Akurat

Setelah Ahmed, Media Australia Ungkap Sosok Pahlawan Lain dalam Pembakan Massal di Sydney

Fitra Iskandar | 20 Desember 2025, 14:12 WIB
Setelah Ahmed, Media Australia Ungkap Sosok Pahlawan Lain dalam Pembakan Massal di Sydney


AKURAT.CO Setelah Ahmed al Ahmed diberitakan luas sebagai pahlawan dalam kasus penembakan di Bondi Beach, Sydney, media Australia kini mengangkat sosok baru yang dinilai sebagai berjasa besar dalam peristiwa itu. Dia adalah seorang perwira polisi.

Petugas polisi yang dipuji luas atas keberaniannya menembak mati salah satu pelaku penembakan Bondi Beach diidentifikasi media Australia sebagai Detective Senior Constable Cesar Barraza. Aksi cepatnya diyakini menyelamatkan banyak nyawa dan mengakhiri serangan brutal yang menewaskan sedikitnya 15 orang.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan bagaimana serangan tersebut berlangsung selama sekitar enam menit. Dalam situasi genting itu, Barraza hanya bersenjatakan pistol, mengambil posisi strategis di sebuah jembatan penyeberangan di Campbell Parade, tak jauh dari Pantai Bondi.

Dari jarak sekitar 45 meter—jarak yang sangat sulit untuk tembakan pistol—Barraza melepaskan tembakan yang menewaskan Sajid Akram (50), salah satu pelaku utama penembakan massal Sydney tersebut. Beberapa menit kemudian, putra Akram, Naveed (24), yang diduga menjadi kaki tangan, tertembak dan terluka kritis.

Keduanya diduga menembaki warga secara membabi buta menggunakan senapan dan shotgun, menargetkan keluarga-keluarga yang tengah merayakan malam pertama Hanukkah di sekitar Bondi Beach. Serangan dimulai di kawasan Archer Park sebelum berpindah ke jembatan dan area pantai.

Di tengah kekacauan, sejumlah warga sipil menunjukkan keberanian luar biasa. Ahmed Al Ahmed, seorang ayah dua anak, sempat menghadapi pelaku tanpa senjata dan berhasil merebut senapan dari tangan salah satu penyerang. Tindakan heroik ini menjadi bagian penting dari upaya menghentikan teror.

Analisis audio terhadap rekaman kejadian menunjukkan sedikitnya 100 tembakan dilepaskan selama insiden berlangsung, baik oleh pelaku maupun aparat. Setelah satu pelaku tewas dan satu lainnya dilumpuhkan, polisi dan warga segera memberikan pertolongan darurat di lokasi.

Naveed Akram kini telah ditangkap dan dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Polisi Australia menjeratnya dengan 54 dakwaan, termasuk melakukan aksi terorisme dan 15 tuduhan pembunuhan. Aparat menduga serangan tersebut terinspirasi ideologi ISIS dan tengah menyelidiki perjalanan pelaku ke Mindanao, Filipina.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa temuan intelijen nasional, termasuk video propaganda ISIS, memperkuat dugaan keterkaitan ideologi ekstremis dalam serangan ini.

Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, memuji keberanian aparat yang terlibat, termasuk Barraza, meski identitas penembak masih menunggu konfirmasi balistik resmi. Ia menyebut tindakan polisi sebagai bukti profesionalisme dan keberanian luar biasa.

Namun tragedi ini juga memunculkan pertanyaan serius di Australia terkait kesiapan aparat. Dua polisi dilaporkan terluka parah, sementara sejumlah pihak mempertanyakan apakah personel di lapangan cukup dan apakah perlengkapan mereka memadai menghadapi ancaman senjata jarak jauh.

Pemerintah NSW kini mengevaluasi kemungkinan perubahan kebijakan, termasuk akses senjata api tambahan bagi petugas garis depan. Penembakan Bondi Beach ini menjadi yang terburuk sejak tragedi Port Arthur di Tasmania hampir 30 tahun lalu—peristiwa yang mengubah kebijakan senjata Australia secara permanen.

Meski demikian, para pemimpin Australia menegaskan bahwa respons polisi cepat dan tegas. Keberanian Detective Senior Constable Cesar Barraza kini dipandang sebagai wajah baru kepahlawanan Australia—seorang polisi yang berdiri di garis depan demi melindungi warganya, meski menghadapi bahaya besar dengan perlengkapan terbatas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.