Akurat

Dibobol Pencuri, Militer Jerman Kehilangan Hampir 20.000 Amunisi

Kumoro Damarjati | 2 Desember 2025, 17:47 WIB
Dibobol Pencuri, Militer Jerman Kehilangan Hampir 20.000 Amunisi


AKURAT.CO Sekitar 20.000 butir amunisi milik angkatan bersenjata Jerman (Bundeswehr) dilaporkan hilang setelah dicuri dari sebuah truk milik perusahaan sipil. Kementerian Pertahanan Jerman mengonfirmasi insiden tersebut kepada harian Der Spiegel pada Senin (1/12).

Berdasarkan laporan awal, pencurian terjadi saat sopir perusahaan transportasi sipil—yang dikontrak Bundeswehr untuk mengangkut perlengkapan militer—meninggalkan kendaraan tersebut semalaman. Truk bermuatan amunisi itu diparkir tanpa pengawasan dari Senin hingga Selasa pekan lalu.

Kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi bagian kargo telah dibongkar paksa di area parkir industri tanpa penjagaan, dekat kota Burg, Jerman timur laut. Sejumlah boks amunisi diketahui hilang.

Dari hasil inventarisasi, amunisi yang dicuri mencakup sekitar 10.000 peluru pistol aktif, 9.900 butir amunisi latihan untuk senapan serbu, serta sejumlah peluru asap (smoke rounds).

Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman menilai kejadian ini sebagai pelanggaran keamanan yang sangat serius. Ia menegaskan bahwa amunisi militer “tidak boleh jatuh ke tangan yang salah.”

Kementerian juga menyalahkan perusahaan pengiriman karena gagal mengikuti prosedur keamanan yang berlaku. Truk yang membawa amunisi seharusnya tidak dibiarkan tanpa pengawasan, apalagi dalam kondisi pemberhentian tidak terencana.

Sementara penyelidikan masih berlangsung, sumber militer menyebut dugaan bahwa pencurian ini bukan tindakan acak. Para pelaku diduga telah memantau jalur pengiriman dan memanfaatkan momen saat sopir melakukan pemberhentian mendadak di Burg.

Pihak berwenang kini tengah menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan jaringan kriminal atau kelompok yang menargetkan perlengkapan militer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.