Akurat

Ukraina Ungkap 20 Poin Proposal Perdamaian yang Sedang Dibahas dengan AS

Kumoro Damarjati | 24 Desember 2025, 19:11 WIB
Ukraina Ungkap 20 Poin Proposal Perdamaian yang Sedang Dibahas dengan AS


AKURAT.CO Upaya mengakhiri perang berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia kembali memasuki babak baru. Pemerintah Ukraina secara resmi mengungkap proposal perdamaian terbaru berisi 20 poin yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Dokumen ini dirancang sebagai kerangka politik untuk menghentikan konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun dan mengguncang stabilitas kawasan Eropa.

Proposal tersebut muncul setelah serangkaian perundingan intensif antara delegasi Ukraina dan Amerika Serikat, yang dalam putaran terakhir digelar di Miami. Meski sejumlah kesepakatan prinsip telah dicapai, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui bahwa isu-isu paling sensitif—terutama soal penguasaan wilayah di Ukraina timur dan pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia—hingga kini masih belum menemukan titik temu.

“Ini adalah dokumen yang disebut sebagai kerangka kerja, dokumen dasar untuk mengakhiri perang, sebuah dokumen politik antara kami, Amerika, Eropa, dan Rusia,” ujar Zelensky.

Ia menegaskan bahwa persoalan-persoalan krusial tersebut hanya bisa diselesaikan melalui pertemuan langsung di tingkat pemimpin negara. “Kami siap bertemu dengan Amerika Serikat di level pemimpin untuk membahas isu-isu sensitif. Masalah wilayah harus dibicarakan di tingkat tersebut,” katanya.

Dari pihak Rusia, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Moskow akan menyampaikan sikap resminya setelah menerima laporan dari utusan khusus Presiden Rusia, Kirill Dmitriev, yang bertemu dengan pejabat Amerika Serikat di Florida akhir pekan lalu.

Proposal 20 poin ini merupakan hasil penyempurnaan dari rancangan awal berisi 28 poin yang sebelumnya menuai kritik tajam dari Ukraina dan para pemimpin NATO karena dinilai terlalu menguntungkan Rusia.

Berikut poin-poin utama proposal perdamaian versi terbaru yang diumumkan Presiden Zelensky dan dirilis oleh kantor kepresidenan Ukraina:

1. Kedaulatan Ukraina ditegaskan kembali sebagai prinsip dasar yang tidak dapat diganggu gugat.

2. Kesepakatan non-agresi penuh antara Rusia dan Ukraina akan diberlakukan tanpa syarat. Untuk menjaga perdamaian jangka panjang, akan dibentuk mekanisme pemantauan berbasis teknologi antariksa dan sistem nirawak guna mendeteksi pelanggaran sejak dini serta menyelesaikan konflik.

3. Jaminan keamanan kuat akan diberikan kepada Ukraina.

4. Ukraina mempertahankan kekuatan militernya pada level saat ini, yakni sekitar 800.000 personel. Ketentuan ini berbeda dari draf awal AS yang mengusulkan pengurangan jumlah pasukan.

5. Amerika Serikat, NATO, dan negara-negara Eropa akan memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina yang setara dengan Pasal 5 NATO tentang pertahanan kolektif.

6. Rusia akan mengesahkan kebijakan non-agresi terhadap Eropa dan Ukraina dalam seluruh peraturan dan dokumen ratifikasi, termasuk persetujuan mayoritas mutlak di parlemen Rusia (Duma).

7. Ukraina akan menjadi anggota Uni Eropa pada tanggal yang telah ditentukan, serta memperoleh akses preferensial jangka pendek ke pasar Eropa.

8. Paket pembangunan global akan diberikan kepada Ukraina, yang akan diatur dalam perjanjian terpisah terkait investasi dan kemakmuran jangka panjang.

9. Sejumlah dana khusus akan dibentuk untuk pemulihan ekonomi, rekonstruksi wilayah terdampak perang, dan penanganan isu kemanusiaan, dengan target mobilisasi dana hingga 800 miliar dolar AS.

10. Ukraina mempercepat perjanjian perdagangan bebas dengan AS. Zelensky menyebutkan bahwa posisi AS adalah jika Ukraina mendapat akses perdagangan bebas, maka Rusia juga akan ditawari skema serupa.

11. Ukraina menegaskan statusnya sebagai negara non-nuklir, sesuai dengan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

12. PLTN Zaporizhzhia masih menjadi isu yang belum disepakati. AS mengusulkan pengelolaan bersama antara Ukraina, AS, dan Rusia dengan kepemilikan setara dan manajemen utama oleh AS. Ukraina, sebaliknya, mengusulkan pengelolaan bersama hanya dengan AS dengan skema 50:50.

13. Program pendidikan bersama akan dijalankan di Ukraina dan Rusia untuk mendorong toleransi budaya, menghapus rasisme, dan melindungi hak minoritas, sesuai standar Uni Eropa.

14. Masalah wilayah disebut Zelensky sebagai poin paling rumit. Rusia menuntut Ukraina menarik pasukan dari wilayah Donetsk timur yang masih dikuasai Kyiv, sementara Ukraina ingin garis pertempuran dibekukan di posisi saat ini. AS mengusulkan zona demiliterisasi dan kawasan ekonomi bebas di wilayah Donetsk yang dikuasai Ukraina.

15. Rusia dan Ukraina berkomitmen tidak mengubah kesepakatan wilayah di masa depan dengan kekuatan militer.

16. Rusia tidak akan menghalangi akses Ukraina ke Sungai Dnipro dan Laut Hitam untuk kepentingan komersial. Perjanjian maritim terpisah akan mengatur kebebasan navigasi, dan wilayah Kinburn Spit akan didemiliterisasi.

17. Komite kemanusiaan akan dibentuk untuk menyelesaikan isu-isu berikut:
a) Pertukaran seluruh tawanan perang dengan prinsip “semua untuk semua”;
b) Pemulangan seluruh tahanan sipil dan sandera, termasuk anak-anak;
c) Penanganan penderitaan para korban konflik.

18. Ukraina wajib menggelar pemilu sesegera mungkin setelah perjanjian ditandatangani.

19. Perjanjian ini bersifat mengikat secara hukum dan diawasi oleh Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan keterlibatan Ukraina, Eropa, NATO, Rusia, dan AS. Sanksi akan diberlakukan jika terjadi pelanggaran.

20. Gencatan senjata penuh akan langsung berlaku begitu seluruh pihak menyetujui perjanjian ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.