Akurat

Yang Harus Diketahui Setelah AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro

Oktaviani | 4 Januari 2026, 09:08 WIB
Yang Harus Diketahui Setelah AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu waktu setempat mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan “menjalankan pemerintahan” Venezuela setelah berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah operasi militer skala besar. Langkah mengejutkan ini langsung menyeret Venezuela ke dalam ketidakpastian, di tengah eskalasi ketegangan yang meningkat selama beberapa pekan terakhir.

Dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu dini hari, Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar terhadap Venezuela dan berhasil menangkap Maduro beserta istrinya, sebelum menerbangkan keduanya keluar dari negara tersebut. Trump kemudian mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memainkan peran sentral dalam mengelola Venezuela untuk waktu yang tidak ditentukan, hingga proses transisi kekuasaan resmi dapat dilakukan. Ia juga tidak menutup kemungkinan keterlibatan militer jangka panjang.

“Kami akan menjalankannya,” kata Trump dari klub pribadinya di Mar-a-Lago, Florida.

Menanggapi serangan tersebut, pemerintah Venezuela meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Menteri Luar Negeri Venezuela, Yván Gil Pinto, menyatakan bahwa serangan itu tidak akan mematahkan kekuatan rakyat Venezuela. Wakil Presiden Delcy Rodríguez menuntut pembebasan segera Maduro dan Cilia Flores, serta menyebut operasi AS sebagai serangan brutal terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Venezuela.

Trump turut mengunggah foto Maduro berada di atas kapal perang USS Iwo Jima, tempat Presiden Venezuela itu ditahan sementara sebelum diterbangkan ke New York. Di AS, Maduro dan istrinya dijerat dakwaan baru di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York. Jaksa Agung Pam Bondi menuding Maduro memimpin “geng yang disponsori negara” dan memfasilitasi perdagangan narkoba.

Trump mengakui tidak memberi tahu Kongres sebelum serangan dilakukan. Ia beralasan bahwa Kongres berpotensi membocorkan rencana operasi. Langkah ini menuai kritik dari politisi Partai Demokrat yang menuntut penjelasan segera, sementara sebagian besar anggota Partai Republik justru menyambut baik tindakan tersebut.

Kronologi Operasi Militer

Tim CNN di Caracas melaporkan sejumlah ledakan dan suara pesawat pada Sabtu dini hari. Beberapa wilayah ibu kota sempat mengalami pemadaman listrik. Video yang diverifikasi CNN memperlihatkan helikopter militer terbang rendah di atas kota, disertai asap dan kobaran api di area bandara Higuerote.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menjelaskan bahwa operasi berlangsung sepanjang malam dengan melibatkan lebih dari 150 pesawat dari berbagai pangkalan di Belahan Barat. Pasukan khusus AS, termasuk Delta Force dengan dukungan FBI, menyusup ke Venezuela dan menyerbu kompleks tempat tinggal Maduro sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Setelah baku tembak selama beberapa jam, Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan keluar Venezuela sekitar pukul 03.29.

Tidak ada korban tewas dari pihak AS, meski beberapa tentara dilaporkan mengalami luka akibat tembakan dan serpihan ledakan. Salah satu pesawat sempat terkena tembakan, namun masih dapat diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela.

Alasan dan Latar Belakang

Pemerintahan Trump telah lama menuduh Maduro sebagai pelaku kejahatan narkotika. Sejak 2020, Departemen Kehakiman AS menjerat Maduro dengan dakwaan “narko-terorisme” dan konspirasi penyelundupan kokain. AS juga menetapkan hadiah hingga 50 juta dolar AS bagi penangkapan Maduro, serta memasukkan Cartel de los Soles—yang disebut dipimpin Maduro—ke dalam daftar organisasi teroris asing.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump berulang kali memperingatkan akan adanya aksi militer terhadap jaringan narkoba di Venezuela. AS juga melancarkan blokade terhadap kapal tanker minyak Venezuela dan sebelumnya dilaporkan melakukan serangan drone terhadap fasilitas pelabuhan di negara tersebut.

Reaksi Internasional

Sejumlah pemimpin dunia menyatakan keprihatinan. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan pentingnya menjunjung hukum internasional dan menyatakan Inggris tidak terlibat dalam operasi tersebut. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerukan transisi damai dan demokratis yang menghormati Piagam PBB.

Di Amerika Latin, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam serangan AS sebagai tindakan kriminal, sementara Presiden Argentina Javier Milei justru menyambut penangkapan Maduro. Rusia dan Iran secara tegas mengutuk serangan AS dan menyebutnya sebagai agresi bersenjata yang melanggar kedaulatan Venezuela.

Apa Selanjutnya?

Konstitusi Venezuela menyatakan kekuasaan seharusnya berpindah ke wakil presiden. Namun Trump mengatakan AS akan mengambil alih pengelolaan Venezuela untuk sementara waktu, sembari menyiapkan transisi kekuasaan. Ia juga mengisyaratkan keterlibatan perusahaan energi AS untuk menguasai infrastruktur minyak Venezuela sebagai bentuk “penggantian kerugian”.

Trump belum menguraikan rencana pemilu atau mendukung figur oposisi tertentu. Ia menegaskan bahwa AS siap mengendalikan Venezuela selama diperlukan.

“Ini tidak akan merugikan kami,” kata Trump. “Kami akan membangun kembali.”

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
F