IndiGo Batalkan Ratusan Penerbangan, Ribuan Penumpang di India Terlantar

AKURAT.CO Kekacauan transportasi udara di India semakin parah setelah maskapai terbesar negara itu, IndiGo, membatalkan ratusan penerbangan pada Jumat (6/12). Gangguan ini terjadi setelah tiga hari penundaan dan pembatalan penerbangan di seluruh rutenya.
IndiGo, yang menguasai sekitar 60% pangsa pasar dan mengoperasikan lebih dari 2.000 penerbangan per hari, mengalami kekurangan pilot akibat kegagalan penyesuaian terhadap aturan baru terkait jadwal dan jam kerja kru.
Kondisi ini membuat ribuan penumpang terlantar, terutama di tengah musim perjalanan puncak akhir tahun. Seluruh penerbangan IndiGo dari Bandara Internasional Delhi dilaporkan dibatalkan.
Maskapai menyampaikan bahwa operasional diperkirakan kembali normal sepenuhnya pada 10 Februari 2026, dan meminta keringanan sementara atas aturan baru yang menetapkan jam istirahat lebih panjang dan pembatasan tugas malam.
Mulai 8 Desember, IndiGo juga akan mengurangi frekuensi penerbangan untuk meminimalkan gangguan.
Pemerintah Turun Tangan
Pemerintah India menyatakan sedang memantau situasi secara ketat. Menteri Perhubungan Udara menyampaikan ketidakpuasannya terhadap penanganan krisis oleh pihak maskapai.
Otoritas penerbangan India menyebut gangguan terjadi karena kesalahan perhitungan dan kelemahan perencanaan pada penerapan aturan baru jam kerja kru. Regulator meminta IndiGo menyerahkan rencana lengkap terkait perekrutan pilot, pelatihan, penjadwalan ulang kru, serta analisis risiko keselamatan.
Media lokal melaporkan maskapai telah memperoleh kelonggaran aturan terkait waktu istirahat pilot serta larangan penggabungan cuti mingguan. Namun laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Asosiasi Pilot India mengkritik keras kemungkinan relaksasi aturan, dengan menyatakan bahwa pelonggaran jadwal kerja pilot dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Dampak Pada Penumpang
IndiGo mengatakan akan menggratiskan biaya perubahan atau pembatalan tiket untuk perjalanan periode 5–15 Desember. Maskapai juga menyediakan akomodasi sementara dan makanan untuk penumpang yang terdampak.
Namun banyak penumpang mengeluhkan minimnya informasi serta penanganan di bandara. Sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan penumpang menunggu tanpa makanan dan informasi jelas.
Duta Besar Singapura untuk India, Simon Wong, turut menjadi korban pembatalan. Ia menyebut dirinya “kehabisan kata-kata” setelah gagal menghadiri pernikahan stafnya karena terdampar di bandara.
Bandara utama di Delhi, Mumbai, dan kota-kota besar lainnya mengimbau penumpang untuk memeriksa status penerbangan sebelum bepergian ke bandara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









