jaringan koneksi elitnya dan keterlibatannya dalam skandal perdagangan manusia.
Ia meninggal di penjara pada tahun 2019, namun namanya kembali menjadi sorotan setelah "Epstein Files" dirilis.
Dokumen-dokumen ini mengungkapkan detail mengejutkan, termasuk pengiriman kain suci Kiswah dari Ka'bah ke kediamannya di Amerika Serikat.
Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Edward Epstein adalah seorang pemodal, pelaku kejahatan seks anak, pemerkosa berantai, dan pedagang manusia asal Amerika.
Ia lahir di Brooklyn, New York City, dan tumbuh di lingkungan Sea Gate, sebuah komunitas tertutup di Coney Island.
Epstein menunjukkan bakat dalam matematika sejak kecil dan lulus dari Lafayette High School pada usia 16 tahun.
Meskipun sempat kuliah di New York University dan Cooper Union, ia tidak pernah meraih gelar.
Epstein memulai karir profesionalnya sebagai guru fisika dan matematika di Dalton School pada tahun 1974, namun diberhentikan pada tahun 1976 karena kinerjanya yang buruk.
Setelah itu, ia beralih ke sektor perbankan dan keuangan, bekerja di Bear Stearns sebelum mendirikan perusahaannya sendiri.
Pada tahun 1981, Epstein mendirikan firma konsultasinya, Intercontinental Assets Group Inc. (IAG), yang membantu klien memulihkan dana dari broker dan pengacara yang curang.
Jaringan Sosial dan Keuangan
Epstein dikenal karena kemampuannya membangun jaringan sosial yang luas dan elit, termasuk pengusaha, bangsawan, politisi, dan akademisi.
Beberapa tokoh terkemuka yang terkait dengannya antara lain Donald Trump, Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor, Bill Clinton, dan Putri Mahkota Mette-Marit dari Norwegia. Ia mengklaim perusahaannya, J.
Epstein & Company, dibentuk untuk mengelola aset klien dengan kekayaan bersih lebih dari 1 miliar dolar AS.
Klien miliarder yang diketahui secara publik adalah Leslie Wexner, ketua dan CEO L Brands (sebelumnya The Limited, Inc.) dan Victoria's Secret. Epstein juga menjalin hubungan dengan Peter Thiel, Elon Musk, dan Bill Gates.
Pada tahun 1996, Epstein mengubah nama perusahaannya menjadi Financial Trust Company dan memindahkannya ke St. Thomas di US Virgin Islands untuk mendapatkan keuntungan pajak, yang memungkinkannya menghemat sekitar 90 persen pajak pendapatan federal.
Antara tahun 1999 dan 2018, perusahaan Epstein, Financial Trust Company (FTC) dan Southern Trust Company, menerima pendapatan lebih dari $800 juta, dengan $490 juta berasal dari biaya (sebagian besar dari Leslie Wexner dan Leon Black) dan $310 juta dari keuntungan investasi.
Kasus Hukum dan Kematian
Pada tahun 2005, polisi di Palm Beach, Florida, mulai menyelidiki Epstein setelah laporan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 14 tahun.
Ia mengaku bersalah pada tahun 2008 atas tuduhan mengatur anak untuk prostitusi dan meminta pelacur, sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan yang kontroversial. Ia menjalani hukuman hampir 13 bulan penjara.
Epstein kembali ditangkap pada 6 Juli 2019, atas tuduhan federal perdagangan seks anak di Florida dan New York.
Ia meninggal di sel penjaranya pada 10 Agustus 2019, dan penyebab kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri dengan gantung diri.
Namun, banyak skeptisisme publik dan teori konspirasi muncul mengenai penyebab sebenarnya kematiannya.
Ghislaine Maxwell, rekan Epstein, kemudian dihukum pada tahun 2021 atas tuduhan perdagangan seks dan konspirasi karena membantu Epstein merekrut gadis-gadis, termasuk yang berusia 14 tahun, untuk pelecehan seksual dan prostitusi.
Kontroversi Kiswah
Kasus Epstein menjadi sorotan kembali dengan rilis "Epstein Files", jutaan dokumen investigasi hukum yang berkaitan dengan kejahatan dan jaringannya.
Dokumen-dokumen ini mengungkapkan bahwa Epstein menerima potongan kain Kiswah, penutup Ka'bah di Makkah.
Korespondensi email dari Februari dan Maret 2017 menunjukkan adanya pengiriman tiga potong kain Kiswah ke kediaman Epstein.
Potongan-potongan tersebut termasuk bagian dari bagian dalam Ka'bah, kain penutup luar yang sudah digunakan, dan satu lagi dari bahan yang sama tetapi belum digunakan, yang dikirim sebagai "karya seni".
Pengiriman ini diatur oleh seorang pengusaha dari Uni Emirat Arab, Aziza Al-Ahmadi, dan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari, yang menggunakan kargo udara dari Arab Saudi ke Florida.
Fakta bahwa Epstein, seorang terpidana pelaku kejahatan seksual yang bukan Muslim menerima benda suci seperti Kiswah, menimbulkan banyak pertanyaan dan kontroversi di kalangan publik.
Tidak ada penjelasan eksplisit dalam dokumen mengenai alasan atau bagaimana Epstein memperoleh potongan kain tersebut, meskipun beberapa laporan menyebutkan potongan itu dijadikan karpet di rumahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









