Akurat

Setelah Penembakan di Bondi, Negara bagian Australia Berencana Melarang Nyanyian Intifada

Fitra Iskandar | 20 Desember 2025, 19:10 WIB
Setelah Penembakan di Bondi, Negara bagian Australia Berencana Melarang Nyanyian Intifada

AKURAT.CO Pemerintah negara bagian New South Wales (NSW), Australia—lokasi terjadinya penembakan massal di Bondi Beach—berencana melarang penggunaan frasa “globalise the intifada” sebagai bagian dari pengetatan terhadap slogan-slogan yang dinilai mengandung ujaran kebencian.

Perdana Menteri NSW Chris Minns juga menyerukan pembentukan Royal Commission untuk menyelidiki secara menyeluruh serangan di Bondi, yang tercatat sebagai penembakan paling mematikan di Australia dalam hampir 30 tahun terakhir.

Sebanyak 15 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka pada Minggu lalu ketika dua pria bersenjata, yang diduga terinspirasi ideologi Islamic State (ISIS), menembaki sebuah festival Yahudi di pantai paling ikonik di Australia tersebut.

Sejak tragedi itu, pemerintah negara bagian dan pemerintah federal Australia mengumumkan serangkaian langkah untuk menanggulangi ekstremisme. Minns berencana memanggil kembali parlemen negara bagian pekan depan guna mengesahkan aturan yang lebih ketat terkait ujaran kebencian dan pembatasan senjata api. Ia juga mengusulkan pengetatan aturan unjuk rasa demi membatasi demonstrasi besar dan mendorong terciptanya “musim panas yang tenang”.

Minns menegaskan akan mengupayakan agar slogan “globalise the intifada” diklasifikasikan sebagai ujaran kebencian. Istilah intifada sendiri mulai dikenal luas sejak pemberontakan Palestina melawan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 1987. Sebagian pihak menilai istilah tersebut sebagai seruan kekerasan terhadap warga Yahudi, sementara pihak lain memandangnya sebagai bentuk perlawanan damai terhadap pendudukan Israel.

Isu ini juga mencuat di luar Australia. Pada Rabu lalu, dua demonstran pro-Palestina ditangkap di London setelah diduga meneriakkan slogan yang berkaitan dengan intifada dalam sebuah aksi di pusat kota.

Di tengah duka, Minns bersama pemimpin oposisi NSW Kellie Sloane menghadiri pemakaman Matilda (10), korban termuda dalam penembakan Bondi. Dalam upacara tersebut, Minns membacakan sebuah puisi untuk mengenang korban.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan skema baru pembelian kembali senjata api. Program ini bertujuan menarik dan memusnahkan ratusan ribu senjata api ilegal, senjata berlebih, serta senjata yang baru dilarang.

Aksi penghormatan juga dilakukan masyarakat. Sekitar 1.000 penjaga pantai berbaris bergandengan tangan menghadap laut di sepanjang Pantai Bondi pada Sabtu lalu. Aksi serupa digelar oleh tim penyelamat pantai di berbagai wilayah Australia.

Relawan penyelamat laut Bondi dikenang sebagai pahlawan dalam tragedi ini. Salah satunya, penjaga pantai Jackson Doolan, tertangkap kamera berlari dari pantai lain sambil membawa tas medis merah saat serangan berlangsung.

Ratusan perenang dan peselancar juga menggelar penghormatan dengan membentuk lingkaran besar di laut Bondi Beach untuk mengenang para korban.

Australia akan menggelar hari refleksi nasional pada Minggu, tepat satu minggu sejak serangan terjadi. Dengan tema “light over darkness”, acara ini akan diawali dengan mengheningkan cipta selama satu menit pada pukul 18.47 waktu setempat. Bendera akan dikibarkan setengah tiang, dan warga diminta menyalakan lilin di jendela rumah sebagai tanda penghormatan.

“Enam puluh detik yang kita ambil dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, dipersembahkan bagi 15 warga Australia yang seharusnya masih bersama kita hari ini,” ujar Albanese kepada wartawan.

“Ini menjadi momen untuk berhenti sejenak dan menegaskan bahwa kebencian dan kekerasan tidak akan pernah mendefinisikan siapa kita sebagai bangsa,” tambahnya.

Penembakan di Bondi Beach ini menjadi yang terburuk sejak tragedi Port Arthur pada 1996, ketika 35 orang tewas dan mendorong pemerintah Australia saat itu memberlakukan kebijakan pengendalian senjata yang sangat ketat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.