Akurat

Zelensky Ungkit Perang di Ukraina Akibat Negara Besar Dunia Lunak terhadap Rusia

Kumoro Damarjati | 26 Januari 2026, 10:39 WIB
Zelensky Ungkit Perang di Ukraina Akibat Negara Besar Dunia Lunak terhadap Rusia

AKURAT.CO Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa perang Rusia melawan Ukraina merupakan akibat dari sikap acuh tak acuh negara-negara besar dunia.

Pernyataan itu disampaikan Zelensky saat berpidato dalam sebuah upacara peringatan korban Pemberontakan Januari 1863–1864 di Vilnius, Lithuania, pada Minggu (25/1). Menurutnya, perang Rusia di Ukraina—serta konflik yang melibatkan Rusia di Moldova, Georgia, dan Chechnya—berakar dari kegagalan dunia internasional menghadapi kenyataan yang dirasakan masyarakat di kawasan tersebut.

Zelensky menilai, pada akhir era Uni Soviet, sepanjang 1990-an hingga awal abad ke-21, banyak kekuatan dunia memilih bersikap lunak terhadap Rusia dan berharap pada kebijakan “reset” hubungan, yang pada akhirnya justru menimbulkan masalah besar.

“Perang Rusia melawan Ukraina dan perang-perang Rusia lainnya—di Moldova, Chechnya, dan Georgia—adalah akibat dari pengabaian terhadap kebenaran yang dirasakan oleh rakyat kami, serta sikap acuh negara-negara besar dunia yang memilih bertaruh pada Rusia,” kata Zelensky.

Ia menambahkan, Ukraina bersama negara-negara mitranya kini berupaya memastikan kesalahan serupa tidak terulang. Menurutnya, kerja sama yang kuat diperlukan untuk melindungi Ukraina dan sekaligus menjaga keamanan Eropa.

Zelensky juga mendesak negara-negara Eropa untuk bertindak dengan persatuan penuh agar ancaman terhadap kawasan dan masyarakat Eropa dapat dihentikan.

“Para politisi Eropa harus menyadari bahwa mereka mewakili negara-negara yang bebas dan merdeka. Mereka tidak perlu menjadi pemimpin pemberontakan melawan kekaisaran atau penjajah. Namun Eropa belum saatnya berleha-leha selama mesin perang Rusia belum berhenti dan para diktator di sekitar Eropa belum melemah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Rusia dan rezim otoriter di sekitarnya memandang Eropa sebagai target yang rentan.

Sebelumnya, pada 22 Januari dalam forum ekonomi dunia di Davos, Zelensky juga melontarkan kritik keras terhadap Eropa. Ia menilai sejumlah mitra Ukraina bersikap pasif dalam menghadapi agresi Rusia.

Dalam kesempatan itu, Zelensky juga menyinggung kondisi di Belarus dengan mengatakan bahwa “anjing milik Presiden Belarus Alexander Lukashenko memiliki lebih banyak hak dibandingkan rakyat Belarus sendiri.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.