Australia Laporkan Kasus Pertama Virus Japanese Encephalitis pada Nyamuk di Musim Panas Ini

AKURAT.CO Australia mencatat deteksi pertama virus Japanese Encephalitis (JEV) pada nyamuk di negara bagian Victoria untuk musim panas tahun ini, menurut pernyataan otoritas kesehatan pada Selasa (2/12).
Virus tersebut teridentifikasi melalui perangkap nyamuk di wilayah Horsham Rural City Council. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari program pengendalian penyakit arbovirus milik Pemerintah Victoria.
Departemen Kesehatan Victoria menyampaikan bahwa temuan ini menjadi indikasi awal bahwa JEV kembali beredar di Australia pada musim panas ini.
Otoritas kesehatan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, terutama saat beraktivitas di luar ruangan selama cuaca panas.
Virus Japanese Encephalitis mulai menjadi perhatian besar sejak wabah besar pada 2022, yang menyebabkan puluhan kasus pada manusia dan enam kematian di beberapa negara bagian Australia.
Pada Januari tahun ini, Australia kembali melaporkan satu kasus JEV pada manusia di Melbourne — kasus pertama sejak 2022. Beberapa kasus juga masih terdeteksi di wilayah timur, termasuk satu pasien di Brisbane pada Maret.
Japanese encephalitis umumnya menyerang babi dan burung, namun dapat menular kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









